
Mulai terjadi keributan di sana dimana para Matheos yang tersulut emosinya mulai menyerang Vaska dan Putri Lily yang tetap melarang warganya yang melindungi Vaska.
“Hentikan keributan ini !” Raja Alfonso datang tepat di saat Vaska melakukan serangan balik melawan Matheos. “Ada apa kalian semua ribut-ribut seperti ini ?” Berdiri di depan warga Matheos dan menatap mereka semua kemudian beralih menatap Putri Lily. “Kau penyusup apa tujuan mu datang kemari ?” menatap Vaska yang berada di samping putri Lily.
“Kami ingin memberi pelajaran pada penyusup ini yang mulia.” salah satu Matheos menjawab sebagai perwakilan. “Dia juga berani menyinggung putri, yang mulia.” Matheos lainnya menambahkan.
“Apa itu benar putri ku ?” Raja Alfonso menatap putrinya dengan amarah yang tersulut setelah mendengar pengakuan dari warganya. “Tidak ayah, dia hanya kemari untuk bicara dengan kita.” Putri Lily menjelaskan dan menyangkal ucapan Matheos.
“Kenapa putri ini malah membelaku ?” Vaska menatap Putri Lily dan merasa aneh saja pada sosok wanita itu karena ia sama sekali tidak mengenalnya dan juga tak ada hubungan dengannya.
Vaska merasa senang bisa bertemu dengan Raja Matheos yang sudah lama ia cari.
__ADS_1
“Raja Matheos aku kemari tidak ingin bermusuhan dengan kalian karena kita ini masih dalam satu ras, vampir.” Vaska maju dan menghampiri Raja Alfonso. “Aku kemari hanya ingin minta penawar saja.” menyampaikan maksudnya dan menahan serangannya pada warga Matheos.
Raja Alfonso tak mengerti apa yang diucapkan oleh vampir muda seperti Vaska.
“Penawar apa yang kau maksud ? Kami warga Matheos tidak pernah menyakiti siapapun.” Raja Alfonso menatap tajam Vaska. “Semua warga di sini terjangkit penyakit setelah kalian menghisap darah mereka. Aku minta pada mu untuk memberikan penawar pada semua warga di sini.” Vaska memperjelas maksudnya.
“Oh... jadi mereka semua sakit itu karena kami ?” Raja Alfonso mempertegas maksud dari Vaska. “Itu semua bukan salah kami. Salahkan saja mereka yang mempunyai tubuh lemah dan rentan terhadap semua penyakit !” tak mau di salahkan dan malah tertawa lebar menertawakan kelemahan manusia.
“Baiklah jika kalian tak mau memberikan penawarannya maka jangan sekali-kali kalian semua menyentuh ataupun meminum darah mereka tetes pun mulai dari sekarang.” Vaska memberikan peringatan tegas pada para Matheos.
Ucapan dari Vaska ternyata memicu amarah Raja Alfonso.
__ADS_1
“Kau bocah baru kemarin sore...” Raja Alfonso merasa Vaska menginjak harga dirinya. “Lancang sekali kau !” tak bisa menahan emosinya lagi.
Raja Alfonso yang murka pun menyerang Vaska dengan kekuatan teknik bulan sabit kembarnya.
“Bermimpi saja bisa menyentuh ku !” Vaska dengan mudah menghindari serangan dari Raja Alfonso.
Raja Alfonso semakin marah dan membuatnya menyerang dengan kekuatan yang lebih besar, bahkan para Matheos ikut bergerak membantunya tanpa diperintah.
“Sialan !” Vaska menghindari serangan mereka semua. “Jika berani serang satu lawan satu bukan keroyokan seperti ini.” Vaska pun tak segan menunjukkan kekuatannya di depan mereka semua.
Pertukaran kekuatan jadi beberapa lama dan terlihat Vaska mulai terdesak, juga terluka.
__ADS_1
“Terima ini !” Raja Alfonso mengeluarkan kekuatan pamungkasnya, angin pemecah gunung pada Vaska. “Tidaakk... !” Putri Lily yang tahu jika kekuatan itu akan melukai Vaska menangis serangan ayahnya. “Pergi... ! Cepat pergi dari sini dan jangan pernah kembali ke mari !” Putri Lily menoleh ke belakang ke arah Vaska dan memintanya segera pergi dari sana.
Vaska yang terluka pun akhirnya segera pergi dan menghilang dari sana.