
Marvell tiba di depan rumah Vaska. Ia benar-benar tak peduli dan sama sekali tidak takut pada Vaska.
“Ya, Judith memang benar ada di sini.” Marvell kembali tersenyum karena bisa merasakan keberadaan Judith di sana.
Di dalam rumah Vaska, pria itu sedang berada di ruang dansa bersama Judith.
“Judith... kau akan aman selama berada di sisiku.” Vaska memeluk pinggang Judith dan bergerak mengikuti alunan irama musik waltz. “Ya sayang, Aah...” Judith sedikit merintih saat pria itu mulai mencium lehernya dan mulai menghisap darahnya tanpa membiusnya.
“Ini...” Vaska berhenti menghisap darah Judith. “Ada apa sayang ?” Judith menatap Vaska yang tampak terkejut. “Aku merasakan kehadiran violet di sini. Pasti itu Marvel. Kau cepat sembunyi sekarang.” Vaska menjelaskan kegelisahannya pada Judith.
“Baiklah... aku akan sembunyi sekarang.” Judith melepaskan pelukannya dari leher Vaska. Ia pun mencari tempat persembunyian yang aman. “Mungkin di sini aman.” masuk ke tempat peti mati mantan istri kontrak Vaska yang masih ada di sana.
__ADS_1
Sementara Vaska pergi mencari Peter.
“Peter ayo ikut aku.” Vaska masuk ke ruangan Peter berada. “Tuan, aku merasa ada hawa jahat di luar sana.” ternyata Peter juga merasakan kedatangan Violet. “Itu pasti Marvell. Aku butuh bantuan mu dan yang lainnya untuk berjaga-jaga jika saja pria itu membawa banyak bala bantuan kemari.
“Baik tuan.” Peter keluar bersama Vaska untuk membantunya melawan Violet. Di tengah jalan ia masuk sebentar ke sebuah ruangan dimana di sana banyak terdapat peti mati yang di dalamnya bersemayam para vampir yang merupakan pengikut Vaska yang menjadi pasukannya di saat situasi genting.
“Bangkitlah kalian semua. Tuan membutuhkan bantuan kalian.” Peter membuka semua peti mati yang ada di ruangan itu yang jumlahnya ada ratusan lebih. Setelah pria itu membacakan sebuah mantra, para vampir yang tertidur di dalam peti mati secara serentak semuanya membuka mata merah mereka. “Tunggu perintah selanjutnya dan sekarang kalian semua harus siaga.” Peter kemudian keluar dari ruangan itu dan kembali berjalan bersama Vaska yang menunggunya.
Namun Marvell bisa dengan mudah menghindari serangan dari Vaska.
“Berhenti kau di sana ! Pergilah dari sini maka aku akan mengampuni mu !” Vaska memberi peringatan sebelum Iya mengambil tindakan yang tegas pada Marvell. “Pangeran, aku tidak butuh belas kasihan ataupun ampunan darimu.” Marvell keras kepala dan tetap tak mau mendengarkan ucapan dari Vaska.
__ADS_1
Dan akhirnya kembalilah terjadi pertarungan di antara mereka berdua untuk yang kesekian kalinya.
“blast... !” Vaska yang marah karena Marvell tak mendengar perkataannya, melancarkan serangan bertubi-tubi pada pria itu dengan beberapa kekuatan.
“Clang... !” setelah berarti beberapa kekuatan jurus maka kali ini mereka pun berada kekuatan pedang dan terlihat Marvell lebih unggul dalam memainkan pedang daripada Vaska.
Marvell yang terlihat puas melihat Vaska yang kembali terluka setelah terkena sayatan pedangnya, semakin beringas menyerang.
“Buzz...” asap ungu tipis keluar dan menyebar dan tak lama setelahnya muncullah pasukan Violet yang membantu pergerakan Marvell.
“Violet itu mengeluarkan pasukannya. Jadi aku akan kerahkan pasukan tuan Vaska sekarang.” Peter yang melihat hal itu segera masuk ke rumah dan menuju ke ruangan tempat di mana semua peti mati pasukan vampir berada.
__ADS_1