Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 117 Kerang Raksasa


__ADS_3

“blep.” Judith berenang di dalam sungai dan menetap ke atas melihat para serigala perak yang mundur dan tak berani mengikutinya masuk ke sungai.


“Untung lah aku selamat dari serangan mereka.” Judith merasa lega para serigala berbulu perak itu tak lagi mengejarnya.


Ia terus berenang sambil melihat ke sekitar.


“Apa ini benar sungai Black Pearl ? Airnya semakin ke dalam semakin keruh dan berwarna hitam.” Judith teringat pada penjelasan Peter yang menerangkan jika sungai yang carinya itu mempunyai air berwarna hitam.


“Kurasa ini benar sungai Black Pearl. Tapi bagaimana aku bisa melihat jika airnya keruh seperti ini ?” Judith kembali mendapatkan masalah karena sama sekali tak bisa melihat apa saja yang ada di sungai itu.


“blast...” tak lama setelahnya tiba-tiba air dalam sungai berguncang hebat seperti terjadi gempa di sana. “Aah... apa yang terjadi ?” Judith ombak kambing dan terseret arus air.

__ADS_1


Ternyata gelombang Pasang air barusan bukanlah karena sebuah letusan namun ternyata karena ada sosok binatang air yang menunggunya. Seekor ular hitam kelam dan besar juga panjang, berkepala sepuluh sedang marah saat melihat ada seorang manusia yang masuk ke wilayahnya. Ia mengaduk seluruh sungai untuk mencari penyusup yang masuk ke wilayahnya.


“Argh... apa itu ?” Judith melihat dua puluh mata ungu yang menatap tajam ke arahnya saat air di sungai itu kembali berwarna jernih setelah gelombang pasang berhenti. “U-ular... ?!” pekiknya terkejut saat ular itu menundukkan kepalanya ke arahnya.


“Ohh... aku tidak boleh tertangkap.” Judith kembali berenang menjawab saat ular itu mulai bergerak dan mengejarnya. “Bagaimana bisa aku mengalahkan ular besar seperti itu ?” menoleh ke belakang dan melihat ular rasa sayang masih terus mengejarnya.


“Aku belum menemukan batu kehidupan yang ku cari, tapi ular itu sudah memburuku.” Judith terus berenang menghindari kejaran dari ular raksasa sambil menetapkan sekitar mencari keberadaan batu kehidupan.


“Dimana kerang raksasa yang dimaksud oleh Peter ?” Judith terus berenang sambil mencari keberadaan kerang yang disebutkan oleh pelayan Vaska.


“Argh...” ular berkepala 10 tadi kemudian berhasil mengejar Judith dan menangkapnya. “Tidak... aku tidak boleh tertangkap di sini.” Ular itu membelit tubuh Judith. “Hiss...” Judith merasa tulangnya mulai gemeretak saat ular itu mempererat belitannya.

__ADS_1


Dengan mengerahkan segenap kekuatan yang ada Ia pun mengambil kembali pisau lipat yang ada dalam tasnya. Saat ular itu mendekatkan kepalanya dan membuka mulutnya lebar-lebar, Judith menancapkan pisau lipatnya pada bagian salah satu mata ular raksasa itu.


“Argh... !” ular itu merasa kesakitan dan melonggarkan belitannya. Judith pun menyia-nyiakan kesempatan yang ada dan dia pun mengerahkan segenap kekuatannya untuk membebaskan diri dari penderitaan seorang raksasa.


Judith kemarin berenang setelah berhasil membebaskan diri dari cengkraman ular raksasa yang saat ini semakin marah setelah ia melukai dirinya dan kembali mengejarnya.


“Celaka !” Judith terus berenang dan bersembunyi di bebatuan untuk menghindari kejaran ular raksasa. “Apa ini ?” tanpa sengaja ia sebuah kerang raksasa. “Aku menemukannya.” terlihat senang berhasil menemukan apa yang ia cari.


Ia pun mencoba membuka kerang yang tertutup itu. Tepat di saat kerang itu terbuka, terlihat mutiara hitam berkilau di dalamnya.


“Pasti itu batu kehidupannya !” Judith mengeluarkan tangannya bermaksud untuk mengambil batu kehidupan. Namun tiba-tiba perang tersebut kembali menutup dan membuat dirinya ikut tersedot masuk ke dalamnya.

__ADS_1


__ADS_2