Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 199 Hilangnya Simbol


__ADS_3

Vaska mencari obat dan membawa jarum suntik di ruangan. Ia kemudian keluar dari ruangan itu dan masuk ke kamar.


“Tuan apa yang sebenarnya terjadi ?” tanya Peter yang masih berada di kamar tuannya dan tak berani pergi dari sana sebelum mendapatkan perintah pergi dari Vaska.


“Kami menemui Selachimorpha untuk membantu Judith berubah ke sosok vampir. Namun sebelum ritual berakhir, aku membatalkannya.” Vaska menjelaskan pada pelayannya sambil memberikan sebuah suntikan pada Judith yang kembali tak sadarkan diri di tengah perjalanan pulang tadi.


“Tapi meskipun ritualnya gagal simbol di tubuh nona belum hilang.” Peter menambahkan saat melihat simbol yang masih ada di semua tubuh Judith. “Aku juga tidak tahu. Mungkin saja itu akan menghilang sendiri nanti.” kembali memberikan suntikan pada Judith.


“Lalu bagaimana kondisi tuan sendiri ?” Peter beralih menatap tuannya. “Seperti yang kau lihat saat ini. Aku hampir kehabisan tenaga dan mungkin aku akan memulihkan diri setelah ini.” Vaska duduk dan menyuntikkan obat ke tubuhnya sendiri.


“Kau boleh pergi sekarang.” Vaska selesai menginjeksikan obat booster ke tubuhnya dan memberi perintah pada pelayannya. “Baik, tuan.” Peter segera keluar dari kamar Vaska.


“Judith... aku pergi dulu sebentar.” Vaska kemudian mencium kening gadisnya. “Kriek.” menutup pintu kamar setelah keluar dari sana dan masuk ke kamar lain.


Ia menuju ke sebuah peti berwarna coklat gelap kemudian masuk ke dalamnya untuk memulihkan diri.

__ADS_1


Dua jam berikutnya di kamar Vaska terlihat Judith yang terbaring seorang diri di tempat tidur.


“grrr...” tiba-tiba kasur bergetar tanpa sebab seperti terkena gempa bumi. Beberapa menit setelahnya terlihat Judith membuka mata dan terlihat kedua katanya berwarna merah, simbol di tubuhnya juga menjadi pudar warnanya.


Tapi meskipun membuka matanya namun gadis itu masih dalam kondisi belum sadar juga. Setiap dua jam sekali hingga pagi hari dia kembali membuka matanya yang masih berwarna merah.


Pagi hari Vaska yang berada dalam peti mati keluar dari sana sebentar dengan maksud untuk melihat kondisi Judith.


“kriek.” Vaska keluar dari peti mati dan menuju ke kamarnya.


“Judith kenapa kau belum sadarkan diri juga ?” Kenny Vaska duduk di samping Judith. Ia melihat simbol mantra di tubuh gadisnya warnanya semakin pudar dari sebelumnya.


Vaska yang masih mengkhawatirkan kondisi kekasihnya itu kembali mengambil jarum suntik dan kembali menginjeksikan ke tubuh Judith.


“Cepatlah sadar, Judith.” Vaska beberapa kali menyuntikkan obat ke tubuh Judith dan ia pun keluar dari sana lalu kembali masuk ke peti mati karena merasa tenaganya juga belum sepenuhnya pulih.

__ADS_1


Tiga hari berlalu


Pagi hari Vaska keluar dari peti mati tempat ia bersemayam.


“Sepertinya aku sudah pulih.” Vaska merasa tubuhnya sudah enakan dan kembali seperti sedia kala. “Bagaimana keadaan Judith ?” terpikirkan pada kekasihnya.


Ia pun kemudian menuju ke kamarnya untuk melihat kondisinya sendiri.


“kriek.” Vaska membuka pintu kamar. “Sayang...” Judith membuka mata setelah mendengar suara pintu terbuka. Ia pun segera duduk dan menghadap Vaska yang berdiri di depannya.


“Kau sudah pulih ?” Vaska terlihat tersenyum lebar menatap gadisnya kemudian duduk di samping Judith.


Semua simbol mantra yang ada di tubuh Judith menghilang dan tubuhnya juga sudah kembali seperti sedia kala, tak ada keriput maupun kerutan di seluruh tubuhnya sebelumnya seperti mayat hidup.


“Bagaimana keadaan mu ?” Judith balas bertanya pada Vaska. “Aku baik-baik saja.

__ADS_1


Judith pun kemudian memeluk Vaska dan mencium bibirnya.


__ADS_2