
Setelah berdiskusi singkat dengan Judith, Vaska pun berniat untuk merealisasikan apa yang barusan dibahasnya dengan Judith.
“Jika begitu aku akan mempersiapkannya mulai dari sekarang.”Vaska yang bersemangat segera berdiri dari duduknya kemudian berjalan mencari Peter.
Sementara Judith hanya duduk dan diam termangu masih terpikirkan bagaimana ke depannya hubungan mereka.
“Jika aku sudah mati, maka apa tuan Vaska akan mencari gadis baru untuk menggantikan diriku ?” Judith larut dalam pikirannya sendiri dan terlihat sedih memikirkan hal itu. “Oh sudahlah kenapa aku makin memikirkan hal yang masih jauh sekali di depan ? Sebaiknya aku memikirkan yang ada sekarang. Memang kami berbeda jadi aku harus siap menanggung resikonya.” Judith tak mau berlama-lama larut dalam kesedihannya dan ia mencoba mengalihkan pikirannya itu dengan hal lain.
Sementara Vaska saat ini sedang bersama Peter. Terlihat mereka bicara dan Vaska sudah menjelaskan pada pelayannya itu jika ia akan membuka praktek sebagai dokter di daerah ini.
__ADS_1
“Jadi aku butuh satu ruangan untuk ruang kerjaku dan juga memeriksa pasien.” Vaska menjelaskan apa yang ia perlukan pada Peter. “Ya, baik tuan. Jadi tuan ingin menggunakan ruangan yang mana ?” Peter langsung tanggap.
“Bagaimana jika ruang depan saja ?” jawab Vaska setelah berpikir beberapa saat dan akhirnya menemukan ruang yang tepat untuk dijadikan sebagai tempat prakteknya. “Kita ke sana sekarang.”
“Baik, tuan.” Peter pun segera berjalan mengikuti Vaska yang sudah jalan duluan menuju ke ruang depan.
Sesampainya di depan, mereka berdua kembali berdiskusi bagaimana baiknya penataan ruangan serta pembagian ruangannya.
Setelah Vaska selesai menjelaskan bagaimana detailnya pada Peter, pelayan itu kembali bergerak dan mulai bekerja. Namun kali ini ia hanya mengeluarkan lima masukkan vampirnya saja dari dalam botol kaca untuk membantunya.
__ADS_1
“Kalian kerjakan bagian ini.” Peter menunjukkan pada pasukan vampir untuk memecah ruangan. “Sedangkan kalian mulai mendekorasi bagian sana.” Peter kembali menunjukkan tugas yang harus dikerjakan pada pasukan vampir lainnya. Sedangkan dia sendiri mengerjakan plang untuk di pasang di depan rumah Vaska.
“Judith kau dimana ?” Vaska kembali ke ruang tengah namun tak menemukan gadis itu di sana. “Ternyata di sini kau.” Vaska mencarinya di dapur dan menemukan gadis itu sedang memasak di sana. “Aku membuat kue ini, coba makan apakah enak ?” Judith menyerahkan kue pada Vaska.
“Ini enak.” Vaska Memberikan komentar setelah selesai makan. “Apa aku membuka toko kue saja di sini ?” Judith duduk di samping Vaska dan memberikan satu kue lagi untuk pria itu. “Jangan, ku bilang tidak usah.”
Judith pun hanya diam saja saat pria itu juga tak memberi izin untuk membuka sebuah toko kue.
Sore harinya
__ADS_1
Karena tugas yang di berikan Vaska pada Peter kali ini tidak seberat sebelumnya maka proses perombakan ruangan itu pun jadi seketika.
“Tuan perombakan nya sudah selesai. Tuan bisa lihat apa masih ada yang kurang ?” ucap Peter saat menemani tuannya memeriksa hasil pekerjaannya. “Sempurna, kerja bagus Peter.” Vaska memuji hasil pekerjaan pelayannya itu karena semuanya sudah sesuai dengan apa yang ia minta, berikut plang nama besar yang ada di depan rumah yang juga sesuai dengan permintaannya.