Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 142 Profesi Baru


__ADS_3

“Ibu... kenapa ibu melihatku seperti itu ?” Kevin kemudian membuka mata setelah mendengar teriakan ibunya. “Ini... coba lihat.” sang ibu memegang tangan Kevin dan menunjukkan pada putranya itu jika terdapat banyak bintik merah di sana.


“Aku kenapa ini ibu ?” Kevin seketika terkejut saat melihat tak hanya di tangannya saja yang terdapat bintik merah tetapi juga di kaki dan bagian tubuh lainnya. “Jika begitu kau tidak usah pergi ke sekolah hari ini. Makanlah dan minum obat setelahnya.” ibu pun keluar dari kamar itu dan mencari obat untuk Kevin.


Dua jam berlalu. Terlihat anak-anak di sana berjalan pergi ke sekolah dan sudah masuk di kelasnya masing-masing.


“Hari ini aku tidak melihat Kevin.” Gilbert menatap meja Kevin yang kosong. “Sepertinya dia tidak masuk.” timpal Larry yang juga ikut menoleh ke belakang ke bangku Kevin dan mendapati bangku itu kosong.


“Buka buku Fisika kalian halaman 54.” Guru di depan kelas memulai pelajaran sehingga percakapan beberapa siswa yang ada di sana termasuk Gilbert dan Larry harus berakhir.

__ADS_1


Siang hari di rumah Vaska.


Terlihat pria itu duduk di samping Judith di ruang tengah dan melihat tayangan televisi.


“Apa yang bisa ku lakukan di sini ?” Vaska tiba-tiba bertanya pada Judith karena ia merasa bosan tak ada aktivitas berarti yang bisa ia lakukan. sementara sebelumnya iya bekerja di perusahaan.


“Tidak... aku juga sudah bosan bekerja di kantor. Apa sebaiknya aku menjadi dokter saja ?” celetuk Vaska. “Uhuk...” Judith yang sedang minum tersedak mendengarnya. “Atau mungkin pengacara saja.” timpal Vaska menatap intens gadisnya.


“Sayang kau... kau menguasai ilmu kedokteran ?” Judith balas menatap pria itu dengan menautkan kedua alisnya. “Ya sebenarnya aku hampir menguasai semua ilmu di dunia. Usia ku bla-bla-bla....” Vaska akhirnya menceritakan pada Judith jika selama hidupnya dia menempuh beberapa pendidikan, bahkan mengulanginya hingga tiga atau lebih sampai ia menguasai tiap ilmu itu.

__ADS_1


“Rupanya dia multi talent, berbeda dengan ku.” Judith merasa bangga pada Vaska yang ternyata punya banyak skill lainnya yang tak pernah diketahuinya. “Lalu usianya panjang tidak seperti usia manusia. Jadi mungkin aku akan menemaninya sebentar dalam sekejap mata saja baginya.” Judith baru menyadari perbedaan mereka yang sangat mencolok dan hal itu menggoreskan rasa sedih di hatinya karena tak bisa terus menemani pria yang dikasihinya itu selamanya.


“Judith... ada apa ini ? Kenapa kau terlihat sedih begitu ?” Vaska melihat gadisnya yang diam saja mendengar semua ceritanya dan bahkan sedih. “Tidak sayang, aku hanya berpikir saja jika kau jadi dokter lalu aku jadi apa ?” balas Judith segera keluar dari lamunan nya dan mencari alasan lain.


“Apa sebaiknya aku jadi perawat saja untuk menemanimu bekerja ?” Judith mempunyai ide. “Tapi sayang nya aku tak pernah belajar ilmu medis.” tersenyum kecil. “Kau cukup di rumah saja melakukan aktivitas rumah atau sesuatu yang kau sukai.” Judith kemudian berpikir kira-kira apa yang bisa ia lakukan.


“Bagaimana jika aku menanam sayur-sayuran atau buah-buahan saja ?” Judith coba pikirkan sebuah ide. “Tidak, sudah kubilang kau di rumah saja tak usah melakukan pekerjaan apapun.” Vaska menimpali.


Judith hanya diam saja dan tersenyum kecil meskipun dalam hati ia tetap teguh pada pendiriannya.

__ADS_1


__ADS_2