Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 158 Memeriksa Rumah Warga


__ADS_3

Tak lama kemudian pasien yang ada di ruang tunggu habis dan Vaska segera mempersiapkan peralatan yang akan ia bawa.


“Kondisi pasien lebih parah dari pasien lainnya jadi aku bawa ini dan ini.” Vaska membawa infus dan lainnya kemudian memasukkan dalam sebuah tas.


Ia pun perjalanan keluar dari ruang periksa dan berhenti sebentar untuk bicara dengan Judith.


“Jika setelah ini ada pasien yang datang kemari beritahu mereka jika aku sedang ke rumah pasien. jika mereka mau biarkan saja mereka untuk menunggu, namun jika tidak mau jangan paksa mereka untuk menunggu ku.” Vaska berpesan pada Judith sebelum dia pergi.


“Baik, dokter Vaska.” Judith menjawab singkat dengan tersenyum kecil.


“Mari tuan kita pergi. Tolong tunjukkan jalannya menuju ke rumahmu.” Vaska berbalik dan masuk ke ruang tunggu memanggil ayahnya Albert. “Ya, dokter.” pria itu kemudian keluar dari ruang tunggu dan berjalan menuju ke rumahnya.


Vaska mengikuti pria itu berjalan melewati hutan hingga akhirnya berhenti di sebuah rumah.


“Mari dokter masuk dan aku akan tunjukkan Albert pada mu.” ayahnya Albert mempersilahkan Vaska untuk masuk ke rumah setibanya di sana.

__ADS_1


Vaska screen masuk ke rumah dan berjalan mengikuti pria itu masuk ke sebuah kamar.


“Albert bangun nak, ada dokter Vaska yang kemari khusus untuk memeriksa mu.” pria itu membangunkan Albert yang sedang tertidur. “Oh ayah...” Albert membuka mata. “Dokter Vaska...” menyapa dokter yang sengaja datang untuk memeriksanya.


Vaska segera memeriksa Albert setelah melihat kondisinya yang cukup parah.


“Berbaringlah kembali.” Vaska melihat pasiennya yang duduk dengan susah payah.


Albert kembali berbaring dan Vaska mulai memeriksanya.


“Tenang saja, kau akan sembuh.” Vaska membesarkan hati Albert dan menyemangatinya saat melihat sinar dari sorot matanya.


Vaska mengeluarkan beberapa peralatan dan perlengkapan yang dibawanya dari tempat praktek.


“Ini akan sedikit sakit.” Vaska menyuntik tangan kiri Albert dan memasang infus setelahnya setelah memeriksa anak itu mengalami dehidrasi berat karena tanya sel darah merah yang dihisap oleh vampir, tapi juga sel darah putihnya.

__ADS_1


“Argh...” Albert merintih kesakitan saat Vaska kembali menyuntikkan sebuah obat melalui selang infus agar obat itu segera merasuk dan bereaksi. “Apakah sebelum sakit kau bertemu dengan burung putih bertanduk ?” Vaska bertanya setelah selesai melakukan perawatan.


“Ya, dokter. Bagaimana anda bisa mengetahuinya ?” Albert yang berbaring terlihat kaget saat dokter mengucapkan hal itu padanya. “Ada apa dengan burung putih itu dok ?”


“Jangan mendekati burung itu jika bertemu lagi dengannya. Pasien yang lain mengalami hal yang sama setelah bertemu dengan burung tersebut.” Vaska menjelaskan sekaligus mengingatkan agar Albert menjaga dirinya sehingga tetep ulang lagi kejadian seperti ini.


“Terimakasih, dokter Vaska.” ucap Ayah Albert saat Vaska selesai mengobati dan berpamitan padanya.


Beberapa hari berlalu. Jauh di dalam hutan terlihat beberapa Matheos berada di sebuah pohon dalam wujud vampir.


“Sudah empat hari ini... sama sekali tak ada anak-anak yang bermain ke sini. Kemana mereka semua ?” salah satu Matheos melihat tempat mereka sepi padahal biasanya setiap hari ada saja anak-anak yang bermain di sana dan tentu saja saat ini mereka merasa haus jika tak ada anak kecil di sana.


“Mungkin mereka sakit sebagai efek dari kita menghisap darah mereka.” timpal seorang Matheos menanggapi.


“Aku akan mencoba melihatnya.” seorang Matheos lain menimpali. Ia pun sekarang berubah kembalinya menjadi sosok burung putih bertanduk kemudian terbang keluar dari hutan menuju ke rumah warga untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


__ADS_2