
Di dalam kantor Judith sedang duduk di kursi.
“Ada apa dengan tuan Vaska ya ? Tidak biasanya ia tidak ada di ruangannya seperti ini ?” Judith masih kau pikirkan pada Vaska.
Di rumah Vaska
Pagi hari setelah bertarung dengan Marvell, pria itu segera kembali ke rumahnya saat mendengar suara Judith berjalan ke arah pintu.
“Judith tak boleh melihat hal ini. Aku tidak ingin dia melihatku dalam kondisi terluka seperti ini.” Vaska menatap ke arah jendela kamar Judith dimana terlihat gadis itu sedang berjalan ke arah jendela.
“zaap.” Vaska menghilang dalam sekejap dan tak lama setelahnya sudah berada di rumahnya yang mewah.
“Peter.” Vaska memanggil pelayan itu begitu ia tiba di sana. “Ya, tuan.” pria itu segera menghampiri Vaska. “Tuan, apa yang terjadi pada anda ?” terkejut melihat kondisi Vaska yang terluka.
“Bantu aku ke kamar.” ucap Vaska yang tak kuat berdiri lagi menatap pada Peter.
__ADS_1
Peter membantu Vaska berdiri dan memapahnya menuju ke kamar.
“Tuan bagaimana anda bisa seperti ini ?” tanya Peter lagi saat ia membaringkan tubuh tuannya ke tempat tidur. “Violet... aku terluka karena bertarung dengan violet.” Vaska menjelaskan singkat dan terlihat lemas.
Peter memeriksa kondisi Vaska yang menurutnya harus segera mendapatkan pertolongan secepatnya.
“Tuan, anda butuh darah pengganti untuk mengobati luka.” Peter membuka baju Vaska dan melihat luka sayatan di dada Vaska yang menganga meskipun tidak dalam lukanya. “Anda butuh darah, apa sebaiknya aku panggil gadis itu kemari ?”
“Maksud mu, Judith ?” Peter mengangguk menatap Vaska. “Jangan, jangan panggil dia. aku sudah banyak menghisap darahnya.” Vaska menolak dengan keras karena ia tak mau menyakiti gadis kecilnya itu. “Tapi anda butuh darah banyak sekarang, tuan.” Peter terus mendesak.
“Baik, tuan.” Peter segera keluar dari rumah dan mencari penyuplai darah untuk Vaska.
Peter di tengah kerumunan manusia dan matanya mengawasi ke sekitar untuk mencari gadis yang tepat menjadi blood successive tuannya.
“Sepertinya gadis itu cocok untuk tuan.” setelah satu jam melihat dengan teliti ia pun akhirnya menemukan seorang gadis cantik dan seksi untuk tuannya dan membawanya ke rumah segera setelah membuatnya dalam pengaruh bius.
__ADS_1
“Tuan ini blood successive untuk anda.” Peter membawa seorang gadis masuk ke kamar Vaska. “Ya, Peter.” Vaska duduk dan segera memeluk gadis berbaju hijau itu lalu mencium lehernya dan menghisap banyak darahnya, tepatnya lebih banyak darah yang ia hisap kali ini.
“Bawa dia pergi Peter.” Vaska menyerahkan kembali gadis itu pada Peter setelah selesai minum.
Setelah Peter membawa gadis tadi keluar dari kamar Vaska dan tetap membuatnya dalam kondisi terkena bius, Vaska kembali merebahkan dirinya di tempat tidur. Terlihat lukanya yang menganggap seperti gambar untuk pelan-pelan setelah ia mendapatkan asupan darah.
Di lain tempat di rumah Marvell.
Pria yang saat ini juga terluka parah setelah pertarungannya dengan Vaska terlihat duduk di kursi temani oleh lima gadis cantik dan seksi sekaligus.
“Kemari.” Marvell memanggil salah satu gadis yang berada dalam kondisi bius.
“Baik tuan.” gadis itu segera datang dan duduk di pangkuan Marvell. “Ahh...” Tak tanggung-tanggung Marvell segera menghisap darah gadis itu hingga puas. “bugh.” gadis tadi jatuh ke lantai lima menit setelahnya dengan tubuh menjadi kurus kering seketika.
“Kau kemari lah.” Marvell memanggil gadis lainnya dan ia pun kembali menghisap darah gadis itu sampai habis dan kering kerontang.
__ADS_1
“Sialan kau Pangeran ke-21 ! Lima darah manusia masih kurang untuk ku.”