Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 187 Perjalanan Ke Laut Tisza


__ADS_3

Judith tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Vaska, ternyata pria itu sudah mengetahui caranya.


“Jadi apa benar aku bisa berubah menjadi sosok vampir sepertimu ?” Judith menaruh watering can yang ia bawa lalu menghampiri Vaska. “Ya, sayang.” jawab Vaska singkat sambil mengangguk. “Akhirnya aku bisa menjadi seperti mu.” Judith terlihat girang sekali hingga ia mengusap pipi Vaska dan memeluknya. “Kita akan bisa bersama selamanya.”Vaska menyentuh dagu Judith dan mencium bibir tipis gadisnya.


Beberapa hari berlalu. Setelah mendengarkan metode yang diceritakan oleh Vaska, Judith terlihat bersemangat dan tak sabar ingin segera pergi ke Laut Tisza dan terus mendesak Vaska agar mengajaknya ke tempat itu segera.


Suatu pagi di akhir pekan


“Kau sudah siap ?” Vaska yang sudah selesai bersiap menghampiri Judith di kamar lain. “Ya, aku siap.” Judith merapikan bajunya kemudian mengenakan sweater ungu muda.

__ADS_1


Judith kemudian berbalik dan menutup pintu almari di depannya. Ia pun mengikuti Vaska berjalan keluar kamar.


“Peter... kami akan pergi dulu ke Laut Tisza mungkin baru besok akan kembali.” Vaska bertemu Peter di ruang depan dan berhenti sejenak untuk bicara dengannya. “Jika besok kami belum kembali, maka aku minta tolong padamu untuk menutup tempat praktek pengobatan.” Vaska menambahkan.


“Baik, tuan.” Peter menjawab singkat sambil menetap kepergian mereka berdua. “Ke Laut Tasza ? Apa yang akan tuan lakukan di sana ?” Peter seperti mengingat sesuatu dengan nama laut yang disebutkan oleh Vaska. “Semoga saja tuan dan nona kembali besok.” Peter berusaha mengingat nama tempat itu namun ia tak bisa mengingatnya, maka ia pun tak memikirkannya lagi.


Judith dan Vaska kemudian melakukan perjalanan menuju ke laut Tisza. Lautan itu berada jauh sekali dari tempat mereka berada sekarang.


Tak ada manusia yang bisa bertahan di sana lebih dari 24 jam dan kebanyakan dari mereka akan terkena hipotermia akut setelah masuk ke Laut Tisza selama tiga jam saja. Dan hingga detik ini tak ada manusia yang berani menjamah tempat itu. Bahkan manusia tidak tahu ada makhluk apa di sana yang menghuni dan menjaga tempat itu.

__ADS_1


“Apa kau lelah ?” Vaska bertanya dan menatap ke arah Judith di tengah perjalanan mereka. “Tidak...” Judith menggelengkan kepala menatap Vaska dan melangkahkan kakinya yang mulai sedikit terasa pegal. “Apakah masih jauh ?” Judith kembali bertanya setelah melihat ke sekitar.


“Kira-kira masih setengah perjalanan lagi.” Vaska berhenti sejenak. “Sebaiknya kita beristirahat dulu sebentar.” mengajak Judith untuk duduk dulu karena ia melihat gadis itu mulai berkeringat dan ia tahu gadisnya itu lelah meskipun menceritakan hal itu padanya.


“Ya, sayang.” Judith pun mengikuti Vaska berhenti setelah mereka melakukan perjalanan ratusan kilo meter dan melewati beberapa hutan besar juga beberapa pemukiman penduduk.


“Duduklah di sini.” Vaska duduk Messenger di bawah sebuah pohon besar dan melambaikan tangan memanggil Judith agar ikut duduk bersamanya.


Judith segera duduk di samping Vaska. Terlihat angin di sana meskipun tidak bertiup panjang namun terasa dingin.

__ADS_1


“brrr...” tubuh Judith terlihat gemetar meskipun ia sudah mengenakan sweater hangat dan angin di sana bisa menembusnya.


__ADS_2