
Vaska dan Judith kemudian tiba di tenda.
“Judith aku Ingatkan lagi padamu jangan sampai kau keluar sendirian di sini, karena aku belum mengetahui secara detail tempat ini. Dan aku tak ingin sesuatu terjadi padamu.” Vaska kembali mengulangi perkataannya saat duduk di luar tenda dan makan bersama Judith. “Ya, aku hanya keluar sebentar saja. Tak perlu khawatir sayang.” Judith mengelus lembut pipi Vaska.
Mereka berdua melanjutkan makan sup jamur dan kembali mengobrol sambil menghabiskan sarapan mereka.
“Bagaimana warga di sini, apa mereka suka denganmu ?” Vaska menghentikan makannya sejenak dan menatap Intens kekasihnya. “Sepertinya mereka orang yang baik namun ada yang aneh, beberapa anak dari mereka pada sakit semua.” Judith menceritakan keanehan yang dirasakannya. “Sakit bersamaan maksudnya ? Mungkin saja karena cuaca yang tidak menentu di sini. Dan kau harus jaga dirimu agar tidak drop dan sakit seperti mereka.” timpal Vaska yang terlihat memperhatikan sekali kekasihnya dan melanjutkan kembali makan siangnya.
Hingga sore hari para pasukan vampir Peter terlihat masih bekerja keras untuk menyelesaikan rumah Vaska.
__ADS_1
“Cepat sekali mereka bekerja.” Judith ikut bersama Vaska melihat proses pembangunan rumah yang akan mereka tempati dan melihat secara langsung proses pembangunannya. “Mungkin besok rumah ini sudah siap kita tempati.” Vaska yang berdiri di samping Judith, merangkul gadis itu sambil menatap rumah yang sudah 60% jadi. “Ya...” Judith hanya tersenyum kecil menanggapi dan menatap intens Vaska.
Hingga malam hari mereka berdua masih di sana dan melihat proses pembangunan rumah yang akan mereka tempati.
“Kau mengantuk tidak, bagaimana jika kita kembali ke tenda sekarang ?” Vaska merasa sudah lama mereka berdua menunggu di sana dan sekarang saatnya ia mempunyai waktu privasi bersama Judith.
Judith hanya tersenyum kecil saja menanggapi Vaska, karena baginya sama saja berada di tenda ataupun di sini asalkan itu bersama dengan pria itu.
“Judith...” Vaska sudah sampai di tenda dan saat ini ia sedang duduk di dalam tenda bersama Judith. “Bolehkah aku...” menyentuh leher Judith. “Ya sayang.” Judith menyingkap rambutnya agar lehernya terlihat jelas dan rasanya itu bisa leluasa menghisap darahnya. “Aah...” gadis itu merintih saat Vaska mulai mencium lehernya kemudian menghisap sedikit darahnya dan hanya bisa memeluk leher Vaska.
__ADS_1
Setelah selesai menghisap darah Judith, Vaska memberikan gadisnya itu.
“Mmm...” tiba-tiba Vaska mencium bibir Judith. “Aah... sayang apa yang kau lakukan ?” Judith mendesah saat Vaska beralih mencium dadanya dan lama bermain di sana yang membuat tubuhnya gemetar. “Kita sedang ada di tenda...” Judith memegang bajunya yang sudah terbuka.
“Aku tak masalah melakukannya di sini sekalipun.” Vaska menarik tangan Judith dan segera melepas baju gadisnya. Ia pun mulai mencium bibir Judith.
“Aah...uuh... ohh...” Judith terus mendesah saat Vaska mulai membenamkan tubuhnya bergerak berirama menyatu dengan dirinya.
Dari luar terlihat tenda Vaska bergoyang hebat di tengah dinginnya angin malam yang berhembus.
__ADS_1
“kuuuk...” terlihat burung hantu putih bertanduk yang terbang dari pohon ke udara dan menghilang setelah melihat tenda Vaska yang bergoyang semakin kencang.