
Judith menoleh ke belakang menatap Kyle yang sedang berjalan bersama CEO Marvell.
“Sayang sekali... aku tak bisa memberitahunya.” Judith terlihat kecewa kemudian kembali menatap menu makanan di depannya.
Sore hari, Judith berjalan keluar dari kantor. Di luar mendung dan mulai turun gerimis lembut.
“ckiit...” Tiba-tiba ada sebuah mobil mewah mengerem mendadak dan berhenti tepat di depannya.
“klak.” jendela mobil terbuka dan Judith menatap ke sosok di balik mobil.
“Halo... kau Judith ya ?” ucap seorang pria dari dalam mobil sambil tersenyum kecil ke arahnya. “CEO Marvell ? Ya benar, ada apa CEO ?” Judith terkejut menatap sosok pria yang menyapanya.
“Kau mau masuk ke mobil ku sebelum basah ?” CEO Marvell membuka pintu mobil. “Aku akan memberimu tumpangan ke rumah.” tawarnya lagi dengan tersenyum.
“Kenapa tiba-tiba CEO memberiku tumpangan ? Kami tidak pernah saling bicara sebelumnya, dan ku kira dia tak ingat nama ku.” tertegun menatap CEO. “Oh terima kasih, CEO. Aku membawa mantel jadi tak akan basah kehujanan.” menolak dengan halus.
Dari arah depan Judith, terlihat Kyle baru keluar dari kantor.
__ADS_1
“Bukankah itu Judith ?” Kyle melihat sosok Judith berdiri di samping mobil CEO Marvell. “Apa yang dilakukan gadis itu ?” melihat Judith sedang bicara dengan CEO Marvell.
Kyle mempercepat langkahnya agar segera tiba di sana.
“Kenapa CEO yang baru beberapa hari bertemu Judith terlihat peduli dengan dia ?” Melihat CEO menawarkan tumpangan pada Judith. Ia pun beralih menatap Judith yang tersenyum pada CEO.
“SHIT... ! Dia menggoda lelakiku dengan senyuman polosnya.” Kyle tak senang Judith tersenyum pada CEO Marvell yang ia artikan menggoda.
“Tac.. tac.... !” Kyle berlari menuju ke mobil CEO Marvell yang tinggal berjarak satu meter saja.
Kyle kemudian berjalan menuju ke pintu yang terbuka dan berhenti di depan Judith.
“Hai Judith, apa kau mau sekalian pulang bersamaku ?” Kyle menghampiri Judith dengan menyilangkan kedua tangannya di depan dan tatapan mata yang tajam. “Ahh Kyle... tidak terima kasih, aku membawa mantel dan hujan tidak deras.” tolak Judith dengan tersenyum kecil.
“Aneh... Kyle kenapa menatapku seperti itu ?” merasa di tatap dengan penuh amarah tanpa sebab.
“Baiklah Judith karena kau membawa mantep sebaiknya cepat pergi mengambil motormu sebelum hujan bertambah deras.”
__ADS_1
“Ya tentu, aku pergi dulu.”
“Permisi, CEO.” Judith memberi salam pada CEO Marvell kemudian segera pergi dari sana.
“Huh pergi sana... beraninya kau menggoda lelaki ku !” Kyle menatap punggung Judith dengan tersenyum kecut.
“Kyle ayo cepat masuk. Hujan semakin lebat.” ucap CEO Marvell melihat rintik hujan yang semakin deras. “Baik CEO.” Kyle berbalik dan segera masuk ke mobil.
“klak.” Kyle menutup pintu mobil dengan keras.
“Ada apa kau sepertinya marah ?” tanya CEO Marvell. “Ahh tidak CEO, kenapa aku harus marah ?” timpal Kyle dengan tersenyum tipis.
Mobil kemudian melaju keluar dari kantor tepat di saat Judith akan keluar dari pintu gerbang.
“Itu kan mobil CEO ?” Judith berhenti dan mengalah untuk memberikan jalan agar mobil itu lewat lebih dulu.
Setelah mobil itu keluar dari sana, Judith kemudian keluar mengendarai motornya.
__ADS_1