
Beberapa hari kemudian di kantor tempat Judith bekerja. Gadis itu mendapatkan tugas dari manajer Abel untuk mengantar dokumen yang sangat urgen pada CEO Marvell.
“Ini Judith berkas yang harus kau bawa ke ruangan CEO Marvell.” Manajer Abel menaruh berkas kemeja dan menunjukkannya pada Jufdith.
“Ya manajer.” tanpa banyak bicara atau bertanya lagi, Judith mengambil dokumen itu dan membawanya menuju ke ruangan CEO Marvell.
Setibanya di depan kantor CEO Marvell, Judith berhenti di depan pintu yang sedikit terbuka. Ia akan mengetuknya dan secara tak sengaja terlihat situasi yang sering terjadi di ruangan CEO.
“Kyle ?” pekik Judith terkejut saat melihat wanita itu bersama dengan CEO Marvell, tepatnya berduaan dan Kyle berada di pangkuan pria itu. “Kenapa Kyle sampai seperti itu di tempat kerja ? Apa ia tidak takut jika yang lain akan melihatnya dan menggunjingkan dirinya?” membatalkan mengetuk pintu dan menunggu dua orang itu kembali tempatnya masing-masing.
Kyle yang yang hari ini menjadi bahan pembicaraan semua gadis yang berada di perusahaan itu resmi di angkat menjadi sekretaris CEO Marvell satu bulan yang lalu dan pindah ke kantor CEO.
__ADS_1
“Sebagai sekretaris, Kyle benar-benar ceroboh begitu.” melihat Kyle yang menyentuh pipi CEO Marvell dengan tersenyum kecil. “Oh sudahlah itu bukan urusanku. Tugas ku kesini hanya mengantar ini.” masih menunggu dan tak bisa melepaskan pandangan matanya dari mereka berdua.
Judith melihat apa yang dua insan itu lakukan di sana dan tentu saja mendengar semua pembicaraan mereka.
“Judith... kau adalah wanita ku.” CEO Vaska menyingkap rambut panjang hitam yang menutupi leher Kyle. “Ya CEO.” balas Judith singkat menanggapi. “Sekarang sudah saatnya.”
Judith melihat CEO Marvell menjentikkan jemari nya.
“Tac !” Dan setelahnya Judith seperti hilang kesadaran dengan tubuh terkulai lemas layaknya orang pingsan. Tak lama setelahnya, CEO Marvell membawa gadis itu dalam pelukannya. Dan yang lebih mengejutkan lagi pria itu mencium leher Kyle dengan mata yang berubah merah di satu sisi saja, sisi kanan.
“Argh...apa itu yang barusan aku lihat ?” Judith kembali terkejut dan menutup bibirnya agar tidak bersuara. “CEO Marvell barusan menghisap darah Kyle ?! Apa dia vampir ?” Judith tak percaya dengan apa yang dilihatnya sampai ia mengucek kedua matanya dan memang benar yang dilihatnya, tidak salah.
__ADS_1
“tuk... !” Judith yang sangat terkejut secara tak sengaja menjatuhkan bolpoin yang ia bawa.
“Siapa di sana ?” ucap CEO Marvell salah mendengar suara benda jatuh di lantai di depan kantornya.
Judith tak berani bersuara dan gemetar karena takut pria itu akan mengetahui dirinya. “Oh tidak aku harus segera pergi dari sini sebelum pria itu mengetahui aku datang kemari.” Judith kemudian mundur pelan tiga langkah ke samping ke kanan dan setelahnya Iya segera pergi dan menjauh dari sana.
“Tac !” CEO Marvell kembali menjentikkan jarinya dan seketika Kyle yang matanya terpejam kini terbuka kembali setelahnya.
“Kyle aku seperti melihat ada seseorang di depan pintu, kau pergi dan coba periksa sekarang.” ucap pria itu memberi perintah.
“Tentu saja tuan.” Kyle turun dari pangkuan pria itu dan berjalan ke depan. “Tak ada siapa-siapa di sini.” Kyle membuka pintu lebar dan tak menemukan siapapun di sana.
__ADS_1
“CEO tak ada orang di sini.” Kyle kembali masuk ke ruangan menuju ke tempat duduknya.
“Aneh sekali, tadi aku benar-benar merasakan ada seseorang yang berada di sana.” CEO Marvell menatap ke arah pintu yang memang tak ada orang di sana.