Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps.151 Korban Lainnya


__ADS_3

Di sisi bagian lain hutan kesepuluh anak lelaki tadi masih bermain dengan temannya. Seperti biasa, mereka bermain kasti di tempat yang lapang itu karena di sana tempatnya luas dan lagi mereka akan mengganggu siapapun di sana.


“Phokk.” Noël menampik bola yang dilempar ke arahnya dengan keras. Bola melesat ke atas dan anak itu segera berlari ke base berikutnya. “Sepertinya bola baru akan jatuh beberapa saat lagi.” melihat ke atas dan menempati bolanya yang masih membumbung tinggi.


Noël kemudian berlari lagi ke base berikutnya dan terus berlari hingga ke base ke-3 dan berhenti karena melihat bolanya sudah ditangkap.


“Kau siap ?” Buddy bersiap melemparkan bola pada temannya. “Phakk.” seorang anak lelaki menampik bola dengan keras dan dia pun segera berlari ke base pertama dan terus berlari ke base ke-2 karena melihat bolanya masih membumbung tinggi di udara.


“Aku juga harus bergerak.” Noël berpindah ke base 4 di mana di sana sudah ada dua temannya yang menunggu. “Kalian berdua ayo cepat lari.” mengajar dua temannya yang sudah ada di sana duluan untuk berlari mengikutinya.


Saat bolanya hampir tertangkap ia kembali berlari dan mempercepat larinya dengan dua temannya.


“Home run.... !” teriak Noël bersama dengan dua temannya yang berhasil mencetak home run.

__ADS_1


Permainan terus berlangsung dan semakin seru karena hasil dari kedua grup seri.


“Stop !” Buddy berteriak dan meminta semua temannya untuk berhenti dulu. “Kita istirahat dulu sebentar baru nanti lanjut lagi.” terlihat anak itu menyeka keringatnya yang mulai bercucuran. “Ya baiklah. Aku juga haus.” timpal anak lain yang juga merasa lelah setelah satu jam lebih mereka bermain.


Tak lama setelahnya mereka semua bubar dan mengambil botol minuman yang mereka bawa dari rumah.


“Glek...glek...” beberapa anak segera minum air mineral yang mereka bawa, termasuk Buddy. “huft...” Noël duduk dan meluruskan kakinya setelah menenggak habis satu botol air mineral.


“Kenapa siang begini ada burung hantu yang terbang ?” Kenny, anak lelaki lain menunjuk seekor burung yang terbang di atas mereka. “Aku juga tidak tahu mungkin saja itu burung tersesat.” Buddy ikut melihat dan menimpali.


“Kuuuk...” tak lama setelahnya burung tadi terbang menukik ke bawah dan mendarat di tanah tepat di tengah mereka semua.


“Ternyata dia bukan burung hantu meskipun hampir mirip dengan burung hantu.” Noël melihat burung putih itu terlihat bersih dan mempunyai tanduk yang membuatnya terlihat semakin menarik. “Apa mungkin dia adalah rajanya burung hantu ?” Noël penasaran karena bentuknya yang berbeda sekali dengan burung yang pernah ia temui selama ini.

__ADS_1


“Kemari lah... aku punya sesuatu untuk mu.” Buddy yang ingin memegang burung tadi mengeluarkan kacang dari saku bajunya lalu menaruhnya di tangan kiri. “kuuuk....” burung itu datang dan mendekat. Namun ia tidak memakan kacangnya dan malah menyemparnya dengan sayapnya yang membuatnya jatuh berserakan ke tanah.


“Itu bukan makanannya mungkin ia hanya mau ikan.” Kenny menimpali dan membuka tangannya memanggil burung tersebut. Anehnya burung itu malah melompat ke tangannya dan terus berjalan hingga ke bahunya dan berhenti di sana.


Kenny malah senang burung itu terlihat jinak dan ingin dekat padanya.


“Aku akan pelihara burung ini saja bagaimana.” Kenny merasa burung itu tidak biasa dan ingin merawatnya. “slurp.” di saat lengah, Matheos mematuk leher Kenny dan menghisap darahnya.


Selesai menghisap darah Kenny, Matheos kemudian kembali terbang dan hinggap di tangan, kaki atau bagian tubuh lainnya yang terlihat.


Ia pun kembali mematuk satu per satu anak yang ada di sana kemudian menghisap darah mereka yang keluar tanpa sepengetahuan mereka.


“Kuuuk....” Matheos pun segera terbang kembali setelah puas menghisap darah anak-anak tadi dan menghilang di udara.

__ADS_1


__ADS_2