Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 176 Judith Terinfeksi


__ADS_3

Vaska berniat untuk mencari Matheos namun kesibukannya sebagai dokter dengan pasien yang membludak dari hari ke hari membuatnya belum sempat menemui vampir yang ternyata masih serumpun dengan dirinya itu.


“Sayang lihatlah pasien yang datang bertambah banyak dan kondisi mereka parah.” Judith berjalan bersama Vaska menuju ke tempat praktek yang terlihat pasien yang sudah mengantri di sana.


“Ya, aku seharusnya mencari penawar untuk mereka semua. Tapi bagaimana aku bisa keluar sedangkan waktuku habis di sini.” Vaska menanggapi kemudian segera masuk lewat pintu belakang.


Di depan Judith memberikan kartu pasien dan nomor antrian pada mereka.


“Pasien 01 silahkan masuk.” Judith memanggil pasien nomor urut pertama. “Baik.” pasien tersebut segera masuk ke periksa.


Vaska melihat pasiennya dengan kondisi yang parah dan bisa diperkirakan akan mati jika tidak segera mendapatkan pertolongan.


“Lagi-lagi pasien parah seperti ini yang datang kemari. Apa yang harus kulakukan untuk mengatasi ini ?” sebagai dokter, hatinya kembali merasa miris saat melihat pasien yang ditanganinya berada di ujung usianya tanpa bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


“Minum obat ini setiap tiga jam sekali dan jangan sampai terlambat meminumnya.” Vaska memejamkan mata beberapa saat, kemudian menyerahkan obat itu pada pasien. “Terimakasih dokter Vaska.” pasien menerima obat dan segera keluar dari sana.


Malam hari, dua jam setelah Vaska menutup tempat prakteknya. Ia terlihat duduk di sebuah sofa dengan tidak tenang.


“Sayang kau kenapa ?” Judith keluar dari sebuah ruangan dan menghampiri Vaska yang duduk di ruangan tengah dengan wajah yang gelisah. “Aku akan mencoba mencari penawar untuk semua warga yang ada di sini.” Vaska merasa sudah berada di ujung batas kesabarannya melihat semua penderitaan warga.


Ia pun berdiri dan bersiap untuk keluar.


“Sayang kau mau ke mana ?” Judith mengikuti Vaska yang berjalan terburu-buru menuju keluar rumah. “Judith kau masuk ke rumah. Aku akan keluar sebentar. Jangan keluar rumah jika aku belum kembali.” Vaska berhenti sebentar, melarang gadisnya mengikuti dirinya.


Di dalam rumah, Judith masuk ke kamar untuk menunggu Vaska kembali.


“Hiss... kenapa aku tiba-tiba merasakan gerah ?” Judith tiba-tiba berkeringat dan ia pun mengambil remot AC lalu membuat lebih dingin dari sebelumnya. Tanpa dia ketahui, kulitnya mulai berubah warna dan memerah di beberapa bagian tubuh.

__ADS_1


Di luar rumah, Vaska berlari dengan cepat masuk ke hutan untuk mencari keberadaan Matheos.


“Kalian Matheos keluarlah !” Vaska berhenti di tengah hutan dan berteriak memanggil Matheos.


Dari arah timur terlihat seekor burung putih terbang dan menghilang di tengah perhimpunan pohon setelah mendengar teriakan Vaska.


“Tunggu ! Jangan lari kau !” Vaska melihat pergerakan Matheos dalam wujud burung dan ia pun mengejarnya. “Berhenti !” Vaska berhasil mendahuluinya dan sekarang sudah ada di depan Matheos yang kini berubah menjadi sosok aslinya.


“Apa mau mu ?” Matheos melihat ketakutan saat Vaska berhasil menangkapnya dan mencengkeram lehernya. “Bawa aku menemui Raja kalian.” Vaska menajamkan tatapan nya seolah ingin membunuhnya.


“Tidak... kenapa kau ingin menemui raja ku ?” Matheos itu menolak dan berusaha melepaskan tangan Vaska dari lehernya. “Antar aku ke sana sekarang jika kau masih ingin hidup.” Vaska mempererat cengkraman nya.


“Uhuk...” Matheos kesulitan bernafas. “Baiklah, lepaskan aku dulu.” mengajukan persyaratan.

__ADS_1


Vaska kemudian melepaskan Matheos tersebut dan mengikutinya masuk ke dalam hutan.


__ADS_2