Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 35 Berita Duka


__ADS_3

“Tidak... itu pasti tidak benar kan, suster ?” ucap Judith menjawab setelah 3 menit mendengarkan suster yang bicara padanya, dengan bibir yang gemetar.


“phak...” ponsel terlepas dari tangan Judith tanpa ia bisa menahannya, jatuh ke lantai.


“Halo... nona Judith, apa anda masih di sana ?” suara dari ponsel yang masih bicara dan memanggil namanya.


“Tidak... itu pasti bohong !” pekiknya tak percaya pada penjelasan yang didengarnya di telepon dari petugas medis mengenai kondisi ibunya yang tiba-tiba kritis setelah beberapa waktu yang lalu dinyatakan sembuh dan akan pulang ke rumah besok.


“bugh... !” Judith merasakan kesedihan yang mendalam dan sok berat hingga membuatnya jatuh pingsan.


“Suara apa itu ?” Vaska mendengar suara suatu yang berat jatuh ke lantai.


Pria itu kemudian menaruh cangkir kopi yang baru di sesapnya sedikit saja dan bergegas masuk ke ruangan Judith.


“Astaga... ! Judith, ada apa ?” Vaska terkejut melihat gadis itu tergolong lemah bersandar di dinding.

__ADS_1


Ia pun kemudian segera mengangkat tubuh Judith dan membaringkannya ke sofa di ruangannya.


“Judith... bangun.” Vaska menepuk-nepuk pelan pipi Judith dan mengguncang bahunya yang kecil berulang kali, namun Judith tetap tidak membuka matanya.


“Apa yang harus kulakukan ?” menatap Judith dengan bingung sembari mencari cara untuk menyadarkannya. “Apa aku harus melakukan itu lagi ?” terlihat bimbang setelah mencoba berbagai cara lainnya untuk menyadarkan Judith.


Vaska menarik nafas panjang. Ia kemudian duduk di samping Judith lalu menyentuh bibirnya, kemudian mencium bibir tipis Judith sembari mengalirkan sedikit energi pemulihan.


Dua menit kemudian Judith membuka mata setelah merasakan ada sesuatu yang hangat mengalir dari bibirnya.


Judith memegang bibirnya, karena pria ini sudah ketiga kalinya mencium dirinya. Namun saat ini baginya tak ada waktu untuk memikirkan hal itu.


“Apa yang terjadi ? Kenapa kau tiba-tiba pingsan ? Atau kondisimu sedang drop ?” terlihat khawatir karena mengira gadis kecilnya itu terkena anemia akut seperti sebelumnya karena dirinya. “Jika begitu aku akan mengantarmu ke rumah sakit sekarang juga.”


Judith hanya menggeleng, ia pun seketika berdiri dan memeluk CEO. Air matanya tumpah di sana.

__ADS_1


“Judith ada apa ? Apa ada seseorang di sini yang menghinamu lagi ?” ucap Vaska bingung mendengar suara tangis Judith.


“Ibu-ibu ku... petugas rumah sakit bilang ibuku kritis setelah beberapa waktu yang lalu dinyatakan sudah pulih dari sakitnya. Dan sekarang...” Judith tak kuasa meneruskan ucapannya karena lidahnya terasa kelu dan kaku.


“Kita ke rumah sakit sekarang juga. Aku akan mengantarmu ke sana.”ucap Vaska melepas pelukan Judith kemudian mana Mega di situ segera keluar dari kantornya dan menuju ke mobilnya.


Kali ini saat mereka berjalan bersama, bahkan saat Vaska menggandeng tangan Judith para staf yang ada di sana yang melihat mereka tak berani berkomentar apapun dan hanya diam saja menatapnya.


Vaska mengendarai mobil dengan cepat menuju ke rumah sakit tempat ibunya Judith dirawat. Mereka berdua berjalan cepat menuju ke ruangan tempat ibunya Judith di rawat.


“Ibu...” panggil Judith begitu masuk ke ruangan. “Dokter bagaimana ibu ku ?” dokter terlihat sedih dan tak menjawab, namun menoleh menatap ke tempat tidur dimana ada pasien yang sudah diselimuti di sana.


“Tidak... ibu... !” Judith berlari menghampiri tempat tidur itu dan menarik selimutnya.


Terlihat ibunya sudah kaku dengan tubuh yang berwarna pucat membiru.

__ADS_1


__ADS_2