
Judith berbalik dari kantor Vaska dan berjalan dengan terburu-buru karena merasa tak tahan melihat cara Vaska menatap sekretaris barunya.
“Tak.” secara tak sengaja Judith menyenggol tempat payung yang ada di luar kantor Vaska dan membuatnya jatuh.
“Argh...” Judith berhenti dan menoleh ke samping melihat payung yang jatuh di lantai. Ia bermaksud mengambilnya. “Celaka, CEO berdiri dari tempat duduknya. Jika aku mengembalikan payung ini dia pasti akan melihatku.”melihat Vaska berjalan keluar menuju ke pintu.
Judith pun kembali berlari dan membiarkan saja payung itu tergeletak di lantai. Ia mempercepat larinya sebelum Vaska sampai di luar kantor.
“Payung ini...” Vaska tak melihat ada siapapun di sana selain sebuah payung yang jatuh di lantai. Ia mengambilnya dan berhenti sejenak. “Aroma ini... Judith apa kau barusan kemari ?” Vaska mencium aroma gadis kecilnya yang tertinggal di yang ia pegang.
Vaska kemudian berjalan menuju ke lorong untuk mencari keberadaan Judith.
“Kemana dia pergi ?” Vaska berjalan Kembali menuju ke kantornya setelah tak menemukan siapapun di lorong dan masuk kembali ke ruangannya.
__ADS_1
“huft... hampir saja aku ketahuan.” Judith menghirup nafas panjang keluar dari sebuah ruangan kosong dan bersembunyi di sana sebentar saat melihat Vaska mencarinya. “Untung saja tuan Vaska tidak melihatku. Bagaimana jadinya jika ia melihat ku ?” keluar dari ruangan tempat ia bersembunyi dan menutup kembali pintunya.
Judith kembali ke ruangannya.
Di tengah jalan ia kembali berpapasan dengan CEO Marvell yang juga akan menuju ke ruangannya.
“Oh ada CEO Marvell rupanya, aku harus segera pergi dari sini untuk menghindarinya.” Judith melihat dari kejauhan sosok pria itu berjalan dan menatapnya. Ia pun mempercepat langkah kakinya di tengah keramaian dan pura-pura tidak melihatnya. Dengan banyaknya staf ini juga lewat di jalanan yang sama saat itu membuatnya dengan mudah menyisip di antara mereka hingga ia tiba di ruangannya.
“huft... aku selamat.” Judith merasa lega setelah sampai di ruangan dan lolos dari CEO Marvell.
Gleg
Judith menoleh ke arah luar dan menatap ke arah pintu mendengar suara yang tak asing baginya.
__ADS_1
“CEO Marvell ?” gadis itu seketika menelan ludah melihat kedatangan pria itu dan terlihat terkejut juga gugup saat melihat kedatangannya dan ia kira sebagai Manajer Abel.
CEO Marvell masuk dan menghampiri Gadis itu setelah melihat kondisi ruangan yang sepi.
“Pas sekali hanya ada dia dan aku di sini.” CEO Marvell tersenyum dalam hati dan meneteskan air liurnya yang ia telan kembali sebelum menetas melihat Judith. Sejak merasakan sedikit darah Judith, hingga kini ia sama sekali belum minum lagi dan saat ini tingkat harusnya sedang berada di titik puncak.
“CEO apa anda mencari Manajer Abel ?” Judith berdiri dan berbalik untuk menatap pria itu. “Ya aku mencarinya.” jawabnya bohong.
“Manajer Abel tadi berpesan jika ada seseorang yang mencarinya diminta untuk menunggunya terlebih dulu.” Judith menjelaskan dan dalam hati ia takut pria itu melakukan sesuatu padanya apalagi tak ada orang di ruangan saat ini selain mereka.
“Ya aku akan menunggunya.” CEO kemudian duduk di sofa depan pura-pura menunggu kedatangan Manajer Abel. “Judith apa ada kopi di sini ?” tiba-tiba pria itu meminta kopi. “Ya ada CEO, tunggu sebentar.” Judith keluar dari ruangannya dan masuk ke dapur mini yang ada di ruangan itu.
“Ini CEO kopinya.” Judith kembali dari dapur dan menyerahkan kopi pada CEO Marvell. “Terimakasih.” menerima kopi dari Judith sambil menjentikkan jemarinya.
__ADS_1
“Tac !” Judith seketika tak sadarkan diri setelahnya. Ia pun segera menangkapnya sambil menaruh kopi di meja.
CEO Marvell yang haus berat menyibak leher Judith dan menjilat lehernya.