
Pagi hari Judith bangun kesiangan. Ia benar-benar dibuat Vaska tidur pulas semalam.
“Ohh sudah pagi.” Judith membuka mata dan mendapati Vaska yang juga masih tidur di atas dadanya. “Tuan... emm sayang, sudah pagi ayo bangun.” membangunkan Vaska dengan mengusap pipinya.
“Astaga kita hampir terlambat.” Vaska sudah bangun dan duduk kemudian melihat jam yang tergantung di dinding. “Ayo kita bersiap sekarang jika begitu.” mengambil piyama tipis nya yang ada di lantai dan segera mengenakannya, begitu juga dengan Judith segera mengenakan lingerienya.
Mereka berdoa keluar dari kamar dan masuk ke kamar mandi yang terpisah.
“Kapan nona Judith datang kemari ?” Peter yang jalan ke depan melewati Judith yang masuk ke kamar mandi. “Apa tuan sudah membawanya pindah kemari ?” menatap pintu toilet yang tertutup dan teringat beberapa waktu yang lalu tuannya pernah bilang padanya jika ia akan mengajak Judith tinggal bersama di rumah ini.
Sepuluh menit kemudian mereka berdua keluar dari kamar mandi dan segera bersiap.
“Judith ayo kita berangkat sekarang.” Vaska menghampiri Judith yang sudah selesai bersiap dan menunggunya, duduk di ruang tamu.
__ADS_1
Mereka berdua kemudian berjalan bersama menuju ke mobil Vaska. Setelah Judith duduk di depan, pria itu segera mengemudikan mobilnya menuju ke tempat kerja.
“Judith ayo masuk.” Mobil tiba di kantor dan Vaska turun lebih dulu untuk membukakan pintu Judith.
Judith pun turun dari mobil kemudian berjalan bersama Vaska masuk ke kantor menuju ke ruangannya. Judith berjalan dengan wajah berseri saat mengingat kejadian semalam bersama Vaska.
Siang hari di kantor.
“Tuan mau makan apa ?” ucap Judith saat melihat ada staf lain di ruangannya yang sedang menunggu Vaska. “Seperti biasa saja.” jawab Vaska singkat sambil membubuhkan tanda tangannya pada tumpukan dokumen.
Judith pun duduk kembali dan membatalkan untuk pergi ke kantin.
Tak lama kemudian setelah staf yang ada di kantor Vaska keluar dari sana, menu pesanan Vaska datang.
__ADS_1
“Ini CEO pesanan anda.” pelayan menaruh menu pesanan Vaska ke meja. “Terima kasih.” Vaska berdiri dari tempat duduknya dan berpindah ke meja lain.
Ia kemudian duduk dan mengajak Judith duduk bersamanya di kursi lain.
“Cepat makan selagi masih hangat.” Vaska segera menyantap makanan yang ada di depannya. “Tapi tuan, kenapa kita tidak makan di kantin saja ?” Judith penasaran apa alasannya. “Di sana pasti ada Marvell. Dan aku tak Ingin bertemu dengannya, terlebih lagi nanti dia pasti akan mengganggu mu.
Judith hanya mengangguk saja setelah mengetahui alasannya menolak pergi ke kantin ternyata untuk melindungi dirinya.
Malam hari di rumah Judith.
Marvell yang berniat balas dendam kembali mendatangi rumah Judith.
“Zap...” Marvell tiba di depan rumah Judith dan segera berpindah masuk ke kamar gadis itu. “Kosong ?!” mendapati kamar Judith yang kosong. “Kemana dia ?” keluar dari kamar kemudian mencari ke seisi rumah dan ternyata memang kosong, rumah itu tak berpenghuni. “Jika dia tak ada di sini, bisa jadi ia bersama pria itu saat ini.” tersenyum lebar sambal berjalan keluar dari rumah Judith.
__ADS_1
Marvell pun kembali menghilang dari area rumah Judith menuju ke rumah Vaska.