
“Mati saja kau manusia jika berani berbuat macam-macam di sini. Sekali lagi kau hebat olah maka kau bersiap saja nyawamu yang akan melayang.” ucap pengawal violet untuk terakhir kalinya sambil menendang Pangeran Vaska.
Selepas kepergian pengawal itu, semua yang ada di sana merapat, termasuk Judith.
“Sayang... apa kau tidak apa-apa ?” Judith membawa Pangeran Vaska dalam pangkuannya. Tak terasa air matanya menetes melihat keadaan suaminya yang seperti itu.
“Aku tak apa-apa, Juditj. Kau tak perlu khawatir berlebihan pada ku.” ucap pangeran Vaska dengan lemah sembari tersenyum kecil menatap istrinya. Ia hanya menahan semua rasa sakitnya sendiri dan tak ingin membuat istrinya bersedih kembali seperti dulu.
“Sayang...” Judith berteriak histeris saat Pangeran Vaska tak sadarkan diri.
“Tolong, tolong suami ku, aku mohon pada kalian tolonglah dia.” ucap Judith memohon pada semua Osiris yang ada di sana.
Melihat pangeran mereka yang terluka, para Osiris pun tak tega melihatnya Karena bagaimanapun juga pria itu tetaplah pangeran nya.
“Nona tolong tenang kami akan berusaha membantu semaksimal mungkin.” seorang Osiris lebih mendekat. Judith mengangguk sambil menghapus air matanya, menanggapi itu.
__ADS_1
“Ayo... kita juga bantu pangeran.” Osiris yang lain ikut membantu temannya. Mereka semua mengalirkan energi penyembuhan pada tubuh Pangeran Vaska.
“Terimakasih sudah membantu kami. Kami tak akan melupakan budi baik kalian.” ucap Jovi setelah para Osiris selesai memulihkan Vaska.
“Ya, tak perlu sungkan pada kami. Meskipun dulu kami sempat marah pada Pangeran Vaska dan keluarga kerajaan karena diam-diam membebaskan pangeran dari hukuman mati, tapi kini kami semua bisa memaafkan hal itu.” jawab seorang Osiris lainnya panjang lebar menjelaskan.
“Terimakasih kalian tidak membenciku dan sudah menyelamatkan diriku.” Pangeran Vaska membuka matanya, mendengar semua ucapan mereka dan menatap mereka satu per satu dengan tersenyum.
“Sayang... kau sudah pulih.” Judith segera memeluk suaminya yang kondisinya sudah lebih membaik daripada sebelumnya meskipun masih ada beberapa luka kecil di tubuhnya.
“Pangeran kita harus menyusun rencana untuk membebaskan Raja Ernesto dan para pangeran.” seorang Osiris terlihat marah dan tak sabar ingin membalas semua perlakuan Violet pada mereka.
“Jadi bagaimana rencananya ?” Pangeran Vaska bertanya sematang apa rencana mereka. Para Osiris bergantian berbicara menyampaikan rencana mereka pada pangeran.
“Kita jalankan rencana itu sekarang.” mereka menyudahi menyusun rencana dan segera menjalankan rencana mereka.
__ADS_1
Seorang Osiris melihat kondisi sekitar mereka.
“Sepertinya tak ada pengawal yang datang kemari selarut ini.” Osiris lain bergerak di malam hari menunggu pengawal Violet turun jaga.
Setelah merasa yakin keadaan benar-benar aman, Osiris tadi kemudian masuk ke tiap sel yang ada di sana dan memberitahukan pada mereka rencananya.
“Baik kami akan bersiap sampai hari itu tiba dan membalaskan dendam pada Violet yang sudah membuat kami menderita seperti ini.” Osiris yang merupakan penghuni sel tahanan lain ikut meneruskan rencana itu pada Osiris yang berada di tahanan lainnya.
Dalam sekejap saja rencana mereka untuk kabur dari sel tersebar secara meluas pada tahanan dan mereka tinggal menunggu waktu pelaksanaan hari H saja.
Dalam El Nino
Terlihat Raja Ernesto yang membuka mata. Entah kenapa pria itu tiba-tiba membuka matanya setelah bermimpi bertemu dengan istrinya.
“Ratu Lily....” gumam Raja Ernesto terlihat sedih. Pria itu sangat merindukan sekali kehadiran istrinya yang sudah lama terpisah darinya.
__ADS_1