Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 30 Second Kiss


__ADS_3

Malam hari seperti biasanya. Judith keluar dari rumahnya menuju ke rumah Vaska.


Di dalam rumah Vaska, terlihat pria itu sedang duduk di ruang tamu. “Sebentar lagi gadis kecil itu pasti datang.” melihat jam yang tergantung di dinding lalu melipat kedua tangannya di depan.


“Apa aku perlu menempatkan pengaman di sana. Aku khawatir dia akan kembali mengalami hal seperti sore tadi.”Vaska kembali teringat hal yang terjadi pada Judith yang sudah membuat urat nadinya jadi menegang hanya dengan memikirkannya saja.


“Malam tuan Vaska.” sapa Judith setelah ia sampai di ruang tamu Vaska.


“Duduklah.” Vaska menatap gadis kecilnya itu saat duduk di dekatnya. “Kenapa dia malam ini terlihat cantik sekali dalam gaun merah yang dikenakannya ?” tertegun melihat Judith.


“ehem... Judith bagaimana keadaanmu setelah kejadian tadi ?”


“Seperti yang tuan lihat saat ini aku baik-baik saja.”jawabnya singkat.

__ADS_1


Ternyata jawaban yang meluncur dari bibir mungil Judith tak memuaskan Vaska. Dan gambarnya masih berpikir jika sewaktu-waktu hal yang serupa bisa terulang kembali. Dan apa yang akan terjadi jika ada dirinya di sana nanti ?


“Judith apa kau apa penyebab lelaki mesum menyusup ke rumahmu dan hampir melakukan perbuatan senonoh dengan mu ?” tanya Vaska tiba-tiba dengan tatapan tajam seolah menghakimi. “Tidak tuan.” Judith menggeleng.


“Dengar itu terjadi karena korden di kamarmu sangat tipis sekali sehingga orang dari luar bisa melihat dengan jelas saat kau berganti baju. Sebaiknya kau ganti tirai yang lebih tebal untuk menjaga dirimu sendiri, atau sebaiknya kau tidak berganti baju di kamar.” jelas Vaska panjang kali lebar, tak biasanya dia banyak omong seperti itu.


“Ya tuan Vaska.” jawabnya singkat.


Judith merasa aneh saja kenapa tiba-tiba pria itu begitu perhatian padanya akhir-akhir ini apalagi setelah kejadian tadi sore. “Apa benar dia hanya sekedar lewat tadi. Tapi mengapa aku merasa ini bukan kebetulan seperti yang dia ceritakan.” ia larut dalam pikirannya sendiri.


Judith yah hafal betul dengan kode yang diberikan oleh pria itu ikut berdiri dan mengikutinya masuk.


“Kenapa kita berhenti di sini lagi ?” Judith menatap ruangan dansa dimana beberapa waktu sebelumnya ia pernah berada di sana bersama dengan Vaska.

__ADS_1


“Berdansa, tentu saja.” Vaska segera meraih pinggang ramping Judith dan menariknya dengan kasar membawanya dalam pelukannya. “Klik.” hanya dengan menjentikkan jari tangan saja, tiba-tiba alunan musik berputar, melantun seisi ruangan.


“Kau sudah lebih baik dari beberapa waktu sebelumnya.” bisik Vaska lirih di telinga Judith sambil berayun bersama mengikuti alunan musik.


“Terimakasih tuan.” telinganya memerah dan wajahnya pun seketika memerah. “Kenapa pria ini tak langsung menghisap saja darahku seperti biasanya dan malah mengajak ku kembali berdansa seperti ini ?” menatap Vaska dalam diam.


“Apa tuan tidak haus ?” Judith bergeser memegang bahu Vaska.


“Belum terlalu haus. Kenapa kau buru-buru sekali ?” Vaska berhenti bergerak dan menatap Intens mata Judith.


“Tidak tuan aku hanya bertanya saja.”jawabnya kembali menundukkan kepala.


“Kenapa dia menghindari tatapan mataku ?” Vaska menarik dagu Judith ke atas, kembali menatapnya dengan intens tepat ke matanya.

__ADS_1


“Kenapa pria ini menatapku dengan tatapan aneh ?” Judith seolah tersudut dan tak bisa lari dari tatapan mata Vaska yang memburu.


Vaska mencium bibir tipis Judith dan **********. Sedangkan Judith tak bisa menolak dan hanya pasif.


__ADS_2