
Vaska mundur menatap sosok vampir yang sudah bangun dari tidurnya.
“Hey bocah.... kenapa kau mengganggu tidurku ?” sosok vampir tadi masih menatap tajam pada Vaska dan memperlihatkan taringnya. “Aku tidak bermaksud mengganggu tidurmu. Apa kau benar jenis Rapalochera ?” Vaska menjawabnya dengan tenang tanpa ketakutan sedikitpun.
“Berani-berani nya kau mempertanyakan hal itu padaku. Kau bisa melihatnya sendiri tanpa perlu aku memberitahumu.” Vampir itu terlihat angkuh dan congkak.
“Ya jika begitu aku akan langsung saja jelaskan. Kedatanganku kemari adalah untuk meminta bantuan darimu.” Vaska langsung ke inti permasalahan dan tak mau berbelit-belit melihat tipikal vampir yang ditemuinya seperti itu.
“Ha-ha.... bantuan macam apa yang maksud itu bocah ?” Rapalochera semakin menatap Vaska dengan tajam. “Tolong bantu aku untuk merubahku menjadi manusia.”
“Manusia ?” Rapalochera kembali menatap Vaska dari ujung kaki hingga ujung kepala, memperhatikannya dan tak ada yang terlewat sama sekali. “Ha-ha-ha... bocah bodoh macam apa kau ini ?” tertawa lebar dengan tatapan menghina serta merendahkan pada Vaska.
__ADS_1
Vaska tak mempedulikan sosok mampir itu menertawakan ataupun menghina dirinya dan ia tidak sakit hati sama sekali karena semua itu demi Judith.
“Jadi... kau bisa membantuku mengubahku menjadi manusia ?” Vaska menegaskan kembali pertanyaannya dan berjalan maju sedikit mendekat pada vampir tadi. “Katakan satu hal padaku apa alasan aku perlu membantumu ?” Rapalochera kembali tersenyum lebar memperlihatkan gigi taringnya, bahkan saat hampir itu tertawa ruangan tempat mereka berada bergetar hebat, yang menandakan kekuatannya memang sangat besar sekali.
“Kau bisa mengambil semua kekuatanku atau kau juga bisa menghisap semua darahku.” Vaska tak bisa menjanjikan apapun kecuali dua hal itu pada Rapalochera.
“Bocah... kau percaya diri sekali. Kau kira aku butuh kekuatan dan juga darah dari vampir lemah sepertimu ?” Rapalochera membuka kedua tangannya lebar-lebar dan kembali muncul goncangan dari arah atas.
“Kau bocah sombong sekali ! Tunjukkan kekuatanmu padaku. Jika kau bisa melukaiku atau bahkan mengalahkan ku maka aku akan penuhi permintaan itu.” Rapalochera terlihat menantang dengan semua kearoganannya karena merasa paling kuat sendiri.
“Baiklah tuan, aku akan berdua denganmu. Tapi ingat janjimu padaku.” Vaska menyanggupi permintaan dari vampir tersebut.
__ADS_1
Karena misinya hanya ingin berubah menjadi manusia bukan menjadi seorang pemenang, maka Vaska pun mencoba untuk menyerang duluan tidak seperti biasanya yang mencoba bertahan dulu untuk membaca semua pergerakan lawan.
“blarr... !” Vaska mengeluarkan kekuatan petir di depan hampir tersebut. “Ha-ha... kekuatan sampah seperti itu tak akan bisa menyentuhku !” Rapalochera dengan mudah dan cukup menjentikkan jarinya saja menerima kekuatan dari Vaska yang tak berarti apapun bagi dirinya.
“Jadi dia memanglah kuat seperti yang tertulis pada buku. Jika begitu aku harus menggunakan kekuatan lainnya yang lebih besar dari ini.” Vaska berpikir sambil menghindari serangan dari Rapalochera. “Apakah hanya itu saja kekuatan yang bisa kau tunjukkan padaku bocah ?” Rapalochera menyindir sekaligus memancing amarah Vaska untuk melihat kemampuannya yang sebenarnya.
“blar... !” tanpa menjawabnya, Vaska mengeluarkan teknik es andalannya. “krak.” kekuatan es itu membuat seluruh ruangan membeku termasuk Rapalochera tadi. Saat masih dalam kondisi terkunci Ia pun menarik sebilah pedangnya dan menebaskannya dengan cepat secara menyilang di dada lawannya.
Dari luar terlihat Peter yang sudah masuk ke kastil dan sedang mencari keberadaan Vaska.
“Suara itu ? Apakah tuan berhasil menemukannya dan sedang berduel dengannya ?” Peter mendengar suara ledakan kekuatan yang beradu. Ia pun segera mencari dan menuju ke arah sumber suara ledakan tersebut.
__ADS_1