
“Bagaimana bisa kau merahasiakan hal itu dari ayah mu ini ?” Raja Alfonso memegang dagu Putri Lily dan mengangkatnya ke atas. “Ceritanya panjang, saat itu sedang terjadi peperangan dan aku terpisah dari putraku. Saat aku berusaha menyelamatkan diri aku bertemu dengan ayah lalu mengajakku pulang kemari. Setelah orang berakhir aku bermaksud kembali menemui suami dan putraku, namun ayah melarang ku untuk pergi kemanapun.” Putri Lily menjelaskan panjang lebar kejadiannya pada Raja Alfonso dan tak berani menatap mata pria itu.
“Kau ini... benar-benar keterlaluan !” Raja Alfonso menarik tangannya dengan cepat dari dagu sang putri dan masih terlihat murka padanya.
Sebelum amarahnya kembali meledak-ledak dan melakukan hal yang menyakiti putrinya atau melakukan sesuatu hal yang tak diinginkannya, pria itu segera pergi dari sana.
“Ayah... kumohon jangan bunuh putra ku.” Putri Lily kembali berteriak memohon saat ayahnya pergi meninggalkan dirinya. “Maafkan ibu mu yang tak berguna ini, putra ku.” bangkit berdiri dan segera menghilang dari sana.
Di lain tempat di sebuah istana terlihat Raja Alfonso duduk termenung setelah memarahi dan memberi pelajaran putrinya.
“Astaga... jadi vampir ingusan itu adalah salah satu cucu ku dari 43 cucu ku yang ada ?!” Raja Alfonso menggelengkan kepalanya dan masih tak percaya pada apa yang diucapkan oleh putrinya sambil teringat kembali pada sosok Vaska.
__ADS_1
Keesokan harinya
Judith terbangun dari tidurnya dan merasakan sisi di sampingnya kosong.
“Kemana dia pergi ?” Judith duduk dan mendapati dirinya tidur sendiri tanpa kehadiran Vaska di sana yang biasa menemani dirinya. “Kriek.” ia pun turun dari tempat tidur dan membuka pintu kamar kemudian mencarinya ke seisi rumah.
“Dimana ya dia... aku cari di ruang praktek juga tidak ada.” Judith keluar dari sebuah ruangan karena tak mendapati Vaska ada di sana. “Apa mungkin dia di sana ?” menuju ke ruang baca yang ada di rumah karena hanya satu tempat itu yang belum ia periksa.
“Sayang... ?” Judith melihat Vaska duduk di sebuah kursi di depan meja dengan banyak buku yang terbuka di sana dan pria itu tertidur di sana. “Sayang...” menghampiri Vaska. “Bangun...” mengusap lembut pipi Vaska.
“Ooh... Judith.?” Vaska membuka mata saat mendengar suara yang memanggilnya. “Astaga... aku ketiduran di sini.”mengangkat kepalanya dan duduk tegak bersandar di kursi.
__ADS_1
“Apa yang kau lakukan semalaman di sini sayang ?” tanya Judith dan matanya tertuju pada buku-buku yang ada di meja. “Ya... sebenarnya aku mendapatkan informasi penting tentang vampir jenis Rapalochera.”Vaska menanggapi dan tersenyum kecil menatap gadisnya.
“Rapalochera ?” Judith menyebut nama yang disebutkan oleh Vaska dan menanyakannya. “Siapa dia itu, sayang ?” penasaran pada nama yang menurutnya terdengar aneh.
“Dia adalah leluhur vampir yang berusia sangat tua sekali dan dia bisa membantuku mengubah diri ku menjadi manusia.” Vaska bercerita dengan penuh antusias. “Benarkah itu ?” Judith pun terlihat senang dan terkejut mendengarnya.
Ia pun mencoba melihat buku di meja yang du baca oleh Vaska.
“Ini Rapalochera yang ku ceritakan padamu tadi.” Vaska menunjukkan gambar jenis vampir itu pada Judith. “Oh...” Judith terlihat ngeri melihat gambar pada buku yang ditunjukkan padanya. “Sayang... apakah dia jenis vampir ramah ? Aku sedikit takut melihatnya.” kembali melihat sosok vampir itu dan membuatnya merinding.
“Ini hanya sebuah gambar saja, mungkin aslinya tidak semengerikan ini.” Vaska menyangkal karena ia memang sama sekali tidak ngeri saat melihat sosok itu.
__ADS_1