Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 9 Peti Mati


__ADS_3

Judith melihat ada banyak peti hitam di ruangan itu yang di Letakkan berdiri bersandar ke dinding.


“Oh... kenapa ada banyak peti di sini ?”gumam gadis itu melihat ruangan yang terdapat banyak peti di dalamnya.


Gadis itu pun merasa merinding melihat ada salah peti yang terbuka.


“Apa isinya mayat seseorang ?”batin Judith semakin merinding. Dia pun memberanikan dirinya melangkah maju untuk melihat sebuah peti yang terbuka di dekatnya.


Judith berjongkok dan melihat isinya. Matanya seketika terbelah saat melihat apa isinya.


“Aargh.... !”teriak Judith kaget setelah melihat apa isinya. Dan gadis itu segera menutup mulutnya agar tidak bersuara lagi.


Tubuhnya gemetar saat melihat seorang gadis terbujur kaku dalam peti.


“Ouh... mayat siapa ini ?”pekiknya saat melihat mayat wanita cantik dalam peti itu dan membuatnya semakin merinding.


Judith kembali berdiri namun rasa penasarannya semakin besar saat melihat banyaknya jumlah peti yang ada di ruangan itu. Dan dia pun membuka baterai lainnya untuk menghapus rasa penasarannya.


“Astaga...ini juga mayat seorang wanita cantik.”pekik Judith terkejut saat kembali melihat mayat wanita dalam peti.


Dia kembali membuka peti lainnya dan ternyata seluruh peti yang ada di sana isinya semuanya mayat wanita.


“Semua mayat disini adalah wanita. Jadi... apakah mereka semua dibunuh oleh tuan Vaska ? Tapi kenapa ?”batin Judith merasa semakin merinding dan seluruh tubuhnya gemetar.


Dia memperhatikan sekali lagi mayat dalam peti yang terbuka. Ada keanehan di sana. Semua mayat itu masih terlihat segar dan lagi di bagian lehernya terdapat tanda aneh, di mana di sana ada bekas gigitan seperti gigitan serangga.


“Bekas gigitan ini...mirip sekali dengan bekas gigitan di leher ku beberapa waktu yang lalu di leherku ? Apa ini sebenarnya ?”batin Judith semakin merinding dibuatnya.


“Apa-apakah aku akan mengalami nasib yang sama seperti mereka ?”batin Judith sambil menelan ludah yang terasa pahit dan terdekat di leher.


Gadis itu kemudian baru jika dirinya sedang bersembunyi dan harus segera keluar sebelum yang lainnya menangkap dirinya.


“Semoga saja tak ada orang di luar ruangan ini.”batin Judith berjalan mundur. Dia pun memutuskan untuk segera keluar dari ruangan itu.


“kriek...”Judith membuka pintu pelan dan menutupnya dengan pelan kembali. Dia kemudian segera berjalan menyusuri lorong menuju ke pintu keluar.

__ADS_1


“huft....akhirnya aku sampai di luar rumah.”ucap Judith merasa sedikit lega saat sudah berada di luar rumah Vaska.


Dia berjalan dengan tenang saat melewati penjaga pintu gerbang dan untungnya dia berhasil keluar dari sana tanpa di kejar.


“tap... tap... tap...”di luar pintu gerbang dari situ sudah berlari secepat mungkin yang dia bisa menuju ke rumahnya.


Tak lama setelahnya Vaska berada di balkon dan menetap ke bawah.


“Apa gadis kecil itu tadi lewat sini ?”tanya Vaska pada penjaga pintu gerbang rumahnya.


“Ya tuan, gadis kecil tuan baru saja keluar dari gerbang ini. Maaf tuan, apa aku harus mengejarnya ?”balas penjaga pintu gerbang dengan takut karena membiarkan gadis itu pergi tanpa mendapat perintah sebelumnya untuk menangkapnya.


“Hooh... tidak perlu. Biar saja dia pergi. Besok juga dia akan kembali ke rumah ini.”balas Vaska kemudian berbalik dan masuk kembali ke dalam rumah.


Di dalam rumah lelaki itu kemudian masuk ke kamarnya dan duduk di sana.


“Apa yang kupikirkan tadi kenapa aku ada keinginan seperti itu dengan Judith. Aku tidak tahu sampai kapan aku akan hidup seperti ini ? Sudah seribu tiga ratus tahun aku berada di dunia manusia.”gumam Vaska sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding.


