Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 170 Melihat Tanda Bekas Luka


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, setelah Vaska melakukan piknik singkat di hutan bersama Judith, pikiran nya pun kembali segar dan bisa beraktivitas dengan semangat lagi.


Pasien yang berdatangan tetaplah korban dari gigitan Matheos yang jumlahnya dari hari ke hari semakin meningkat di tambah lagi dengan adanya penularan.


“Judith ingat penyakit itu bisa menular jika kau bersentuhan langsung dengan pasien apalagi di saat cairan itu pecah.” Vaska mengingatkan kembali agar gadisnya itu berhati-hati dan jangan sampai tertular oleh pasien. “Ya, aku akan berhati-hati.” Judith mengusap pipi Vaska dengan lembut kemudian mengajaknya menuju ke tempat praktek karena sudah saatnya jam buka.


Seorang pasien masuk ke ruang periksa. Vaska segera memeriksanya.


“Bagaimana caranya aku mencegah penularan di antara warga agar tidak semakin bertambah banyak korbannya ?” Vaska memeriksa kondisi pasien yang terjangkit penyakit bukan karena digigit tapi karena tertular.


“Tuan usahakan untuk mengisolasi diri dari keluarga ataupun lainnya selama sakit untuk menghindari warga lainnya tertular.” Vaska memberikan petuah pada seorang pasien lelaki. “Baik dokter, terimakasih.” Pasien kemudian menyerahkan resep obat serta mengambil obatnya.


Saat pasien keluar dan menuju ke Judith, Vaska ikut keluar dari ruangan dan berdiri di depan pintu yang berjarak tiga meter dari tempat gadisnya berada.

__ADS_1


“Judith kau harus berhati-hati.” Vaska menatap Judith dan bicara tanpa suara menggerakkan bibirnya yang bisa dimengerti oleh Judith. “Aku mengerti sayang. Tak perlu khawatir seperti itu.” balas Judith dengan menirukan Vaska tanpa bersuara, menatap ke arahnya.


Malam hari di kamar Vaska.


Vaska duduk di samping Judith menatap ke arah dinding.


“Beberapa hari lagi malam bulan purnama.” ucap Vaska setelah melihat tanggal di kalender yang tergantung di dinding. “Apa ada yang istimewa dengan malam bulan purnama, sayang ?” Judith bersandar di bahu kanan Vaska.


“Ya, itu malam yang sangat istimewa bagi ras vampir.” Vaska menatap Judith sambil memeluknya. “Apa yang istimewa di hari itu ?” Judith penasaran. “Kau akan tahu nanti jika saatnya tiba.” Vaska menyentuh leher Judith.


“Judith... emm...” Vaska mencium bibir tipis Judith setelah selesai menghisap darahnya. Ia pun menarik tali baju Judith dan membuatnya terlepas dari tubuh. “Sayang...ahh...” Judith mendesah saat Vaska membenamkan kepalanya di dada dan memeluknya erat.


Tak berapa lama kemudian baju mereka sudah menjadi alas.

__ADS_1


“Ahh...” Vaska ikut mendesah saat membenamkan dirinya. Ia memeluk Judith dengan erat di bawah tubuhnya.


Jauh di dalam hutan, Putri Lily keluar dari sana seorang diri. setelah bertemu dengan Vaska ia ingin mencari identitas pria itu.


“Sepertinya tak ada yang mengikuti ku.” wanita itu terbang di udara dan menoleh ke belakang yang ternyata aman. Ia pun mencari dan mengikuti aroma Vaska. “Hap.” sang putri kemudian melompat ke atas atap rumah Vaska dan mengintainya dari sana.


Karena Vaska sedang larut bergiat bersama Judith, maka ia pun tidak menyadari kedatangan Matheos di rumahnya.


“Benar di punggungnya ada tanda merah kecil bekas luka penyerangan.” sang putri terkejut melihat tanda di punggung kiri Vaska. “Klak.”


“Siapa itu ?” Vaska berhenti dan turun dari tubuh Judith menatap ke arah atap. “Gawat... aku harus pergi secepatnya.” Putri Lily segera menghilang dari sana sebelum tertangkap.


“Sayang, mungkin itu hanya tikus. Jangan pergi.” Judith menarik Vaska dan membuatnya kembali berbaring. Ia pun naik ke atas tubuh Vaska dan membenamkan dirinya.

__ADS_1


Vaska memegang erat pinggang Judith dan kembali mencium bibirnya sambil memeluknya.


__ADS_2