
Malam harinya di rumah Vaska. Pria terlihat kembali menghisap seorang gadis yang berbeda lagi dari tiga hari sebelumnya.
“Kurasa sudah cukup. Luka ku sudah 95% pulih dan hanya tinggal sedikit saja akan sembuh sendiri nanti.” Vaska melepas pelukan nya dan membuat gadis itu masih tak sadarkan diri.
“Peter tolong ke sini sebentar.” Vaska memanggil pelayannya. “Baik tuan.” Peter datang menghampiri Vaska. “Apa ada yang bisa kulakukan, tuan ?”
“Bawa gadis ini dan lepaskan dia kembali.” Vaska menyerahkan gadis yang masih dalam keadaan pingsan itu pada Peter. “Tapi tuan, bukankah anda masih memerlukan darah setiap harinya ?” tanya Peter saat menerima gadis itu. “Tak apa lepaskan saja dia. Aku masih suka dengan darah Judith.”
Peter tak bisa membantah lagi perkataan Vaska, dan Ia pun segera membawa blood successive itu keluar dari rumah dan melepaskannya Kembali ke tempat asalnya.
Dua jam lewat Vaska terlihat duduk gelisah di dalam kamarnya sambil memperhatikan jam dinding.
__ADS_1
“Kenapa Judith terkesan menjauhi ku seharian ini ?” Vaska kembali terpikirkan pada sikap Judith di kantor tadi. “Aku akan tanyakan padanya besok dan sekarang saat nya aku berangkat ke sana.” Vaska berdiri dan menatap ke arah jam yang tergantung di dinding yang menunjukkan waktu jika gadis kecilnya sudah terlelap dalam tidur kali ini.
“zaap.” Vaska menghilangkan dari tempatnya dan beberapa saat setelahnya muncul di kamar Judith.
Pria itu segera berjalan dan menghampiri Judith yang sudah tertidur pulas kemudian duduk di sampingnya.
“Judith aku tidak tahu kenapa kau menghindari ku.” Vaska menegakkan Judith yang masih tertidur dalam pelukannya. “Aku benar-benar merasa tersiksa saat kau menjauhi diri ku.” menurunkan lingerie merah yang di pakai Judith malam ini.
Ia pun kemudian menyentuh lehernya dan menyibak rambat yang menutupi leher Judith.
Vaska pun kembali melepas lingerie Judith yang menempel di tubuh seksinya. Ia kembali mengeluarkan asap tipis yang beraroma harum yang membuat gadis kecilnya lelap dalam tidur.
__ADS_1
Vaska kembali bermain-main di dada Judith. Ia meremas dan menghisap dengan rakus.
“Aroma ini...” Vaska berhenti sebentar saat ia merasakan ada kekuatan violet yang tertinggal di sana. “Sialan Marvell ! Dia mulai menggunakan kekuatannya untuk membius Judith.” terlihat marah dan kesal. Ia pun kemudian membersihkan sisa kekuatan violet yang masih ada di tubuh Judith hingga benar-benar hilang sepenuhnya.
Setelah selesai membersihkan sisa kekuatan violet di tubuh Judith, Vaska melepas bajunya dan naik ke atas tubuh Judith.
“Judith... kau adalah milik ku. Jika ada pria lain yang menyentuhmu aku akan memberikan hukuman pada mu.” Vaska menyapukan tubuhnya berirama sambil menaruh kedua kaki Judith di bahunya. “Aah...” Vaska mendesah panjang satu jam kemudian ia menurunkan kembali kaki Judith dan berbaring di sebelahnya.
Setelah beristirahat sebentar, Vaska kembali naik ke atas tubuh Judith.
“Ini hukuman untuk mu Judith, karena berani mendekati pria lain.” Vaska kembali membenamkan dirinya dan bergerak berirama untuk menggapai kenikmatan puncak untuk kedua kalinya.
__ADS_1
Satu jam lebih barulah Vaska turun dari tubuh gadis kecilnya. Ia pun segera mengenakan bajunya kembali.
“Ingat Judith, jangan pernah kau berani mendekati pria lain.” Vaska mencium bibir Judith lama setelah memakaikan lingerie Judith dan segera menghilang dari sana setelahnya.