
Keesokan hari nya Judith mengajukan cuti selama beberapa hari untuk mencari batu kehidupan. Pagi hari setelah ia bersiap dan sarapan pagi, Judith menuju ke sungai black pearl yang berada 40 km dari rumahnya.
“Apakah di sini tempatnya ?” Judith tiba di sebuah pedalaman setelah melalui perjalanan selama tiga jam lamanya. “Tak ada sungai di sini.” melihat kembali peta yang di bawanya yang ia dapat dari Peter dan mencocokkan lokasi tempat ia berada saat ini apakah sudah benar atau belum. “Lokasinya memang benar di sini.” melihat lokasi tempat ia pada saat ini dengan lokasi yang di peta sama.
Judith memasukkan kembali peta yang ia bawa ke tas. Ia menatap ke sekitar tempatnya dipenuhi oleh pohon-pohon tinggi dan rendah seperti kawasan hutan.
“Apa mungkin letak sungai itu ada di dalam hutan ini ?” Judith kemudian berencana melewati jalan setapak yang ia lihat di tengah hutan. Karena sebenarnya sudah mendapatkan informasi jika area kawasan itu berbahaya maka dia pun menyiapkan beberapa alat yang bisa ia pakai untuk melindungi dirinya sendiri.
“Sepertinya tidak ada apa-apa di hutan ini yang perlu dikhawatirkan.” Judith masuk hingga ke tengah hutan dan tidak menemui binatang atau sesuatu yang berbahaya di sana.
Tanpa sepengetahuan gadis itu, sepasang mata mengawasinya dari kejauhan, jauh di dalam hutan dan mengawasi setiap gerak-geriknya.
__ADS_1
“sraak...!” di tengah jalan Judith berhenti saat mendengar suara derap langkah kaki dari arah barat tempat ia berdiri sekarang.
“Oh suara apa itu ?” Judith berbalik dan menoleh ke belakang. “Itu....” Judith seketika mundur dengan tubuh gemetar saat melihat seekor serigala berbulu perak berkilauan datang menghampirinya dengan mata merah dan taring tajam menatap ke arahnya.
“Serigala jenis apa ini aku tidak pernah melihat serigala seperti ini sebelumnya.” Judith menatap serigala yang terus berjalan mengikutinya. “Aku tidak berniat mengganggu mu di sini, aku ke sini hanya untuk mencari sungai black pearl.
“Argh... !” Judith seketika berlari saat melihat serigala itu terus mendekatinya dengan membuka mulutnya lebar-lebar sambil menunjukkan sederetan taringnya yang tajam seolah bersiap akan mengoyak tubuhnya.
“Apa yang harus kulakukan ?” Judith semakin gemetar dan terdesak saat ia tak bisa lari lagi dan membentur sebuah pohon besar dan tinggi, sedangkan serigala berbulu perak tadi melompat dan menerkamnya.
“Aku tak boleh kalah di sini. Berpikir Judith, berpikirlah.” di tengah rasa takutnya Judith mencoba untuk berpikir tenang dan mencari solusi untuk menyelamatkan dirinya sendiri dan ia baru ingat jika sebelumnya ia membawa pisau lipat di tasnya.
__ADS_1
Dengan cepat Judith mengeluarkan pisau lipat dari tasnya.
“slash !” Ia pun membuka pisau lipatnya kemudian melakukan beberapa menit serigala tadi melompat ke atas tubuhnya.
“woof.” darah keluar dari tubuh serigala berburu perak tadi setelah binatang itu tergeletak di tanah.
“Apakah dia sudah mati ?” Judith melihat serigala itu yang masih terbuka matanya dan melihatnya dengan kaki yang bergerak. “Sebaiknya aku segera pergi dari sini sebelum binatang itu bangkit dan mengejar ku lagi.
Judith kemudian berlari secepat yang dia bisa menjauh sejauh mungkin dari serigala berbulu perak, dan masuk lebih dalam ke hutan.
“Auuw...” setelah kepergian Judith, serigala berbulu perak yang terluka tadi kembali berdiri. Dalam sekejap luka sayatan di tubuhnya pulih. Tak hanya itu tiba-tiba serigala tadi berdiri dan berubah wujud menjadi sosok manusia. “auuw...” sosok itu kembali melolong dan tak lama setelahnya beberapa serigala keluar dari sarangnya.
__ADS_1