
Vaska mencoba mencari Judith dengan mengikuti aromanya yang masih tersisa di udara.
“Judith kau pergi ke mana seorang diri ?” Vaska terus berjalan dan melewati jalanan yang menuju ke rumah warga yang kemarin ia lewati.
Judith tiba di kawasan rumah warga.
“Permisi...”panggil nya dari depan pagar rumah warga seperti sebelumnya. “Permisi nyonya.” Judith kembali memanggil karena belum ada respon. “Ya... sebentar.” dua menit kemudian seorang wanita keluar dari dalam rumah dan berjalan menuju ke pagar.
“Ada apa nona ?” wanita itu membuka pagar dan mempersilahkan Judith masuk. “Nona yang kemarin datang kemari, bukan ?” tambah wanita itu yang masih bisa mengingat dengan jelas wajah Judith. “Ya benar nyonya.” Judith tersenyum kecil menatap wanita itu. “Ini sedikit masakan untuk anda dan keluarga di rumah, kebetulan aku masak banyak hari ini.” menyerahkan satu mangkuk sup jamur pada wanita tadi.
__ADS_1
“Kebetulan sekali, terima kasih nona. Ada salah satu keluarga kami yang sakit dan ini adalah masakan favoritnya. Aku akan berikan pada dia nanti.” menerima masakan Judith.
Setelah memberikan masakan itu pada wanita tadi kemudian jodit kembali berjalan dan berhenti di rumah lainnya yang berada di sebelah rumah wanita tadi.
“tok...tok...” Judith mengetuk pintu rumah yang tertutup. Sama seperti rumah yang sebelumnya ia kunjungi, penghuni rumah lama me-responnya.
“Siapa yang bertamu pagi-pagi begini ?” seorang wanita berada di kamar dan mendengar seseorang mengetuk pintu rumahnya. “Ibu mau kemana, jangan pergi, temani aku. Aku takut bu.” ucap seorang anak perempuan berusia sekitar 9 tahunan yang terbaring di tempat tidur dan terlihat lemas, menarik ibunya agar tidak keluar dari kamar karena ia takut seorang diri berada di kamar dalam keadaan sakit seperti itu. “Rachel ibu hanya akan keluar sebentar saja dan segera kembali.”
“Maaf nona ini...” wanita tadi menatap Judith karena baru pertama kali melihatnya. “Aku penghuni baru di sini dan baru datang kemarin.” Judith menjelaskan karena pasti wanita itu tidak mengenalnya. “Oh begitu. Terimakasih nona. Aku akan berikan sup ini untuk putriku yang sakit.” wanita tadi menerima pemberian Judith kemudian segera masuk ke rumah dan menutup kembali pintunya.
__ADS_1
Judith kemudian kembali berjalan dan mengunjungi rumah berikutnya. Ia kembali memberikan satu mangkok satu jamur pada pemilik rumah.
“Berikan sup ini pada adik mu yang sakit.” ucap wanita pemilik rumah menerima pemberian dari Judith lalu menyerahkan pada putrinya dan memintanya untuk menyerahkan pada adiknya yang masih kecil. “Terima kasih nona, semoga anda betah tinggal di sini.” ucap wanita itu berterima kasih sebelum menutup pintu rumahnya kembali.
Judith kemudian kembali berjalan dan menyerahkan ke beberapa rumah berikutnya hingga semua sup yang di bawahnya habis.
“Terimakasih nona, maaf aku tak bisa lama menemui mu karena ada putriku yang sedang sakit di dalam.” ucap wanita pemilik rumah terburu-buru masuk ke rumahnya kembali setelah menerima pemberian Judith.
“Aneh sekali... kenapa hampir di setiap rumah yang kunjungi ada salah satu dari anak mereka yang sakit.” Judith merasa aneh saja setelah mengunjungi 10 rumah karena ada sejumlah anak yang sakit dalam waktu bersamaan. Namun ia mengesampingkan pikiran itu dan segera kembali ke tenda karena ia khawatir Vaska akan mencarinya.
__ADS_1
“Judith !” panggil Vaska yang melihat Judith. “Akhirnya aku menemukanmu. Aku sudah mencari mu kemana-mana.” segera memegang tangan Judith. “Maaf, aku hanya mengantar sup jamur ke beberapa warga di sini.” jelas Judith di tengah jalan. “Jangan keluar sendirian di sini karena aku tidak tahu ada apa di sini.” Judith hanya menganggap saja dan mengikuti pria itu pergi dari sana kembali ke tenda.