
Peter berpatroli di sekitar rumah sebentar untuk memantau keadaan di sana.
“Tak ada siapa pun di sini. Sepertinya aman.” Peter memeriksa semak yang ada di sekitar rumah tuannya. “Kita periksa bagian sana.” Peter menunjuk ke arah lain dan mengajak satu pelayan untuk memeriksa ke bagian itu.
“phaak...”
“Apa itu tadi ?” Peter melihat sekilas ada seekor burung putih bertanduk yang terbang dengan cepat. “Coba periksa di sana.” berlari menuju ke arah burung tadi terbang. “Oh... hilang.” melihat burung tadi sudah tak ada di sana dan pergi entah ke mana. “Cepat sekali perginya.” Peter akhirnya kembali bersama pelayannya setelah memeriksa kondisi di sekitar benar-benar aman.
“Burung apa ya tadi, seperti pernah melihatnya...dimana ya...” Peter kembali menengok ke belakang barangkali saja ia bertemu dengan sosok burung tadi, namun ternyata tetap tidak melihatnya.
__ADS_1
Peter kembali ke rumah bersama pelayan dan beristirahat.
“phaaak...” setelah Peter dan pelayannya pergi dari sana, Matheos kembali dan berada di pepohonan menatap ke arah rumah Vaska. “phaak..” Matheos terbang kembali dan hinggap di atas atap rumah Vaska.
“Satu rumah ini berisikan beberapa vampir dan satu manusia saja.” Victor, salah satu Matheos mengintip dari atas. Ia pun kembali mengintip di ruangan lain. “Apakah vampir itu berniat akan menikah dengan ras manusia ? Atau manusia itu memang istrinya?” tiba di atas atap kamar Vaska dan melihat pria itu sedang bergumul dengan Judith di balik selimut. “Vampir bodoh ! Kenapa tertarik dengan ras rendah.” merasa cukup mendapatkan informasi kemudian segera pergi dari sana, terbang di udara lalu menghilang di tengah gelapnya malam.
“Aroma apa ini ?” Vaska berhenti sebentar karena merasa ada seseorang yang datang. “Aroma ini seperti aroma vampir, tapi aku tidak tahu jenis apa.” menatap ke atas. “Apa masih ada jenis vampir yang tidak ku ketahui ?”
Keesokan paginya
__ADS_1
Vaska dan Judith bangun dari tidurnya.
“Sudah pagi, ayo bangun dan berangkat ke kantor.” Judith membangunkan Vaska dengan mengusap lembut pipinya. “Hiss... berangkat ke kantor ?” Vaska membuka matanya dan masih memeluk Judith. “Kau lupa kita sudah pindah dan tak ada kantor di sini.” Vaska tersenyum lembut menatap intens gadisnya. “Ah ya... aku baru ingat.” Judith membalas senyuman Vaska.
Mereka berdua kemudian segera bangun dan mengenakan pakaian mereka lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Di rumah warga
Kevin masih tertidur dan bangun kesiangan karena dia semalam hampir tidak bisa tidur.
__ADS_1
“Astaga kamar mu dingin sekali ?” sang ibu masuk ke kamar dan merasa suhu temperatur ruangan teramat sangat dingin. “Pantas saja.” melihat remote AC yang berada pada suhu 16 derajad kemudian mengembalikannya ke suhu normal.
“Kevin bangun. Kau masuk sekolah tidak ?” sang ibu menaruh kembali remote AC kemudian menghampiri putranya sambil menepuk-nepuk bahunya. “Hah ? Apa ini... kenapa kulit mu semakin merah dan muncul bintik-bintik merah seperti ini ?” terkejut melihat kondisi putranya.