
Pagi hari di rumah Vaska.
Terlihat pria itu sudah bangun duluan.
“Judith... sudah pagi. Kau tidak bangun ?” Vaska masih berada di tempat tidur di samping gadis itu dan mengusap lembut pipinya. “Sayang...” Judith membuka mata dan tersenyum kecil menatapnya.
“Bagaimana kondisimu hari ini ?” Vaska melihat muka Judith yang sudah tidak pucat lagi. “Sepertinya aku baik-baik saja. Semalam aku sudah minum obat penambah darah.” Judith tersenyum kecil kemudian duduk.
“Sarapan pagi sudah menunggu.” Vaska berdiri dan keluar dari kamar. “Ya, aku akan menemanimu sarapan.” Judith ikut berdiri dan berjalan mengikuti Vaska.
“Oh...” meskipun sudah minum obat tapi Judith masih sedikit merasa pusing. Ia pun berjalan pelan sambil menahan rasa sakitnya.
Siang hari di sekolah
Terlihat anak-anak pulang dari sekolah setelah pelajaran usai, termasuk kesepuluh anak tadi. mereka berjalan bersama teman-temannya menuju ke rumah mereka.
__ADS_1
“Yona... kenapa wajah mu merah ?” ucap Betty, seorang gadis yang bermain dengan Yona kemarin di hutan. “Iya aku tidak tahu ada apa dengan ku.” Yona menjawab singkat.
Ia melihat pada Betty, Lucy yang berjalan di sampingnya.
“Kalian apa merasa gerah ?” tanya Yona saat melihat dua temannya itu bercucuran keringat. “Ya, entah kenapa rasanya gerah sekali.” Betty dan Lucy menjawab bersamaan sambil menyeka keringat mereka.
Di belakang mereka terlihat Kenny yang baru keluar dari gerbang sekolah dan berjalan bersama temannya.
“Kenny, kau sakit ? Ada banyak bintik merah di tubuhmu.” buddy berjalan di sampingnya dan melihat bintik merah berair pada sekujur tubuh temannya itu. “Aku tidak tahu kenapa kemarin setelah pulang bermain tubuhku rasanya gatal meskipun aku sudah mandi berulang kali.
“Aku juga merasakan hal yang sama. Lihat ini ada bintik merah di tanganku.” Samuel, salah satu anak yang kemarin juga ikut bermain di hutan merasakan gejala yang sama lalu menunjukkannya pada Kenny dan yang lainnya.
Ternyata memang bukan mereka saja yang mengalami gejala yang sama. Karena penasaran, mereka pun mencoba bertanya pada anak perempuan yang kemarin ikut bermain bersama mereka.
“Lucy... Yona... Betty.... apa kalian mengalami sesuatu setelah pulang dari hutan kemarin ?” Buddy menemukan mereka dan segera bertanya.
__ADS_1
“Ya kami juga merasa aneh sekali ternyata kami berlima mengalami gejala yang sama.” Lucy menjelaskan karena dua teman lainnya juga merasakan hal yang sama dengannya.
“Lalu kenapa ya kita jadi seperti ini ?” Betty ikut menimpali sambil mengingat lagi apa kira-kira penyebab mereka bisa jadi seperti ini.
“Mungkin jamur atau buah yang kita makan kemarin beracun, atau bisa jadi menyebabkan alergi pada kita ?” Yona ikut menimpali.
“Tapi kami semua tidak makan masakan kalian. Tapi lihat kami semua juga mengalami hal yang sama dengan kalian.” Noël menimpali sambil menjaga keringatnya yang mulai bercucuran.
“Aku juga tidak tahu, sebaiknya kita cepat pulang dan minum obat saja mungkin ini hanya karena cuaca.” Betty menambahkan.
Mereka pun tak membahas lagi dan berjalan dengan cepat agar segera tiba di rumah.
“Ibu... tolong periksa kan aku ke dokter.” Yona Ya sudah sampai rumah segera berlari masuk ke rumah dan mencari keberadaan ibunya yang ada di halaman belakang. “Ada apa, nak ?” sang ibu yang sedang menyirami bunga berbalik setelah putrinya memanggil dirinya.
Yona Kemudian menceritakan apa yang ia keluhkan saat ini pada ibunya sambil menunjukkan mukanya yang merah dan mulai muncul bintik merah tangannya.
__ADS_1
“Astaga kau kena apa ? Tunggu dulu di dalam. Setelah ini ibu akan membawamu ke dokter.” sang ibu terkejut melihat kondisi Yona yang mendadak sakit tanpa sebab.