
Terjadi baku hantam di dalam sel dan di luar sel antara pengawal violet melawan Osiris. Diluar sel terlihat para Osiris baju yang keras untuk menjatuhkan musuh mereka.
Sementara di dalam sel hanya ada tujuh pengawal saja namun ternyata kekuatannya jangan ditanyakan lagi seberapa kuat mereka.
“Pangeran Vaska cepat anda keluar dari sini bersama Raja Ernesto. Biar kami yang menghadapi violet ini.” ucap seorang Osiris sambil menghadang pengawal violet.
Pangeran Vaska pun mengganggu berterima kasih pada para Osiris di sana sebelum keluar dari sel.
“Cepat Judith sebelum ada pengawal violet yang menyadari kepergian kita.” panggil Pangeran Vaska agar istrinya itu mendekat padanya.
“Ya, sayang.” Judith yang berada jauh di belakang Pangeran Vaska segera berlari menghampiri pria itu. “Ayah izinkan aku membantumu berjalan.” Judith melihat suaminya kesulitan memapah Raja Ernesto dan bermaksud membantunya.
“Ya...” jawab Raja Ernesto dengan lemah. Bahkan pria itu juga tidak memperdulikan sebutan Judith padanya barusan.
__ADS_1
Tepat di saat Pangeran Vaska keluar dari sel tahanan, seorang pengawal Violet melihatnya dan segera bertandang kesana.
“Mau kabur ke mana kalian ? Tak akan ada yang bisa kabur dari sini.” pengawal Violet menghadang jalan mereka sambil tersenyum menyeringai.
“Judith kau pergi dulu dengan ayah, aku akan menghadapinya dulu.” Pangeran Vaska mendesak istrinya itu sambil menyerang pengawal Violet.
“Tidak sayang aku mau di sini menunggumu.”
“Pergi Judith ! Kau dan Ayah lebih penting daripada diriku.” Judith pun segera pergi karena baru kali ini dia mendengar suaminya berteriak sekencang itu.
Pangeran Vaska tak bisa menggunakan kekuatan vampir nya. menghadapi pengawal biasa saja apalagi pengawal dengan tingkat kekuatan yang lebih tinggi seperti ini.
“Hanya itukah kekuatan mu ?” Pengawal Violet melihat Pangeran Vaska yang kelelahan dan namanya itu sama sekali tak membuat dirinya terluka.
__ADS_1
Setelah beberapa kekuatan Pangeran Vaska pun terdesak. “Argh... !” ia berteriak nyaring saat sebelah pedang menembus lengannya. Beruntung bukan jantungnya yang terkena tusukan pedang. Dan seketika pria itu langsung ambruk ke tanah.
“Sayang.... tidak... !” Judith mendengar teriakan memilukan dari suaminya yang membuatnya terhenti di tengah jalan. Di saat ia akan kembali menyusul suaminya, datanglah pengawal Violet lainnya yang menghadang dirinya beserta Raja Ernesto.
“Kau mau kabur ke mana membawa tahanan ini, manusia bodoh ?!” Pengawal Violet tadi mengayunkan pedangnya di depan Judith.
“Tidak, pergi kau dari sini !” Judith termasuk mencari jalan lain untuk kabur namun pengawal Violet mengikutinya bahkan tak segan menebaskan pedangnya pada seorang wanita.
“Ayah.... !” Judith berteriak histeris saat pedang itu mengenai Raja Ernesto yang mencoba melindungi dirinya.
“Ayah.... !!!” dari kejauhan Pangeran Vaska bisa melihat ayahnya yang jatuh tersungkur dengan pedang menancap di dada. Namun pengawal Violet yang ada di dekatnya menginjak dadanya dengan keras yang membuatnya tak bisa bangkit.
“Kau...beraninya kau melukai ayahku !” Judith marah dan memukul pengawal Violet itu dengan tangan kosong yang membuatnya langsung roboh dengan sekali pukulan.
__ADS_1
“Judith... !” Pangeran Vaska berteriak histeris saat melihat wanitanya menyemburkan darah segar dan tergolek di samping ayahnya.
“Sayang bertahanlah demi aku.” Judith menutup matanya setelah menatap suaminya untuk terakhir kalinya.