Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 57 Tak Ada Yang Ingat


__ADS_3

“CEO Vaska, apa manajer Abel melihatnya ?” Judith mengulangi ucapannya.


Manajer Abel terlihat menautkan kedua alisnya lagi tak mengerti apa yang dibicarakan oleh gadis itu.


“Kau ini bicara apa ? Tidak ada nama Vaska di sini.”


“Lalu siapa CEO di sini ?”


“CEO Marvell. Apa yang terjadi padamu ? Apa kau masih membutuhkan cuti tambahan agar dirimu tenang setelah kematian ibumu ?” balas Manajer Abel kembali. “Ah ti-tidak manajer terima kasih atas kebaikannya, aku akan mulai kerja sekarang.” masuk ke ruangan kerjanya.


Judith duduk di kursinya. Di depannya terdapat setumpuk data yang harus ia kerjakan.


“Tugas ku menumpuk begini setelah cuti 3 hari.” Judith mengambil dokumen yang ada di mejanya dan segera mengerjakannya. “CEO Marvell ? Siapa dia ?” diam sejenak dan berpikir. “Kenapa Manajer Abel tidak mengingat tuan Vaska ? Aku benar-benar tidak mengerti.” menatap ke luar ke arah ruangan Vaska yang sekarang di duduki Manajer Abel.


Ia terus menatap pria yang duduk di ruangan sana. Dimana di kursi itu biasanya Vaska yang duduk. “Kenapa sekarang aku bekerja pada manajer Abel ?” gumamnya heran dengan perubahan mendadak ini.

__ADS_1


“Aku tidak percaya dengan semua ini. Tidak mungkin tuan Vaska menghilang begitu saja dari ingatannya. Mungkin saja staf yang lain masih mengingatnya. Aku yakin itu.” Judith kembali menatap monitor di depannya, melanjutkan pekerjaannya.


Sekeras apapun ia berusaha konsentrasi untuk menyelesaikan tugasnya hari ini namun ia tetap terus memikirkan Vaska.


Beberapa jam setelahnya, Judith memerlukan kopian data untuk file yang akan ia serahkan pada manajer Abel.


“Aku akan menggandakan data ini.” Judith mengambil sebuah file kemudian keluar dari ruangan menuju ke ruang fotocopy.


Di sana banyak staf lainnya yang juga sedang mengantri untuk menggandakan dokumen mereka.


“Judith... kau sudah masuk ?” ucap seorang staf yang menunggu antrian. “Aku Turut berduka cita atas kematian ibumu.” memeluk Judith.


Dan setelahnya para staf lainnya yang ada di sana satu per satu pergantian mengucapkan bela sungkawa pada Judith.


“Apa kalian tahu ke mana CEO Vaska pindah ?” ucap Judith bertanya pada salah satu staf yang ada di sana.

__ADS_1


Staf lainnya yang ikut mendengar pertanyaan dari Judith saling pandang sat sama lain.


“CEO Vaska siapa maksud mu ?” timpal staf itu dengan menautkan kedua alisnya. “Apa... jangan bilang kau juga tak mengenal tuan Vaska.” Judith terkejut sambil menutup bibirnya karena tak percaya pada apa yang ia dengar. “CEO Marvell maksud mu ?” Judith hanya diam saja dan tak bergeming.


“bugh !” file yang dibawa oleh Judith jatuh ke lantai.


“Aku masih tak percaya dengan apa yang mereka ucapkan semuanya. Tidak mungkin mereka tidak mengingat tuan, dan hanya aku saja yang mengingat nya.”


“Judith tunggu.... ! Kau mau ke mana ?” panggil salah satu staf melihat Judith yang berlari keluar dari ruang fotocopy.


“Satu orang yang pasti tahu tentang tuan Vaska. Kyle.” berlari menuju ke ruangan Kyle. “Ya dia pasti ingat pada CEO.”


Judith tiba di ruangan Kyle, yang merupakan ruangan tempat kerjanya dulu.


“Kyle ada yang ingin ku tanyakan padamu.” Judith berjalan cepat dan menghampiri Kyle. “Ya Judith ?” Kyle menoleh ke arah Judith. “Apa kau tahu di mana CEO Vaska ?”

__ADS_1


“CEO Marvell maksud mu ?” jawab Kyle tersenyum tipis. “Tidak ini pasti tidak benar. Kau juga lupa pada tuan Vaska ?” Judith syok.


Ia kemudian berlari keluar dari ruangan itu dengan perasaan sedih yang bercampur aduk.


__ADS_2