Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 163 Mengejar Matheos


__ADS_3

Hari pertama anak-anak yang menjadi korban baru Matheos Belum menunjukkan gejala yang signifikan dan hanya merasakan gerah saja dan mereka tidak menyadarinya juga tidak merasakannya.


Malam hari nya


Matheos kembali berburu darah dan mencari korban anak-anak kecil. Terlihat banyak burung putih bertanduk di atas atap yang menunggu mereka semua terlelap.


“Saatnya bergerak.” seorang Matheos memberi kode pada Matheos lainnya dan mereka semua pun segera bergerak setelah memberikan asap tipis jingga yang membuat tidur mereka lebih pulas lagi.


“Aku tak akan menyakitimu anak kecil.” seorang Matheos menghisap darah seorang anak lelaki.


Keesokan harinya di malam hari.


Entah kenapa Vaska merasa feelingnya kurang enak dan ia mengkhawatirkan kondisi warga di sana. Ia pun berniat untuk mencari dan menemui Vampir itu.

__ADS_1


“Tapi bagaimana dengan Judith, dia belum tidur.” Vaska berada di kamar bersama gadisnya dan melihat Judith yang barusan terbaring di tempat tidur. “Judith kau belum tidur ?” Vaska ikut berbaring di sampingnya.


“Kau juga belum tidur...” Judith mengusap pipi Vaska. “Aku harus membaca tidur lebih awal baru aku bisa keluar dari sini.” Vaska pun mencium bibir tipis Judith hingga baju keduanya sudah tanggal dari tubuh mereka.


“Aah...” Judith mendesah saat Vaska naik ke atas tubuhnya dan mulai membenamkan dirinya dengan gerakan kasar.


Satu jam setelahnya Judith terlihat lemas dan tertidur beberapa menit kemudian.


“Maafkan aku sayang. Aku tak bermaksud melakukan ini padamu.” Vaska mencium kening Judith. Ia pun kemudian mengeluarkan asap putih tipis yang beraroma harum dan membuat tidur Judith lebih pulas.


“Itu kan...” Vaska melihat banyak burung bertanduk putih di atas atap rumah warga. “Berarti mereka memang vampir.” melompat ke udara kemudian menuju ke salah satu atap rumah warga untuk bicara dengan salah satu dari mereka.


“Gawat....ada yang mengetahui aksi kita. Kita harus segera pergi dari sini secepatnya.” ucap seorang Matheos pada teman lainnya saat melihat Vaska yang menuju ke tempatnya berada saat ini.

__ADS_1


“phaak...” dalam wujud burung mereka pun segera terbang dari sana dan menghilang di tengah gelapnya malam.


“Sialan ! Cepat sekali mereka pergi !” Vaska tiba di salah satu atap rumah warga tepat di saat mereka semua sudah menghilang. “Mereka pasti masih ada di sekitar sini dan aku akan mengejarnya.”


Pria itu kemudian bergerak cepat dan mempertajam penglihatan serta pendengarnya. Ia pun berhasil menemukan satu Matheos yang berada di posisi paling akhir.


“Berhenti kau ! Atau aku akan melukai mu !” Vaska berteriak dengan mengancam saat melihat burung tadi terbang dengan kecepatan tinggi. “Sial ! Vampir itu berhasil mengikuti ku !” Matheos menoleh ke belakang dan kemudian terus terbang untuk menghindari kejaran Vaska.


“Blaar... !” karena Matheos tak mau berhenti juga maka Vaska mengeluarkan sedikit kekuatannya dengan menembakkan kekuatan es nya pada Matheos.


“boom !” Matheos jatuh terkena serangan dari Vaska dan berubah ke wujud vampir.


“Kau...” Vaska segera menghampiri vampir yang jatuh itu. “Matheos ?” melihat wujud vampir yang benar-benar mirip dengan vampir jenis Matheos yang ia lihat dalam buku sejarah yang ada di perpustakaan kerajaan.

__ADS_1


“Bagaimana kau bisa tahu itu, vampir ?” Matheos berdiri dan tersenyum menyeringai pada Vaska.


__ADS_2