Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 54 Eksekusi


__ADS_3

“Klik.” pengawal menjebloskan Vaska dan Judith ke sel tahanan khusus dimana sel itu hanya diperuntukkan untuk vampir kelas atas dan hanya ada mereka berdua dalam sel.


Mereka pergi setelah mengunci sel tahanan dan membiarkan mereka berdua di sana.


Judith menghampiri Vaska yang duduk di sudut sel dan tertunduk.


“Tuan Vaska... kenapa tuan harus berbohong demi aku ?” duduk di samping Vaska dan menyentuh pipinya. Dan kenapa harus mengorbankan nyaman demi aku ? Hidup ku sudah tidak ada artinya lagi. Sebaiknya aku saja yang dihukum agar tuan Vaska bisa terus melanjutkan hidup.


Vaska mengangkat kepalanya dan menatap intens gadisnya.


“Judith... ini semua salah ku. Maka aku yang harus menanggungnya.” menatap tepat ke mata Judith. “Selain itu manusia hanya punya satu nyawa, berbeda dengan kami.” menjelaskan alasannya.


Ya di kisahkan seorang vampir dengan level kekuatan tinggi bisa di bangkitkan kembali setelah kematiannya dengan melakukan sebuah ritual khusus. Tentu saja tidak semua vampir bisa bangkit lagi dari kematiannya. Dan itu hanya sekali saja.

__ADS_1


“Maksud tuan ?” tanya Judith memperjelas. “Dengarkan aku.” Vaska berbisik lirih di telinga gadisnya. “Besok saat hari eksekusi. Bawa tubuh ku dan bla-bla.....” Vaska menjelaskan rencananya panjang lebar pada gadisnya.


Judith hanya mengangguk saja dan mendengarkan penjelasan dari pria itu dengan seksama dan merekamnya dalam ingatannya.


Malam hari sebelum dijatuhkannya hari eksekusi pada keesokan hari, Raja Ernesto datang ke pertahanan untuk menemui putranya.


“Ayah....ada apa ayah kemari ?” Vaska yang duduk ketika berdiri dan menghampiri ayahnya di depan sel. “Aku mau memberimu tawaran terakhir.” jawabnya karena merasa benar-benar tak rela harus kehilangan putra yang sudah lama ia besarkan.


“Kau... aku sudah memberikan penawaran terbaik untukmu, tapi kau mengecewakannya. Sayang sekali !” Raja Ernesto terlihat marah dan ia pun segera keluar dari sel tahanan karena tidak berhasil membujuk putranya.


Keesokan paginya, di hari eksekusi. Vaska dan Judith berada di sebuah lapangan terbuka dengan tubuh mereka yang terikat rantai pada kaki dan juga tangan mereka.


“Klang.” pengawal istana kerajaan membuka rantai yang mengikat tubuh mereka berdua.

__ADS_1


Seorang nama lain datang dan membawa tubuh Vaska beserta Judith ke tengah lapangan agar semuanya bisa menyaksikan dan tak ada yang berani melakukan hal tersebut.


“Tuan...” Judith menatap Vaska sebelum eksekusi dimulai.


“Pengawal eksekusi sekarang.” ucap Raja Ernesto memberi perintah pada pengawal yang bertugas untuk mengeksekusi.


“Baik yang mulia.” seorang pengawalan membawa pedang panjang menghampiri Vaska dengan menunjukkan pedang yang sudah terlepas dari sarungnya.


Judith gemetar melihat pedang tajam yang akan menyayat tubuh Vaska.


“Tuan tidak....” Judith menatap pengawal kerajaan yang berdiri di depan Vaska dan menghunuskan pedangnya. Ia pun memeluk Vaksa dari samping. “Judith minggirlah. Ingat pesan ku.” Vaska tersenyum menatap gadis kecilnya sebelum dieksekusi.


“Arg... tidak... !” teriak Judith saat melihat pedang menyayat tubuh Vaska di sampingnya. “Judith...” panggil Vaska dengan berlumuran darah yang keluar dari bagian perutnya. “Tuan.... !!!” teriak Judith menyayat hati. Tetap saja ia meneteskan air matanya melihat kejadian itu dengan kesedihan yang mendalam. “Tuan...!” Judith memeluk tubuh Vaska yang berlumuran darah dengan erat.

__ADS_1


__ADS_2