Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 95 Mengintip Sekretaris Baru


__ADS_3

Manager Abel memanggil seorang gadis cantik bernama Aretha dari Departemen promosi. Ia memanggilnya karena memang dari situ memenuhi kualifikasi sebagai seorang sekretaris dengan kemampuan bekerja yang bagus juga penampilan fisik yang tidak kalah menariknya.


“Aretha mulai sekarang kau akan menjadi sekretaris dari CEO Vaska.” Manajer Abel menjelaskan posisi baru yang ditempati oleh gadis itu sekarang. “Baik Manajer Abel, terima kasih.” Aretha berdiri dari tempat duduknya. “Ayo masih barang mu sekarang dan ikut aku.”


Aretha kemudian berdiri dari tempat duduknya. Ia mengemasi semua barangnya yang ada di ruangan itu dan membawanya.


“Semuanya aku pergi dulu.” Aretha berpamitan pada semua temannya yang ada di ruangan setelah selesai berkemas. “Ya Aretha, nasib mu beruntung sekali bisa naik jabatan menjadi seorang sekretaris.” jawab stop lain yang ada di sana menimpali Aretha.


“Ayo sudah saatnya.” Manajer Abel yang dari tadi melihat jam yang melingkar di tangannya segera mengajak gadis itu keluar dari sana.


Mereka berdua kemudian berjalan menuju ke kantor Vaska.


“tok... tok...” Manajer Abel mengetuk pintu kantor Vaska begitu sampai di sana.

__ADS_1


“Ya, masuk.” Vaska yang sedang mengerjakan sebuah dokumen penting menaruh dokumen itu dan beralih menetap ke arah pintu yang terbuka.


“CEO... ini sekretaris baru anda. Aretha dari Departemen promosi.” Manajer Abel masuk ke ruangan Vaska kemudian memperkenalkan Aretha sebagai sekretaris barunya.


Vaska melihat gadis manis yang berdiri di depannya dari ujung kaki hingga ke ujung rambut.


“Baik Aretha ikut aku.” Vaska kemudian berdiri setelah selesai memberi penilaian sekretaris barunya. “Baik CEO Vaska.” Aretha mengikuti pria itu berjalan menuju ke sebuah ruangan.


“Ini ruangan mu.” Vaska menunjuk sebuah ruangan, di mana ruangan itu dulunya di tempati oleh Judith. “Dan ini ruangan ku.” menunjuk ke ruangan sebelahnya. “Baik CEO.” jawab Aretha dengan mengangguk kecil.


“Manajer Abel terima kasih sudah mencarikan sekretaris untukku. Kau boleh pergi sekarang.” Vaska beralih menatap Manajer Abel.


Manajer Abel kemudian keluar dari kantor Vaska sesuai dengan permintaan Vaska.

__ADS_1


Sementara Vaska kemudian menunjukkan semua tugas yang perlu dan harus dikerjakan oleh Aretha.


“Ini aturan sebagai sekretaris ku.” Vaska mengeluarkan selembar dokumen berisi aturan-aturan dan juga larangan yang harus dihindari selama bekerja menjadi sekretarisnya. Ia baru saja membuat Aturan itu dan sebelumnya ia tak pernah memberikan aturan itu pada sekretaris lamanya, Judith.


“Baik tuan, aku akan mempelajari aturan ini terlebih dulu.” Aretha menerima dokumen tadi kemudian membawanya masuk ke ruangannya.


Ia duduk di kursi dan membaca aturan yang barusan diterimanya dengan seksama.


“Apa semua sekretaris mendapatkan aturan seketat ini ?” gumamnya setelah selesai dan merekam informasi mengenai aturan tersebut.


“Aretha... ini tugas pertama mu.” Vaska kembali masuk ke ruangan sekretaris dengan membawa setumpuk dokumen lalu menyerahkannya pada sekretaris barunya. “Baik CEO Vaska, aku akan mengerjakannya.” Aretha menerima dokumen itu dan segera mengerjakannya meskipun dalam hati dia sempat terkejut dengan tugas pertamanya yang sudah setumpuk lalu bagaimana dengan tugas sehari-harinya nanti.


Lima menit sesudahnya Judith tiba di depan kantor Vaska.

__ADS_1


“Jadi dia sekretaris nya, gadis dari Departemen promosi.” Judith langsung bisa mengenalinya saat melihat dari luar. “Sepertinya tuan Vaska suka padanya.” Judith melihat pria itu sedang menatap, tepatnya melamun ke arah ruangan sekretaris. “Jadi begitu.” Judith tersenyum kecut melihatnya dan entah kenapa meskipun tersenyum hatinya seolah dicabik-cabik dan ia pun memutuskan untuk segera pergi dari sana dan kembali ke ruangannya.


“Judith, kursi itu biasanya kau pakai duduk.” Vaska memandangi punggung Aretha dan kembali teringat akan sosok gadis kecilnya.


__ADS_2