Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 13 Kembali Ke Rumah Vaska


__ADS_3

Judith pingsan dan tak ada yang mengetahui jika dirinya saat ini tak sadarkan diri.


Vaska berjalan keluar rumah. Entah kenapa dia tiba-tiba ingin berjalan-jalan sebentar di luar rumahnya.


“Aku sudah lama tidak memeriksa jalan di sekitar samping rumah.”gumam lelaki itu sesudah berada di luar rumah.


Dia kemudian berjalan menuju ke samping rumah untuk memeriksa keadaan di sana karena sebelumnya di sana sempat ada hewan liar yang hampir saja masuk ke rumah.


“Hmf... aroma ini seperti aroma tubuh Judith ?”gumam lelaki itu mencium bau Judith yang sangat kuat.


“Bukankah tadi dia sudah pulang 40 menit yang lalu, kenapa aromanya masih ada di sini ?”gumam Gavin lagi merasa ada yang aneh.


Lelaki itu kemudian mempertajam penglihatannya dan melihat sosok tubuh yang tergeletak di dekat dinding dalam radius 5 m dari arahnya berdiri saat ini.


Vaska mempercepat langkah kakinya dan menuju sosok tubuh yang tergeletak di sana.


“Astaga... Judith ?”pekik Vaska saat mendapati gadis itu ternyata yang tergeletak di sana.


Vaska berjongkok dan memeriksa kondisi Judith. Dia pun segera mengangkat dan menggendongnya dan membawanya kembali ke rumahnya.


“Ada apa dengan nya ? Bukankah aku sudah memberikan ramuan pemulih padanya tadi ?”gumam lelaki itu berjalan dan sesekali menatap wajah gadis yang digendongnya.


Vaska kemudian menuju kembali ke kamarnya. Dia membaringkan Judith di sana.


Vaska duduk di samping Judith dan menyentuh kulitnya yang terasa lebih dingin daripada biasanya.


“Haruskah aku mengembalikan sedikit darahnya sekarang ?”gumam lelaki itu lirih.


Dengan berat hati dan terpaksa, Vaska akhirnya memegang tubuh Judith dan memeluknya sambil duduk. Lelaki itu terlihat mencium leher Judith dan menggigitnya kembali.


Beberapa detik setelahnya, Vaska kembali merebahkan tubuh Judith ke tempat tidur. Dan terlihat wajah dari situ tak lagi pucat seperti sebelumnya.


“Jadi aku harus menyetel rem sebelum aku menghisap darahnya agar tidak kembali terjadi hal seperti ini lagi. Aku tak mau sumber kehidupan ku segera pergi dari sisiku.”gumam Vaska menatap Judith.


Dua jam kemudian Vaska yang sedari tadi duduk di tempat tidur di samping Judith terlihat menguap saat ini.


“Oouh... hari sudah malam rupanya.”gumamnya sambil menguap kemudian menoleh ke samping kanan menatap Judith yang masih belum sadarkan diri.


“Lebih baik aku tidur saja daripada menunggu dia bangun dan entah kapan itu.”gumam Vaska kemudian menarik bantal yang biasa ia pakai untuk tidur menjadi alas punggungnya saat duduk.


Vaska kemudian merebahkan tubuhnya setelah menata bantalnya dan memejamkan mata.

__ADS_1


“Harusnya kau sudah sadar gadis kecil. Tapi entahlah kurasa kau akan baik-baik saja.”ucap Vaska kembali menoleh ke samping untuk memastikan kondisi Judith dan ternyata gadis itu belum siuman juga.


Vaska memejamkan matanya, dan tepat satu jam setelahnya Judith bangun.


Gadis itu menatap ke sekitar dan dia terlihat terkejut sekali Jika dirinya saat ini kembali berada di kamar Vaska.


“Ah... ini memang benar, kamarnya tuan Vaska.”pekik Judith terkejut dan syok mengetahui dirinya kembali berada di kamar lelaki itu.


“Bagaimana aku bisa kembali ke sini ? Bukankah tadi aku sudah keluar dari rumah ini ?”gumamnya kembali mengingat-ingat apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.


Judith akhirnya baru ingat jika di tengah jalan dirinya merasa pusing dan pandangan matanya kabur lalu setelahnya dia tidak tahu apa yang terjadi.


“Apa aku kembali pingsan tadi ? Dan tuan Vaska yang menyelamatkan diriku ?”batin Judith mengira-ngira apa yang terjadi pada dirinya sambil menetap lelaki yang sudah tertidur pulas di sampingnya.


