Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 113 Kematian


__ADS_3

Vaska terlihat cemas melihat kondisi Judith yang tiba-tiba drop seketika padahal sebelumnya tidak kenapa-napa.


“Judith... kumohon bangunlah jangan seperti ini.” Vaska memeluk gadis kecilnya yang makin melemah. “Aku belum mengatakan itu padamu, tolong jangan pergi tinggalkan aku.” Vaska menepuk-nepuk bahu dan pipi Judith dengan keras, namun gadis itu tetap saja tidak membuka matanya.


“Tidak... aku tak boleh membiarkan hal ini terjadi.” Vaska menaruh kembali tubuh Judith ke tempat tidur. Ia pun segera menekan tombol darurat yang ada di samping Judith berulang kali.


“tuut...tuut...” bunyi sirine di ruang gawat darurat yang terus menyala.


“Ada pasien kritis.” seorang perawat segera berdiri dan memeriksa dari mana sirine itu berasal. Ia pun kemudian segera berlari bersama perawat lainnya masuk ke ruangan tempat Judith di rawat.


“Tolong selamatkan pasien ini.” Vaska segera menghampiri petugas medis yang datang bersama dokter. “Ya tuan, kami akan berusaha semaksimal mungkin.


Dokter melihat detak jantung Judith yang terus melemah dan ia pun menggunakan alat kejut jantung untuk memacu jantung Judith.


“Deg.” Dokter memacu jantung Judith. Terlihat ektogram menunjukkan detak jantungnya sedikit menguat. “Deg.” Dokter kembali memacu jantung Judith yang kembali melemah. “Deg.” Dokter tidak menyerah dan kembali memacu jantung Judith.

__ADS_1


“tuuuuut..... tuuuuut... tuut....” Dokter akhirnya menyerah setelah tak ada reaksi sama sekali dan detak jantung Judith terus melemah hingga akhirnya berhenti berdetak.


“Tuan... maafkan kami, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi tetap tidak bisa menolong pasien.” Dokter menaruh kembali alat bantu jantung yang ia bawa dan menatap Vaska dengan sedih.


“Dokter, tolong katakan itu tidak benar bukan ?” Vaska terlihat syok namun tidak mau percaya apa yang ia lihat. “Maaf tuan.” Dokter menggeleng kemudian menunduk dan segera keluar dari ruangan itu bersama petugas medis lainnya.


“Tidak-tidak... tidaaak...ini tidak boleh terjadi ! Judith tidak boleh mati !” Vaska seketika berlari menghampiri Judith.


Ia pun memompa sendiri jantung Judith dengan tangannya.


“Judith... jangan pergi ! Baiklah aku akan berusaha semaksimal mungkin. Aku akan coba berikan energi kehidupan lagi pada mu.” Vaska yang masih tak mau menyerah dengan keadaan yang ada segera mencium bibir Judith dan mengalirkan banyak energi kehidupan pada gadis kecilnya itu.


“Kumohon bangunlah Judith.” Vaksa mengakhiri ciuman dan melihat keadaan Judith yang belum sadarkan diri juga. Ia pun kembali mencium bibir Judith dan mengalirkan lagi energi kehidupan, meskipun energinya terasa sudah terkuras karena terus-menerus mengalirkan energi kehidupan dalam jumlah besar.


Vaska mengakhiri ciuman dan melihat keadaan gadis kecilnya yang juga belum sadar.

__ADS_1


“Judith...bangunlah...setelah lama bersama dan beberapa waktu jauh darimu akhirnya aku menyadarinya. I love you Judith, please jangan tinggalkan aku.”Vaska berbisik di telinga Judith.


“Judith kembalilah, aku sangat berharap kau bisa selalu bersama menemani diriku.” Vaska kembali mencium bibir Judith dan mengalirkan kembali energi kehidupan meskipun ia sendiri sudah mencapai pada batasnya.


Di alam mimpi, kini Judith mendengar suara seseorang memanggilnya.


“Judith... kembalilah. Judith, dengarkan aku.” seketika Judith terbalik menatap suara dari sosok yang sangat familiar sekali baginya.


“Tuan Vaska ?” pekiknya terkejut sekaligus bahagia. “Kembalilah bersama ku.” Vaska menarik tangan Judith dan mengajaknya pergi dari sana.


“Judith, lepaskan tangan ibu. Ada seseorang yang sudah menunggu kedatangan mu.” wanita itu menatap Vaska. “Kembalilah bersama dia.” menarik tangannya sehingga tangan Judith terlepas.


“Judith ayo kita pergi.” Vaska terus menarik tangan Judith hingga akhirnya gadis itu pun mau pergi bersamanya.


Di rumah sakit tak lama setelahnya Judith pun membuka mata. Ia merasakan bibirnya hangat sekali, ada jutaan energi yang masuk mengalir ke tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2