
Vaska berlari menyusuri jalan yang ada di kantor untuk mencari keberadaan Judith.
“Dimana dia ?” Vaska berlari menuju ke ruangan Manajer Abel. “Apakah Judith ada di sini ?” Vaska bertanya pada manajer setibanya di sana. “Tuan Vaska..., Judith tidak ada di sini. Aku barusan memintanya ke ruang departemen promosi.” Manajer Abel menjelaskan. “Ooh...” Vaska kembali berlari dan keluar dari ruangan itu menuju ke ruang Departemen promosi.
“Kenapa tuan Vaska pergi terburu-buru seperti itu ?” Manager Abel keluar dari ruangan dan melihat Vaska yang berlari dengan terburu-buru. Baru kali ini ia melihat pria itu sekhawatir barusan.
Vaska tiba di ruang Departemen promosi. Di sana ia tidak bertanya pada para staf yang menatap kedatangannya dengan hormat.
“Disini dia juga tidak ada.” Vaska menetapkan sekitar dan segera keluar dari ruangan itu begitu tidak melihat keberadaan gadisnya di sana. “Kemana kau Judith ?” Vaska beralih berlari menuju ke toilet karena biasanya gadis itu ada di sana. “Hiss... aku harus cepat menemukannya sebelum terlambat.” Vaska tidak menemukan keberadaan gadisnya di toilet.
Vaska kemudian terus berlari mencari setiap orang dan jalan yang ia lewati hingga ia berhenti di sebuah lorong yang sepi.
__ADS_1
“Aroma ini...” Vaska mencium aroma violet. Di sebuah lorong tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang. “Ini pasti Marvell.” bergegas menuju ke sana. “Judith..... !” Vaska berhenti di sebuah lorong dimana ia melihat Marvell sedang bersama Judith yang berada dalam pengaruh kekuatan pria itu.
“Tuan Vaska... tolong aku.” Judith menoleh ke samping melihat kedatangan Vaska, menatapnya dengan iba tanpa bisa berbuat apa-apa saat Marvell menghisap darahnya.
“Hey kau ! Aku sudah memberimu peringatan berulang kali untuk tidak menyentuh gadisku !” Vaska marah sekali melihat Marvell berhasil menghisap darah Judith. “Rasakan ini !” Vaska mengeluarkan kekuatannya menyerang Marvell sehingga pria itu melepaskan Judith.
“Apa yang barusan tuan Vaska bilang ? Kenapa dia memanggil ku sebagai gadis nya ? Bukankah dia sudah punya banyak gadis ?” Judith tergeletak di lantai dengan kondisi lemas dan pandangan mata yang kabur. “Tuan Vaska, aku senang kau kemari untuk menyelamatkan aku.” Judith tersenyum dengan lemah menatap Vaska kemudian tak sadarkan diri setelahnya.
Ia pun menghampiri Marvell dan menarik pria itu berdiri.
“Segar sekali darah gadis mu.” Marvell menatap Vaska sambil menjilat sisa darah Judith di sudut bibirnya sambil tersenyum lebar. “Mungkin dia sudah mati sekarang.” Marvell kembali tersenyum lebar penuh kemenangan karena bisa menghancurkan Vaska sekaligus membalaskan kekalahannya beberapa waktu yang lalu.
__ADS_1
“Bastard kau !” Vaska marah sekali dan terbakar api amarah mendengar perkataan Marvell barusan. “Aku tak akan pernah mengampuni mu !” Vaska mencekik leher Marvell sambil mengeluarkan energi penghancur.
“Argh... !” Marvell yang tenaganya berkurang separuh akibat menghancurkan perisai pelindung dari Vaska, terluka akibat serangan dari Vaska barusan. “bugh !” Vaska kembali mengeluarkan kekuatan es pada Marvell yang membuat pria itu jatuh terjengkang menghantam dinding berulang kali.
“Argh...” Marvell yang mengalami luka dalam berdiri dan memegang dadanya yang terasa sakit. “Tunggu pangeran ke-21 aku akan mati perhitungan denganmu setelah ini !” Marvell menatap tajam Vaska kemudian menghilang dari sana.
“Judith... apa kau baik-baik saja ?” Vaska segera menghampiri gadis kecilnya yang tak sadarkan diri. “Judith bangun.” Vaska menyentuh pipi Judith. “Marvell sialan. Dia menghisap banyak darah Judith.” menepuk-nepuk pipi Judith untuk menyadarkannya.
Namun Judith tak bereaksi sama sekali.
“Aku harus membawanya ke rumah sakit sekarang juga. Kau tak boleh meninggal.” Vaska terlihat sangat bersedih melihat kondisi gadisnya.
__ADS_1