Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 76 Haus


__ADS_3

Dua jam setelahnya Kyle bangun dan membuka matanya. Ia duduk dan melihat ke sekitar.


“Bagaimana aku bisa ketiduran di sini ?” Kyle mengingat kembali apa yang terjadi padanya. “Bukankah aku tadi sama dengan CEO Marvell, ke mana dia sekarang ?” menoleh ke ruangan yang ada di belakangnya dan ruangan itu kosong. “Mungkin dia sedang mengikuti meeting.”


Kyle pun berdiri dan mengambil dokumen yang ada di meja yang harus segera ia selesaikan.


Ia pun duduk dan menatap kaca yang selalu ada di mejanya untuk pembentukan riasan yang luntur.


“Oh My God ! Apa yang terjadi ? Kenapa wajah ku jadi begini ?” Kyle terkejut sekali saat melihat pipinya semakin tirus dan jumlah kerutan di wajahnya semakin bertambah banyak dan kelihatan jelas sekali. “Argh.... tidak... ini tidak benar !” Kyle berteriak dengan penuh frustasi melihat wajahnya yang tidak secantik biasanya.


“prang !” karena tak percaya dengan apa yang dilihatnya Ia pun membanting kaca riasnya hingga pecah berkeping-keping. “Tidak... ! Jangan sampai ada yang melihatku seperti ini.” Kyle pun segera keluar dari kantor dan berlari sambil menutupi wajahnya menuju ke mobil barunya yang diberikan oleh CEO tiga hari yang lalu.


Kyle mengendarai mobilnya dan menuju ke skin care untuk melakukan perawatan di sana.

__ADS_1


Keesokan harinya di rumah Pablo.


“kriek.” peti tempat Vaska bersemayam tiba-tiba terbuka sendiri.


Di sana terlihat Vaska yang membuka matanya.


“Oh sudah pagi rupanya.” Vaska sudah bisa menggerakkan anggota tubuhnya dan luka yang berada di perutnya sudah tidak terasa perih lagi. “Sepertinya aku benar-benar sudah pulih.” mengangkat kedua tangannya dan melihatnya.


Tepat di saat Vaska berjalan keluar dari peti, Pablo masuk.


“whoosh.” sebuah angin keluar dari jari bola itu saat ia menggerakkan jemarinya.


“Pangeran anda beruntung sekali anda sudah pulih dan kekuatan anda sudah kembali seperti sedia kala.” Pablo melihat kekuatan Vaska barusan yang bisa membuat lubang pada pohon yang ada di depan rumahnya.

__ADS_1


“Apakah aku boleh kembali ke tempatku beberapa hari lagi ?”


“Tuan sebaiknya jangan terburu-buru dulu dan tunggu sampai situasi tenang, karena aku yakin banyak ras vampir yang tidak mengetahui jika anda masih hidup. Takutnya --”


“Ya aku tahu maksud dari ucapan mu, Pablo.” Vaska memotong ucapan Pablo seolah bisa membaca isi pikirannya.


Malam harinya Vaska yang sudah tidak tinggal dalam peti lagi karena kondisinya sudah sembuh total, duduk di sebuah kursi.


“Ugh.... aku haus sekali.” Vaska merasa sudah lama tidak meminum setetes darah pun dan tubuhnya terasa mati kelaparan. “Apa yang harus kulakukan ?” tiba-tiba matanya berubah merah dan ujung jari tangannya terlihat sedikit me runcing.


Vaska mencoba untuk menahannya sekuat tenaga namun dalam kondisinya yang baru boleh dari sakit apalagi kehilangan banyak darah, ia membutuhkan suplai darah banyak.


“Hiss...” Vaska yang merasa tidak tahan lagi berjalan menuju ke pintu untuk memuaskan rasa dahaganya.

__ADS_1


Dari arah luar terlihat Pablo berlari dengan cepat menghampiri Vaska dengan membawa seorang gadis karena ia tahu saat ini Pasti Vaska akan merasa haus.


“Tuan... aku bawakan blood successive untuk mu.” Pablo membawa seorang gadis manusia dan menghentikan langkah pria itu.


__ADS_2