
Pagi hari Judith bangun dari tidurnya. Seperti biasa, ia mengecek tempat tidurnya.
“Kelopak mawar ini kenapa ada lagi ? Dan jumlahnya tiga kali lipat dari biasanya ?!” Judith kemudian mengambil semua kelopak mawar merah tadi dan memasukkannya ke toples kaca yang mengisi separuh botol.
Judith sedang tidak mood memikirkan kelopak mawar merah tadi dan bergegas masuk ke kamar mandi.
“Kenapa dada ku kali ini nyeri sekali.” Judith merasakan dadanya nyeri luar biasa saat menyentuhnya. “Dan oh... aku kembali mengalami keputihan.” merasakan banyak cairan lengket keluar dari area sensitifnya. Namun ia kembali merasakan sisa rasa kenikmatan luar biasa yang menjalar di seluruh tubuhnya.
Judith tidak tahu dan tak mau tahu. Ia pun segera menyelesaikan mandinya dan segera bersiap untuk berangkat kerja.
“Kenapa bibir ku bengkak seperti ini, apa ada serangga yang menggigit bibir ku ?!” Judith terkejut saat melihat bibirnya menjadi bengkak. “Hiss.” menyentuh bibirnya yang bengkak.
Ia pun segera pergi ke dapur dan menuju ke kulkas untuk mengambil es batu dan mengulumnya untuk meredakan bengkak pada bibirnya.
__ADS_1
Sepuluh menit kemudian Judith kembali ke depan cermin.
“Sudah berkurang bengkaknya sekarang.” Judith melihat bibirnya kembali ke bentuk aslinya meskipun masih sedikit bengkak. Ia pun segera memoleskan lipstik untuk menutupi dan mempercantik dirinya.
Tak lama setelahnya Judith berangkat ke kantor dengan wajah yang terlihat segar berseri-seri.
Di kantor Judith melihat CEO Marvell dari kejauhan, dan ia pun segera menghindar dan menyisip di tengah keramaian seperti biasanya.
Namun di siang hari ia kembali bertemu dengan pria itu saat melewati lorong.
“Kali ini kau tak akan bisa lari lagi dariku setelah terkena kekuatanku.” Vaska menghampiri Judith yang berdiri diam mematung karena sudah terkena kekuatannya yang melumpuhkan gerak tubuhnya.
“CEO - CEO Marvell...tolong lepaskan aku.” Judith meronta meminta pria itu melepaskannya saat Marvell memegang tangannya. “Judith tenanglah aku tidak akan melakukan apapun padamu.” CEO Marvell tersenyum lebar dan berjalan sambil memegang tangan Judith, membawanya berjalan menuju ke tempat yang sepi karena di sana banyak orang berlalu lalang melewati mereka.
__ADS_1
CEO Marvell kemudian berhenti di sebuah lorong yang sepi hanya ada mereka berdua di sana.
“Kekuatan ku kemarin hilang ?” CEO Marvell menyentuh leher Judith untuk memeriksa kekuatannya dan ternyata sudah raib dari sana. Tapi meskipun kekuatan itu hilang, hal itu untuk menjadi masalah baginya.
“Judith... aku tahu kau sudah terbiasa memberikan darahmu.” CEO Marvell menyentuh pipi Judith dan menatapnya intens. CEO... apa yang akan anda lakukan ?” Judith gemetar saat pria itu menyentuh lehernya. “Ti-tidak tolong lepaskan aku CEO.” Judith kembali memohon, namun pria itu tak mau melepaskannya.
CEO Marvell kemudian mencium leher Judith dan bermaksud menghisap darahnya.
“Sialan ! Perisai ini lagi !” CEO Marvell merasa kesal ada perisai pelindung lagi di tubuh Judith yang harus dihancurkan dulu untuk bisa menghisap darahnya.
“kraak... !” dengan segenap kekuatannya, CEO Marvell kemudian berhasil memecahkan pelindung berlapis yang cukup menguras energinya. Terlihat ia bercucuran keringat.
Di lain tempat, Vaska merasakan ada yang memecah pelindung buatannya.
__ADS_1
“Ini... perisai pelindung yang ku buat untuk Judith ada yang memecahnya.” Vaska berdiri dari tempat duduknya segera setelah merasakan perisai buatannya koyak. “Judith... !” Dia pun segera berlari dari ruangan untuk mencari Judith.