Di luar pelayan Vaska melakukan pengecekan dan tak sengaja berhenti di depan ruangan yang biasanya disegel oleh Vaska.


“Sebaiknya aku kunci saja daripada terjadi sesuatu yang tak diinginkan.”gumam pelayan itu lagi kemudian segera mengunci pintunya.


Pelayan itu kemudian pergi setelah mengunci ruangan itu dan kembali ke tempatnya bertugas.


Sementara Judith saat ini dia sudah tiba di rumah. Dia segera masuk ke dapur dan mengambil air minum. Setelah merasa lega dan tenang dia pun masuk ke kamarnya.


“Siapa sebenarnya tuan Vaska ? Dan apa hubungannya dengan peti berisi wanita cantik tadi ?”gumam Judith masih teringat dan terpikirkan pada apa yang dilihatnya di rumah lelaki itu.


Judith kemudian teringat pada perkataan temannya beberapa waktu sebelumnya jika para istri kontrak Vaska meninggal karena sakit yang tidak jelas kondisinya.


“Apakah wanita tadi adalah wanita yang merupakan istri kontrak tuan Vaska sebelumnya ?”gumam Judith lagi mencoba menghubungkan benang merah.


Banyak pikiran yang terlintas dalam pikiran gadis itu tapi dia lebih memilih untuk beristirahat dulu dan memikirkannya esok hari.


Pagi hari di tempat kerja terlihat Judith sudah duduk di tempat duduknya. Dia terlihat diam dan melamun memikirkan apa yang semalam terjadi pada dirinya.

__ADS_1


Tiba-tiba jadi kejauhan datang seorang lelaki masuk ke ruangannya dan berhenti tepat di sampingnya.


“Judith... CEO memanggilmu dan kau diminta ke ruangannya sekarang juga.”ucap Darrel, sekretaris Vaska.


Seketika staf lainnya yang ada di sekitar Judith terkejut mendengarnya karena selama ini tak ada satu pun staf wanita yang dipanggil oleh CEO mereka.


“Ya... tuan Darrel.”jawab Judith singkat dengan raut muka pucat.


“Cepat...”ucap sekretaris itu lagi karena Judith masih tak beranjak dari tempat duduknya.


“Baik... tuan Darrel.”jawab Judith segera berdiri dan berjalan dengan tubuh yang gemetar karena takut dan teringat pada kejadian semalam.


“Ada apa CEO memanggil Judith ?”ucap udah pasta lainnya yang ada di kantor setelah gadis itu keluar dari sana dan mereka pun jadi membicarakan Judith.


“tok... tok... tok...”Judith tiba di depan ruangan Vaska dan mengetuk pintu.


“Masuklah gadis kecil.”ucap Vaska sambil tersenyum tipis menatapnya.


Judith kemudian masuk dan duduk di depan lelaki itu. Dia diam dan terlihat gemetar.


“Aku tidak akan melakukan apapun padamu. Kau tak perlu takut.”ucap Vaska melihat gadis itu yang masih ketakutan.


“Aku hanya ingin bertanya padamu. Apa yang semalam kau lihat di rumahku ?”tanya Vaska mencondongkan tubuhnya ke depan dengan suara pelan.


“Ti-tidak ada... tuan, aku sama sekali tak melihat apapun di rumahmu semalam.”jawab Judith mencoba untuk tenang.


Vaska terlihat merasa lega karena gadis itu tak melihat ruangan khusus di rumahnya yang ia segel.


“Judith... mengenai kejadian semalam. Aku benar-benar tak sengaja melakukannya padamu dan itu semua hanya salah paham. Ku harap kau tidak salah paham padaku.”ucap Vaska menjelaskan kejadian semalam.


“Ahh ya-ya tentu saja tuan Vaska.”jawab Judith sambil menundukkan kepala di depan lelaki itu tanpa mengajukan pertanyaan apapun padanya meski dia penasaran.


“Jika begitu besok saja kau baru datang ke rumahku di malam hari.”balas Vaska menambahkan.


Judith hanya mengangguk dan menelan ludah yang terasa tercekat mendengarnya, karena berarti dia harus bersiap pada apa yang akan terjadi pada dirinya esok hari.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2