
“Terima kasih Pablo sudah menolong ku.” ucap Vaska berterima kasih pada penolongnya. “Tolong antar aku pulang.” menatap ke Pablo. “Tidak tuan, kondisi anda buruk sekali. Ditambah kondisi belum aman. Bisa saja pengawal kerajaan menemukan anda.” Pablo melarang keras.
Vaska diam kalau memang benar apa yang diucapkan oleh pria itu dengan kondisinya saat ini tak mungkin dia kembali pulang ke rumah. Dengan kekuatan yang hanya 10% saja ia tak bisa melindungi dirinya sendiri, apalagi melindungi orang lain.
“Tunggu sebentar tuan aku akan mengambilkan obat untukmu.” Pablo masuk ke belakang dan kembali dengan membawa sebuah obat. “Ini tuan pil jewish minumlah” meminumkan pil pada Vaska.
Pil jewish merupakan sebuah file yang diramu khusus oleh ras vampir yang terbuat dari berbagai darah beberapa binatang yang juga merupakan jenis penghisap darah. Pil ini berkhasiat untuk menyembuhkan luka dalam serta melindungi berbagai organ dari kerusakan.
Setelah minum pil, Vaska pun tertidur kembali sebagai efek samping dari obat untuk memulihkan luka dengan cepat.
“Judith...” gumam Vaska sebelum kembali tidur dan meminjamkan mata.
Kembali ke tempat Judith berada.
__ADS_1
Gadis itu masih duduk di tengah lukisan simbol darah dan menunggu kebangkitan Vaska. Sinar yang menyala terang dari simbol tiba-tiba padam seketika.
“Tuan Vaska... kenapa aku tak bisa membangkitkan tubuhmu ?” ucapnya saat melihat tak ada apapun di sana selain baju bersimbah darah miliknya. “Kemana tuan sebenarnya ? Bagaimana kondisimu saat ini ?” terlihat kecewa dan sedih.
Ia mengambil baju yang bersimbah darah Vaska dan membawanya duduk ke tempat tidur.
“Tuan... aku harap kau baik-baik saja.” mendekap bajunya yang bersimbah darah Vaska. “Aku harap aku bisa bertemu denganmu lagi.” ia pun kembali menitikkan air mata saat teringat pengawal kerajaan yang menghunuskan pedang pada Vaska. “Harusnya aku saja yang terkena tebasan pedang itu agar aku bisa menyusui ibu.” teringat kembali pada ibunya dan ingin berkumpul dengannya lagi meski itu di surga.
Dua jam kemudian, Judith tertidur dengan bajunya yang bersimbah darah.
“Aku harus berangkat sekarang atau aku akan terlambat.” Judith duduk dan menatap jam yang tergantung di dinding yang menunjukkan waktu kurang 30 menit lagi dia akan terlambat.
Ia bersiap dengan cepat dan hanya makan sepotong roti bakar keju kemudian berangkat menuju ke kantor.
__ADS_1
“Aku yakin pasti akan menemukanmu cepat atau lambat, tuan.” gumam Judith saat tiba di kantor dan masuk ke ruangannya setelah menatap lama kursi yang biasa di duduki oleh Vaska.
Sore hari setelah setelah pulang kerja, gadis itu tak langsung menuju ke rumah. Ia menuju ke rumah Vaska.
“Di sini masih tanah kosong seperti kemarin.” menatap tanah luas di depannya. “Semoga rumah ini bisa kembali lagi bersama pemiliknya.” tertunduk dengan lesu karena tak menemukan apapun di sana.
“Gadis itu kembali ke sini. Dia pasti mencari tuan Vaska. Kasihan sekali dia.” Peter menatap Judith dari dalam rumah dengan tatapan iba.
Judith berjalan pulang setelah puas memandangi tanah kosong di depannya.
Sementara kondisi Vaska masih dalam tahap pemulihan. Dan pria itu sedang tidur panjang dalam sebuah peti di rumah Pablo.
Sesekali pria itu membuka matanya meskipun hanya 2 menit saja.
__ADS_1
“Judith... kau dimana ?” ucapnya dengan lemah kemudian kembali tertidur dengan wajah sendu.