
“Tuan Vaska ?”Kyle terkejut saat menoleh pada seseorang yang menghalanginya menampar Judith.
Judith terlihat gemetar dan bergeser di belakang Vaska.
“Apa yang kau lakukan di sini ? Kenapa kau memukuli Judith ?” ucap Vaska dengan nada tinggi.
“Tidak tuan, anda salah paham padaku. Aku hanya ingin memberi pelajaran ***** kecil ini saja.” menoleh menatap Judith. “Apa yang dia lakukan padamu hingga kau semua ini ?” masih memegang tangan Kyle dengan erat akan lebih mempererat nya lagi.
“Dia penggoda lelaki, tuan.”jawab Kyle tersenyum kembali menatap Judith.
“Tidak, tuan Vaska. yang dikatakannya tidak benar aku tidak pernah menggoda yang lelaki manapun.” Judith menyangkal ucapan Kyle.
Vaska beralih menatap Judith kemudian kembali menatap Kyle.
__ADS_1
“Tidak mungkin Judith seperti itu. Aku tahu bagaimana dia.” Vaska menatap Kyle dengan tajam. “Menurut ku tuan sudah dibodohi oleh Judith.” tersenyum lebar.
“bugh.... !” Vaska melepaskan tangan Kyle dengan kasar hingga membuatnya jatuh tersungkur ke lantai.
“Tuan tolong jangan pukul dia. Dia temanku.” Judith menghampiri Vaska yang akan memukul Kyle sambil menarik tangannya. “Kau ini bodoh atau gimana ? Sudah tahu dia menyakitimu tapi kau malah membelanya.” Vaska mengurungkan niatnya memukul Kyle.
Sementara Judith hanya diam saja tak menjawab. Itu dilakukan karena dia tak ingin mempunyai musuh atau bermusuhan dengan temannya sendiri.
“A-apa.... yang CEO bilang barusan ? Itu artinya Judith adalah istri kontrak anda ?!” Kyle terkejut seketika dan berdiri tak percaya mendengar pengakuan dari CEO. “Apa aku perlu mengulanginya lagi ? Siapa saja yang berani mengganggunya maka akan berhadapan langsung denganku.”
Judith ikut terkejut dengan pernyataan yang diucapkan oleh CEO dan dia pun menutup mulutnya.
“Tuan... kenapa tuan bilang begitu ?” ucap Judith menyayangkan ucapan Vaska, karena mungkin saja setelah ini akan banyak yang mengetahui statusnya dan akan semakin banyak orang yang mem-bully dirinya. “Kau diam saja di sana, tak perlu khawatir tak akan ada yang berani menyentuhmu sedikitpun.” Vaska menetap Judith dengan marah, dan gadis itu baru pertama kali ini melihat CEO semarah itu dan membuatnya hanya bisa diam saja.
__ADS_1
“Pergi.... pergi dari sini !” Vaska kembali mengusir Kyle dari ruangannya karena melihat garis itu masih tetap berada di sana.
“Ya tuan.”jawabnya kemudian segera keluar dari ruangan CEO dan lari terbirit-birit menuju ke ruangannya.
“Kau tidak apa ?” Vaska membalik badan dan menghampiri Judith. Ia melihat pipi gadis kecil itu merah dan bengkak. “Apa ini sakit ?” menyentuh pipi Judith.
“Tidak tuan. Terima kasih sudah membela dan membantuku.” jawabnya dengan menunduk sambil menahan air matanya yang hampir pecah. “Semuanya akan baik-baik saja.” Vaska mencoba menenangkan gadis kecil itu dengan memeluknya.
“Oh... CEO...” Judith menunduk di bahu Vaska dan menghapus air matanya yang menitik agar tidak membasahi tuxedo Vaska, dan tentunya dia tak ingin pria itu mengetahui jika dirinya menangis.
“Apa yang membuatmu menangis ?” batin Vaska bisa mendengarkan suara air mata yang menetes dari pelupuk mata Judith dengan pelan.
BERSAMBUNG....
__ADS_1