Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 122 Kembali Ke Posisi Semula


__ADS_3

Satu minggu berlalu dan kondisi Judith saat ini sudah pulih. Ia sudah berada di rumahnya sendiri dan akan berangkat kerja hari ini.


“Tap... tap...” Judith berjalan dan berhenti di depan ruangan Manajer Abel namun di sana masih kosong.


Dari arah belakangnya banyak staf yang berjalan melintasinya.


“Judith, bagaimana kabar mu ?” ucap seorang staf berhenti dan menghampiri Judith. “Katanya kau kecelakaan dan patah tulang. Apa kau sudah baikan sekarang ?” ucap staf lain ikut bertanya. “Oh... jadi tuan Vaska membuat ingatan baru pada mereka jika aku tidak masuk karena mengalami kecelakaan.” Judith menautkan kedua alisnya menatap dua staf tadi. “Ya sudah baikan meskipun belum 100% pulih.” menunjukkan pergelangan kirinya yang masih diperban.


“Syukurlah jika begitu. Maaf kami belum sempat menjenguk mu karena ada acara giat kantor di luar.” ucap staf lain menimpali. “Tidak apa.” jawab Judith tersenyum kecil dengan perhatian para staf tadi padanya.


Staf tadi kemudian segera melanjutkan Jalan mereka menuju ke ruang absensi karena mereka belum absen.

__ADS_1


“Mungkin tugas ku menumpuk selama aku tinggal cuti.” Judith kemudian masuk ke ruangan dan menuju ke tempat duduknya. Hal yang aneh terjadi di sana. “Tak ada tugas sama sekali untukku ? Padahal aku sudah berhari-hari tidak masuk.” melihat mejanya yang bersih dan rapi. “Apa tuan Vaska mengubah sesuatu ?” keluar dari ruangan.


Manajer Abel datang masuk ke ruangan tepat di saat Judith akan berjalan menuju ke pintu.


“Judith... kau sudah masuk ?” ucap pria itu terkejut karena diterangkan di surat cutinya gadis itu mengambil cuti sampai 10 hari ke depan. “Ya manajer Abel, aku sudah merasa jauh lebih baik dan aku takut saja jika tidak masuk terlalu lama maka tugasku akan menumpuk setinggi gunung merapi.” tersenyum kecil.


“Apa tuan Vaska menyuruhmu ke sini untuk mengantarkan sebuah dokumen padaku ?” tanya Manajer Abel tiba-tiba. “Bukankah ruangan ku di sini, kenapa Manajer Abel bilang begitu ?” Apa mungkin tuan Vaska merubah kembali semuanya. Jadi di mana ruangan ku yang sebenarnya ?” Judith terlihat bingung. “Tidak Manajer Abel, aku ke sini hanya ingin menyampaikan pada manajer saja jika aku sudah masuk.” ucapnya beralasan. “Permisi, jika begitu.” Judith kemudian berpamitan dan keluar dari ruangan Manajer Abel.


Di kantor Vaska. Pria itu duduk dan dari tadi menatap ke arah luar pintu.


“Dimana Judith ? Kenapa dia belum datang juga ? Harusnya tadi dia berangkat bersamaku saja.” Vaska terlihat tidak tenang kenapa ia tadi tidak mampir ke rumah Judith saja. “Sebaiknya aku cari saja dia.” berdiri dari tempat duduknya kemudian keluar dari kantor untuk mencari kekasihnya.

__ADS_1


Di tengah jalan menuju ke kantor Vaska, Judith berhenti sejenak setelah melihat kedatangan seorang pria.


“CEO Marvell ?” Judith menatap pria itu dengan gemetar hingga membuatnya mundur, takut jika Marvell kembali melakukan sesuatu padanya. “Jadi kau sudah masuk ?” Marvell tersenyum lebar menatapnya.


“Itu kan Marvell ?!” Vaska melihat Judith sedang bersama Violet. “Gawat, jangan sampai ia melukai Judith lagi.” berlari dengan cepat menuju ke arah Judith berada.


“Marvell minggir kau ! Jangan ganggu Judith lagi !” bentak Vaska setibanya di depan mereka berdua. “Judith ayo cepat masuk ke kantor.” Vaska beralih menatap Judith dan memegang tangannya kemudian segera berjalan meninggalkan Marvell.


“Ha... semuanya belum berakhir.” Marvell tersenyum menyeringai menatap mereka berdua.


“Tuan kenapa mengajakku ke sini ?” tanya Judith setibanya di kantor Vaska. “Kantor mu sekarang di sini, bersamaku.” Vaska menjelaskan singkat. “Benarkah ? Jadi aku kembali menjadi sekretaris mu ?”

__ADS_1


Judith tersenyum lebar menatap Vaska dan segera duduk di kursinya.


__ADS_2