Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 155 Korban Bertambah


__ADS_3

Yona pun segera masuk kembali ke rumah dan melepas seragamnya berganti dengan baju sehari-hari.


“Apa ada sesuatu di hutan yang bisa menyebabkan aku dan yang lainnya terkena sakit yang sama seperti ini ?” Yona duduk untuk menunggu ibunya sambil melihat bintik merah yang kini muncul di tangannya.


“Yona, kau sudah siap ?” sang ibu sudah berganti baju dan masuk ke kamar putrinya. “Ya, ibu.” Yona segera berdiri dan menghampiri ibunya yang menunggunya di depan pintu kamar.


“Kita kemana bu ?” Yona kembali bertanya setelah mereka berada di luar rumah. “Tentu saja ke dokter.” sang ibu terus berjalan sambil menggandeng putrinya.


“Dokter di luar kota, maksud ibu ?” Yona yang tidak tahu kembali bertanya. “Bukan, dokter baru di sini. Banyak yang sudah ke sana dan cocok.” sang ibu menjelaskan jika ada dokter baru di sana. “Ya, ibu.” Yona yang baru mengetahuinya hanya mengangguk saja.


Mereka berdua kemudian tiba di tempat praktek pengobatan Vaska setelah 10 menit berjalan.


Di sana sudah ada beberapa pasien yang sedang duduk menunggu antrian.

__ADS_1


“Pagi nona... aku mau memeriksakan putriku.” ucap ibu Yona Begitu tiba di sana dan menemui Judith untuk mendaftar. “Baik nyonya, apa yang dikeluhkan putri anda ?” ibunya Yona kemudian memberitahukan keluhan putrinya saat ini.


“Ini nomor antriannya nyonya, silahkan tunggu dulu.”Judith memberikan nomor antrian dan juga kartu periksa pada wanita itu.


Yona dan ibunya menunggu di ruang tunggu. Gadis itu sambil menunggu menatap ke depan.


“Itu... itu kan...” Yona melihat sosok burung putih bertanduk yang kemarin ia temui di hutan saat bermain. Namun saat ia mengedipkan matanya burung itu sudah hilang dari sebuah pohon dan pergi entah ke mana.


“Aneh sekali... burung itu bisa terbang dan menghilang dalam sekejap mata.” Yona berjalan maju hingga ke dinding kaca agar bisa melihatnya lebih jelas, namun ternyata dia harus kembali ke tempat duduknya setelah burung itu benar-benar hilang dari sana.


“Ayo Yona kita masuk.” sang ibu sebelum berdiri dan mengajak putrinya masuk menemui dokter.


“Silahkan berbaring dulu dan aku akan memeriksanya.” Vaska meminta pasiennya untuk berbaring di tempat tidur dan ia pun segera memeriksanya. “Apa yang dikeluhkan ?” Vaska bertanya pada Yona sebelum memeriksanya.

__ADS_1


“Rasanya gerah dan gatal. Apa mungkin aku keracunan atau salah makan sesuatu dok ?” Yona memberanikan diri bertanya. “Biar aku periksa dulu.” Vaska segera memeriksa.


“Gejala ini...” Vaska terkejut saat gejala yang dialami pasien ini sama dengan gejala yang dialami oleh pasien sebelumnya yang terkena gigitan vampir.


Ia pun mencari bekas gigitan vampir itu dan menemukannya ada di leher kiri pasien.


“Tidak ini bukan keracunan makanan atau sejenisnya.” Vaska beralih memeriksa tangan Yona yang kini bertambah banyak bintik merahnya. “Jika bukan keracunan berarti apa penyebabnya dok ?” Yona kembali bertanya.


“Beberapa hari yang lalu juga ada pasien yang datang kemarin dengan gejala yang sama.” Vaska selesai memeriksa. “Apakah sebelumnya pernah bertemu burung putih di hutan ?”


“Bagaimana dokter bisa tahu ?” Yona terkejut. “Pasien itu bilang padaku sebelumnya ia bermain dengan burung putih di hutan. Jadi jauhi buru itu jika kembali bertemu dengannya.” Vaska memberi nasehat.


“Jangan keluar rumah selama tiga hari ke depan. Jangan terkena udara atau air dulu. Perbanyak makan daging merah dan kacang merah.” Vaska menambahkan.

__ADS_1


“Baik dokter Vaska, terima kasih.” Yona dan ibunya segera keluar dari sana dan menunggu obatnya.


__ADS_2