“Jadi... vampir bisa tidur juga di malam hari rupanya. Aku kira dia tidur di peti mati.”ucap Judith lirih merasa aneh dengan kondisi itu.


Judith kembali menatap jam dinding yang ada di ruangan itu.


“Astaga.... sudah malam sekali saat ini. Bagaimana sebaiknya aku harus tidur di sini ataukah kembali pulang saja ?”gumam Judith Bimbang karena jika pulang waktu menunjukkan sudah larut sekali.


Judith mencoba merebahkan dirinya kembali di tempat tidur dan memejamkan mata. Dia ingat terus pada Vaska satu lagi itu menghisap darahnya, dan tentu saja hal itu membuatnya tidak bisa tidur setelah memikirkannya.


“Aku berulang kali mencoba untuk tidur di sini namun tetap saja tidak bisa, sepertinya aku harus pulang sekarang.”ucap Judith masih menatap jam dinding.


Gadis itu pun kemudian memutuskan untuk pulang saja meskipun sudah larut malam.


“kriek...”Judith menutup kembali pintu kamar setelah dia keluar dari sana.


Gadis itu berjalan cepat keluar dari rumah Vaska menuju ke pintu gerbang masuk.


“tap-tap-tap...”Judith berjalan dengan cepat melewati jalanan menuju ke rumahnya.


“huft.... aku merasa sedikit lemas dan ngantuk.”ucap gadis itu dan pertumbuhan tempat tidur tanpa ganti baju dengan piyama terlebih dulu.


Esok paginya, Vaska membuka mata dan menoleh ke samping untuk melihat Judith.


“Dia tidak ada di sini, kemana dia ?”pekik Vaska terkejut mendapati hanya dirinya saja yang berada di tempat tidur.


Vaska kemudian segera bangun dan berlari menuju ke luar rumah. Dia mencari di jalanan di samping rumah karena barangkali saja gadis itu kembali pingsan di sana.


“Disini juga tidak ada.”gumamnya kemudian mencari ke tempat lain.

__ADS_1


Vaska kemudian berlari menuju ke penjaga pintu gerbang.


“Apa kau melihat gadis kecilku keluar dari sini ?”ucap Vaska terlihat khawatir.


“Ya tuan, gadis itu keluar dari sini semalam, jam 02.00 dini hari.”jawab penjaga pintu gerbang.


Vaska merasa lega mendengar jawaban dari penjaga pintu gerbang rumahnya. Dia pun terbalik dan kembali masuk ke rumah.


“Kenapa dia tak berpamitan atau membangunkan aku saat dia pergi ?”gumam Vaska memikirkan Judith.


Namun dia segera mengabaikan pikirannya dan bersiap untuk berangkat kerja setelah melihat jam dinding di rumahnya.


Di kantor, Judith terlihat terlambat datang. Dan dia sedikit pucat juga terlihat berantakan.


“Judith ada apa dengan mu ?”ucap Maria bertanya saat melihat temannya itu datang terlambat 5 menit masuk ke kantor.


“Aku... bangun kesiangan.”balas Judith sambil menguap dan masih merasa mengantuk karena hanya tidur lima jam saja.


“Apakah kau ada masalah atau mengalami kesulitan ?”tanya Maria lagi karena peduli pada temannya itu.


Judith menggeleng sambil tersenyum dan dia pun kemudian menaruh kepalanya di meja sekedar untuk menghapus rasa kantuknya yang tersisa.


“kring... !”telepon di meja Judith berdering.


“Halo... dengan Judith di sini.”ucap Judith segera mengangkat.


“Halo... Judith kau datanglah sekarang ke kantorku !”ucap suara dari telepon.


Judith tidak menjawab dan segera menutup teleponnya. Dia segera berdiri dan mengambil beberapa berkas dokumen yang ada di mejanya.


“Ada apa lagi tuan Vaska memanggilku ke ruangannya ?”batin Judith sedikit gugup.


Para staf lain yang ada di ruangan seketika menatap semua ke arah Judith dan penasaran ke mana dia akan pergi.


“Judith kau mau pergi kemana ?”tanya salah satu staf.


“Tuan Vaska memanggilku.”jawabnya singkat sambil berjalan keluar dari ruangan.


Staf tadi juga stop lainnya yang mendengar jawaban dari Judith terlihat menjadi tidak senang padanya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2