
Judith berjalan dengan gugup di samping Vaska dan ternyata memang benar apa yang dia takutkan terjadi juga.
“Lihat itu. Bukankah itu Judith, dari Departemen administrasi ? Dia dikeluarkan dari perusahaan ini dan bisa menjadi sekretaris CEO. Sekarang dia berangkat bersama dengan CEO. Kurasa dia benar-benar penggoda ulung.”ucap seorang gadis yang melewati Judith pada temannya.
“Lihat itu tampang polosnya. dengan keluguannya dia berhasil membodohi CEO. Dan ku rasa sebentar lagi dia akan memanjat ke ranjang milik CEO.” balas gadis lain menanggapi sambil memandang rendah pada Judith. “Benar-benar memuakkan.” malaikat pandangan dan berlalu begitu saja tak ingin membahasnya lagi.
Datang lagi staf lain yang juga melewati mereka. Dan seperti yang sebelumnya mereka menatap Judith kemudian berbisik-bisik setelahnya.
“Pasti mereka mengira aku menggoda CEO.”batin Judith menatap beberapa orang lagi yang melakukan hal yang serupa padanya. “Bagaimana ini, mereka salah paham. Aku tidak ada affair dengan CEO.” menundukkan kepala karena tak ingin melihat lagi orang-orang yang menatapnya dengan tatapan menghina seperti sebelumnya.
Mereka berdua kemudian tiba di ruangan Vaska. Pria itu duduk di kursinya, begitu juga dengan Judith.
“kruuk...”bunyi suara perut yang kelaparan.
“Ya aku lupa dia belum sarapan pagi.” Vaska menoleh ke sebelah dan melihat Judith memegang perutnya dari lain ruangan. Itu karena telinganya Vaska tajam dan bisa mendengar bunyi sekecil apapun yang berada jauh dari nya.
__ADS_1
“klik”
Vaska menelepon seseorang. “Tolong siapkan dua porsi menu sarapan pagi untukku dan bawa ke ruangan ku sekarang.”
“Ya tuan.”jawab suara seseorang dari seberang telepon sebelum Vaska meletakkan kembali gagal teleponnya ke tempatnya semula.
Dalam hitungan menit dan tak sampai sepuluh menit seorang staf masuk ke ruangan Vaska.
“Ini tuan menu sarapan paginya.”ucapnya menaruh menu pesanan Vaska ke meja.
Setelah staf tadi keluar dari ruangannya, Vaska mengambil satu kursi lagi dan menaruh kursi itu di depannya.
“Judith... kau keluar sebentar. Kemarilah.” menoleh ke samping ke ruangan Judith.
“Ada apa ya kira-kira tuan memanggilku ?” batinnya baru duduk sekitar 5 menit dan akan mengerjakan tugas, menoleh menatap keluar pintu.
__ADS_1
“Ya tuan.” Judith berdiri dari tempat duduknya kemudian keluar dari ruangannya.
“Duduk dan makan bersama ku.” Vaska menyodorkan menu sarapan pagi saat gadis itu berdiri di sampingnya.
“Terimakasih tuan, tapi maaf aku tidak lapar.”
“Aturan perjanjian nomor tiga. Kau tidak bisa menolak apapun perintahku selama terikat kontrak denganku.” Vaska menarik tangan Judith dan membuatnya duduk.
“Ya tuan.” Judith akhirnya pasrah dan menurut saja setelah mengingat 100 aturan perjanjian yang diajukan oleh Vaska dan salah satunya itu.
Judith melihat Vaska yang mulai menyantap sarapan pagi di meja. “Sudah beberapa kali ini aku melihat tuan Vaska juga memakan makanan yang dimakan oleh manusia. Bukankah seharusnya vampir hanya makan darah saja ?”batinnya diam dan menatap heran pria di depannya. Karena seperti Kebanyakan yang dia lihat di tayangan televisi seorang vampir hanyalah menghisap darah saja.
“Kenapa kau menatapku seperti itu ?” Vaska berhenti makan sejenak dan mengambil tisu untuk mengusap bibirnya. “Kau pasti berpikir kenapa aku makan makanan seperti ini.” kembali mengambil sesendok makanan dan memakannya.
“Mungkin kau terlalu mempercayai apa yang ada di tayangan televisi. Vampir juga makan seperti layaknya manusia biasa dan menghisap darah untuk mengisi energi kehidupan.
__ADS_1