
“bugh...” Judith jatuh tersungkur dengan keras di atas tempat tidurnya.
Lelaki berkumis tebal itu pun masih menatap Judith dengan air liur yang menetes bersiap memangsanya.
“Gadis manis jangan takut, aku akan membuatmu terbang melayang sekarang juga. Aku akan membahagiakan mu.” lelaki bermata bulat dan berambut keriting itu melepas kancing bajunya. Lalu naik ke tempat tidur Judith setelah membuang bajunya sembarangan ke lantai.
“krak...”Lelaki berkulit gelap itu membuka resleting celananya dan semakin mendekat pada Judith. Ia merangkak dan menarik selimut Judith.
“Jangan.... ! Bastard ! Pergi kau dari sini ! Jika kau berani menyentuh tubuhku sedikitpun maka--ucapan Judith terpotong.
“Kau mau apa ? Apa yang bisa kau lakukan padaku, wahai gadis ?”ucap lagi itu memotong ucapan Judith dan mulai menindih tubuh Judith.
“Jangan.... ku mohon, tolong... siapa pun yang mendengar ku tolong aku !” teriak Judith meronta sambil memukuli lelaki tadi dengan keras.
__ADS_1
“Judith... ! Itu suara Judith !”Vaska yang sudah berada di depan pintu mendengar teriakan gadis kecilnya.
“brak...”pintu rumah terbuka saat ia menggerakkan ujung jari tangannya saja. “Dimana kamar Judith ?” Vaska mempertajam pendengarnya juga indera penciumannya. Ia bergerak dengan cepat menuju bau khas Judith yang dia hafal.
“Pergi kau ! Lelaki busuk ! Singkirkan tangan mu dari gadis ku !” bentak Vaska setelah tiba di kamar Judith dan melihat lelaki gila itu akan berbuat hal yang tidak terpuji pada Judith.
“Tuan Vaska, tolong aku.”Judith menoleh ke arah Vaska sambil menutupi tubuhnya.
“Hey kau... ku bilang pergi dari sini. Lepaskan gadis itu !”bentak Vaska lagi karena peringatannya tak diindahkan. Seketika kamar Judith bergetar hebat seperti gempa.
“Beraninya kau melawan perintahku !”Vaska berjalan menghampiri lelaki itu dan menariknya lalu menghempaskan nya dengan keras ke lantai.
“Argh... siapa kau... monster !”pekik lelaki tadi melihat warna mata Vaska yang merah menatapnya dengan tajam seolah ingin membunuhnya.
__ADS_1
“Kau serangga, hina sekali perbuatan mu ! Pergi dari sini sekarang juga atau kau akan mati di tanganku !”teriak Vaska menarik pria tadi dan menyentuh lehernya.
“Ampun... ampun... lepaskan aku. Aku akan pergi, jangan bunuh aku.”jawabnya memohon ampun karena merasakan seluruh tubuhnya terasa seperti tersetrum dan remuk.
“bruk...” Vaska melepaskan tubuh pria kotor tadi. “Angkat kakimu dari sini. Jangan sampai aku melihatmu lagi ! Atau kau benar-benar akan masuk dalam sebuah peti mati !”menarik pria kotor itu dan menghempaskan nya jauh hingga menabrak ke dinding.
Pria tadi kemudian terbirit-birit keluar dari kamar Judith setelah mengambil bajunya kembali.
“Kau tidak apa-apa ?”Vaska menghampiri Judith yang meringkuk di sudut kasur dengan gemetar. “Tenanglah... pria menjijikan tadi sudah pergi dan tak berani kembali ke sini.” mengambil selimut dan menutupi tubuh polos Judith yang pernah ia lihat sebelumnya.
“Terimakasih tuan, sudah menolong ku. Aku berhutang banyak pada tuan.” Judith memeluk Vaska di tengah rasa takut yang masih menderanya. “Mata tuan...”menatap mata Vaska yang masih merah.
Di kisahkan mata seorang vampir akan berubah menjadi merah jika dia dalam keadaan marah, atau sedang haus darah dan akan kembali normal jika emosinya sudah mereda atau rasa dahaganya sudah terpuaskan.
__ADS_1
“Ya tak apa nanti asal kau baik saja, ini akan kembali nanti.” Vaska membalas pelukan Judith untuk menenangkannya.