
“Ada apa dengan tuan ? Kenapa dia tiba-tiba merubah pikirannya seperti ini ?” Peter hanya bisa menggelengkan kepala saja menatap kepergian tuan mudanya. “Sebaiknya aku segera menjalankan tugasku saja.”ia pun berjalan menuju keluar rumah.
Peter menjalankan perintah Vaska dan membuka tabir tipis yang menutupi seluruh rumah Vaska dari pandangan mata manusia.
“Sudah selesai.” seketika setelahnya rumah mewah Vaska kembali terlihat berdiri dengan kokoh dan megah seperti biasanya plus memberikan ingatan baru pada manusia di sana.
Peter kembali masuk ke rumah dan menyiapkan setelan pakaian kerja untuk Vaska kemudian menaruhnya di tempat tidur Vaska.
Satu jam berikutnya Vaska sudah terlihat memakai setelan tuksedo berwarna putih yang membuatnya terlihat gagah dengan wajah tampan berkilauan seperti biasanya.
“Ini kunci mobilnya tuan.” Peter menyerahkan kunci mobil pada Vaska saat pria itu berjalan keluar rumah. “Terimakasih.” Vaska mengambil kunci mobil dari tangan Peter dan segera masuk ke mobil kemudian mengemudikannya menuju ke kantor.
“buzz...” selama di jalan, Vaska menyebar asap putih tipis yang beraroma harum untuk menciptakan ingatan baru bagi siapa saja yang menghirup nya.
Tak lama kemudian Ia pun tiba di kantor.
__ADS_1
“klak.” Vaska turun dari mobil dan segera menutup kembali pintunya.
Beberapa staf yang masuk ke kantor melihat kedatangan pria itu.
“Astaga itu kan CEO Vaska !” ucap seorang staf pada temannya. “Ya benar. Jadi CEO sudah kembali dari luar negeri dan kembali bertugas di sini.” timpal gadis lain menanggapi.
“Kurasa pagi ini CEO terlihat berseri-seri dan tampan sekali.” ucap gadis lain saat melihat Vaska berjalan masuk ke kantor dengan penuh pesona.
Vaska kemudian menuju ke ruang absensi khusus untuk absen.
Vaska kemudian masuk ke ruangan kerjanya meninggalkan para staff yang saat ini sedang ramai membicarakan kedatangannya.
“Di mana Violet itu ?” Vaska duduk di kursinya sambil terus melihat arah luar mencari sosok violet yang di carinya.
Di ruang absensi staf lainnya terlihat Judith yang datang lebih siang daripada biasanya.
__ADS_1
“Untunglah meskipun sudah siang tapi aku belum terlambat.” Judith absen dengan terburu-buru karena khawatir akan terlambat.
Seperti biasa suasana di ruang absensi staf selalu ramai tidak seperti suasana absensi ruangan staf petinggi yang selalu sepi.
“Aku tadi di luar bertemu dengan CEO Vaska.” ucap seorang staf bercerita pada temannya. “Apa kau yakin ? Bukankah tuan Vaska harusnya kembali 2 bulan lagi dari luar negeri ?” timpal staf lain menanggapi. “Iya benar, CEO Vaska sudah masuk hari ini dan aku juga melihatnya tadi.” ucap staf lain ikut menimpali.
Judith seketika menoleh mendengar obrolan yang mereka bicarakan.
“Apa yang kalian ucapkan itu benar adanya ?” Judith terkejut dan tak percaya pada perkataan mereka dan bergabung di tengah-tengah mereka. “Ya Judith, kami menyapanya tadi pagi saat berpapasan di pintu masuk.”
“Terima kasih.” Judith pun segera berlari dari ruang absensi dan menuju ke kantor Vaska untuk membuktikan kebenaran apa yang mereka ucapkan. “Apa benar yang mereka ucapkan ? Kenapa aku tidak mengetahuinya ?” Berlari dengan semangat dan tersenyum kecil.
Tak lama kemudian Ia pun tiba di depan kantor Vaska dengan nafas yang tersengal setelah berlari.
“Tuan Vaska...” Judith benar-benar melihat pria itu ada di ruangan itu dan sedang duduk di kursinya seperti biasanya.
__ADS_1