
Kabar mengenai adanya dokter baru di tempat mereka menyebar dengan cepat dari mulut ke mulut hingga seluruh warga yang ada di sana mengetahuinya.
“Jadi pendatang baru yang beberapa hari lalu mengantar sup jamur ke sini adalah keluarganya dokter ?” seorang wanita di sebuah rumah merespon putranya yang bercerita jika ada dokter baru di tempat mereka.
“Ya ibu. Jika begitu warga sini tak perlu repot lagi keluar daerah untuk mencari seorang dokter.” wanita itu tersenyum kecil kemudian pergi dan masuk ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
Vaska dan Judith masih ada di tempat praktek mereka dan menunggu pasien datang hingga malam hari.
“Sepertinya hari ini tidak ada pasien yang datang kemari.” Vaska merasa bosan menunggu seorang diri di dalam selama berapa jam. Ia pun keluar dari ruangannya dan menghampiri Judith yang terlihat diam termenung berulang kali melihat ke arah luar. “Kita tutup saja, sudah malam. Sudah pasti akan ada pasien yang datang.” Vaska duduk di samping Judith.
“Baiklah jika begitu aku akan menutupnya.” Judith berdiri lalu keluar ruangan dan membalik papan "open" menjadi "close" dan masuk kembali ke dalam.
“Mungkin para warga belum mengetahui jika ada tempat praktek Dokter baru di sini, atau mungkin saja mereka baru mengetahuinya jadi wajar saja belum ada pasien.” Judith kembali ke ruangan dan duduk di samping Vaska.
__ADS_1
“Aku tak mempermasalahkan berapa pasien yang datang kemari.” Vaska menyentuh lembut pipi Judith dan mendekatkan wajahnya. “Mmm...” Vaska mencium bibir tipis Judith. “Asal aku bisa terus bersamamu.” Vaska mengakhiri ciuman.
Ia berdiri sambil menarik gadisnya berdiri dan menariknya mendekat.
“Aah... sayang...” Vaska menggendong Judith dan membawanya masuk ke tempat praktik lalu membaringkannya di tempat tidur. Tak lama setelahnya pintu tertutup dan terkunci. “Mmm...” Vaska kembali mencium bibir Judith sambil naik ke atas tubuh gadisnya.
Keesokan paginya
Vaska dan Judith sudah bersiap setelah selesai sarapan pagi. Mereka mengenakan baju serba putih dan masuk ke tempat praktek.
“Ayah kau mau pergi ke mana ?” seorang wanita menghampiri suaminya yang berjalan terburu-buru keluar dari rumah. “Aku tidak enak badan bu. Katanya ada dokter baru di sini jadi aku akan ke sana untuk mencobanya.” menjelaskan keperluannya pada istrinya.
Pria itu kemudian terus berjalan menuju ke lokasi yang di beritahukan oleh warga yang mengetahuinya.
__ADS_1
“Katanya di sekitar sini.” pria itu masuk ke daerah di sekitar Vaska. “Mungkin itu yang dimaksud oleh anak-anak kecil.” kembali berjalan dan menemukan sebuah rumah di tengah. “Praktek dokter Vaska.” pria itu membaca plang besar di depan rumah sambil tersenyum kecil setelah menemukannya.
“Silahkan masuk.” Judith melihat ada seseorang yang datang melalui pintu kaca tempatnya berada saat ini. “Uhuk... Terimakasih nona.” pria itu masuk dan duduk kemudian menjelaskan apa yang dikeluhkannya dan batuk beberapa kali.
“Mari tuan, aku akan memeriksa mu.” Vaska menghampiri pasien tadi dan mengajaknya masuk lalu meminta pasien itu berbaring di tempat tidur. “Apa ada yang anda keluhkan lagi ?” Vaska membaca catatan pasien dari Judith dan menaruhnya ke meja.
“Nafasku berat dan kepalaku pusing sekali, tubuh terasa lemas.”
Vaska segera memeriksa secara menyeluruh kondisi pasien pertamanya.
“Tuan anda menderita infeksi paru-paru. Dan ini akan sembuh setelah minum obat selama 6 bulan tanpa putus. Jika sekali saja putus, maka harus mengulangi lagi pengobatannya dari awal.” Vaska memberitahukan diagnosanya setelah memeriksa kondisinya.
“Terimakasih dokter.” pasien tadi berdiri dan membawa resep obat dari Vaska kemudian memberikan resep itu pada Judith. “Ini tuan obatnya. Semoga anda lekas sembuh.” Judith mengamalkan obat sesuai yang tertulis di resep Kemudian menyerahkannya pada pasien tadi.
__ADS_1
Pria itu membawa obat sambil tersenyum kemudian kembali ke rumahnya.