Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 18 Terpeleset


__ADS_3

Kylie merasa kesal dan tak terima jika Judith bernasib lebih baik dari dirinya, apalagi CEO Vaska yang sudah lama di dambakan nya dan berharap bisa menjadi istrinya walaupun hanya sebagai istri kontrak, membuatnya semkin membenci Judith, melihat posisi itu sekarang ditempati oleh gadis lugu dan bodoh.


“Judith... aku menyesal kau sudah keluar dari ruangan ini. Kini aku tak bisa mengerjai mu.”Kylie menggigit bibirnya sambil mengepalkan tangannya menatap meja kosong tempat biasanya Judith duduk.


“Tunggu...! Siapa bilang meskipun kita tak satu ruangan aku tetap tak bisa mengerjai mu ?”Kylie tersenyum lebar setelah memikirkan sebuah cara bagaimana dia bisa kembali mengerjai rivalnya itu.


Dalam hati, gadis itu tetap tak percaya dan tak mau mengakui jika Judith saat ini menjadi sekretaris CEO. “Tidak mungkin gadis bodoh itu menjadi sekretarisnya tuan Vaska.”


Kylie keluar dari ruangan karena dia tak percaya jika belum melihat dan membuktikannya sendiri daripada mempercayai konsep yang beredar di kantor.


“tap-tap-tap”Kylie berjalan menuju ke ruangan CEO Vaska. Dia berhenti tak jauh dari ruangan CEO berada sambil menoleh ke kanan dan ke kiri melihat ke sekitar.

__ADS_1


“Sepertinya aman.”Kylie lebih mendekat lagi dan berdiri tepat di depan pintu ruangan setelah melihat jalanan di sekitarnya sepi.


Kylie melihat ke dalam. Bisa dilihat dari luar ada CEO di sana sedang menghampiri Judith.


“Jadi Judith benar-benar tidak dikeluarkan dari kerja ? Dan dia malah menjadi asisten CEO ? bagaimana dia bisa seberuntung itu ? **** !”Kylie mengepalkan tangan menahan kesal melihatnya.


Emosinya semakin terbakar saat melihat Judith terlihat dekat dengan CEO. “Bitch... ! Kau pasti menggoda CEO untuk mendapatkan posisi itu. Murahan sekali kau Judith ! Naif !”kesal pesan teringat perkataan sebelumnya dari situ jika dia sama sekali tak ingin ataupun berniat mendekati CEO.


Sebelum dirinya terbakar habis oleh emosi, Judith pergi dari sana dan kembali ke ruangannya.


“CEO ada apa ?”Judith ikut menoleh dan menetapkan luar kantor melihat CEO yang menatap keluar ruangan.

__ADS_1


“Tak ada, hanya tikus.”


Judith hanya mengerutkan alisnya mendengar jawaban dari CEO, kalau mana mungkin di kantor yang sebersih dan semewah ini ada seekor tikus di dalamnya.


“Judith ambilkan stempel yang ada di lemari dan berikan padaku sekarang juga.”Vaska duduk di kosannya sambil menoleh ke samping menatap Judith, menunggu gadis itu.


“Baik tuan Vaska.”


Judith berdiri dari tempat duduknya kemudian memberikan stempel di tempat yang ditunjuk oleh CEO. Dia berjalan dengan cepat menghampiri pria itu, namun di tengah jalan dia menginjak sesuatu dan membuatnya tergelincir. “Auwh...”tubuhnya melayang dan hampir jatuh di dekat Vaska.


“Oups... hampir saja.”Vaska gadis itu dan membawanya dalam pelukannya dengan posisi duduk.

__ADS_1


“Te-terima kasih tuan.”Judith terlihat pipinya memerah karena berada di pangkuan CEO. Tak hanya itu saja dia merasakan jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya. “I-ini tuan stempel nya.” ia segera menyerahkan stempel itu pada Vaska.


“Hati-hati is kalau jalan.”Vaska segera menerima stempel itu dan menaruhnya ke meja. Ia juga segera menurunkan Judith karena merasa bagian tubuhnya yang sensitif sedikit menegang setelah bersentuhan dengan Judith.


__ADS_2