
“Oh... apa yang kulakukan padanya ?” Vaska berhenti dan baru menyadari apa yang telah ia lakukan. “Kenapa aku begini lagi ?” melihat ujung jari tangannya yang sudah kembali normal.
“Ooh...” Judith kembali mengigau namun dalam kondisi masih terpejam matanya.
“Sebaiknya aku segera pergi dari sini sebelum dia bangun.” ucap Vaska kemudian berjalan dengan cepat keluar dari kamar Judith dan menghilang di tengah kegelapan malam.
“Thak... !” suara jendela yang terbuka dan membentuk dinding terkena hembusan angin di pagi hari yang kencang.
“Ohh...” Judith membuka mata dan menatap jam dinding di kamarnya. “Sudah pagi rupanya.” duduk menghadap ke jendela.
Ia merasa ada yang aneh dengan pakaiannya karena merasa tak nyaman.
“Astaga kenapa bajuku jadi terbuka seperti ini ? Siapa yang membukanya ?” Judith terkejut melihat semua kancing di bajunya lepas. “Ini..” dan lebih terkejut lagi saat melihat banyak kiss mark di dadanya.
__ADS_1
Gadis itu seketika gemetar dan takut. Ia jadi teringat kembali pada kejadian sebelumnya. “Apakah ada penyusup lagi yang masuk ?” Judith segera mengambil jaket untuk menutupi tubuhnya dan mengambil sebuah tongkat di sudut kamar untuk berjaga.
Ia melihat ke seisi kamar termasuk di bawah kolong tempat tidur, di balik lemari dan tanda siapapun di sana. Tapi Meskipun demikian ia belum merasa tenang.
Judith keluar kamar dan menyisir jalanan hingga ke ruang tamu dan seisi rumah karena takut terulang kembali kejadian seperti sebelumnya.
“huft... untunglah tak ada penyusup lagi yang masuk ke rumah ini.” Judith menghembuskan nafas panjang kemudian duduk sebentar di kursi.
“Jika begitu siapa yang membuka kancing bajuku semalam ?” karena ia yakin semalam tak ada siapapun yang masuk ke kamarnya saat dia tertidur.
Judith pun kembali masuk ke belakang. Dia merasa itu adalah perbuatan Vaska namun ia tidak yakin karena pintu rumah masih terkunci.
Hari ke dua Judith izin. Pagi hari di rumah saat tak masuk kerja ada aktivitas berarti yang gadis itu lakukan di rumah.
__ADS_1
“Aku makin merasa sedih dan teringat terus pada ibu jika tak ada kesibukan seperti ini.” Judith merasa bosan berada rumah setelah seharian penuh ia mengadakan pikiran dan kesedihannya dengan membersihkan rumah yang sebenarnya sudah cukup bersih.
Malam hari gadis itu berganti baju dan ini bersiap untuk pergi ke rumah Vaska setelah berdandan.
“Astaga benar, tuan Vaska juga memberiku izin agar tidak ke rumahnya malam ini.” Judith teringat kembali perkataan Vaska.
Ia pun kemudian menaruh tas yang akan dibawa kembali ke meja. Hingga berapa jam berlalu, ia mulai merasa ngantuk. Tak lama setelahnya Judith tertidur dengan pakaian yang belum ia ganti.
Dua jam setelah Judith tidur. Kembali terdengar Berapa langkah kaki masuk ke rumah yang menuju ke kamar Judith.
Ya, Vaska yang kembali merasa kehausan dan tak kuat menahan ada harganya pergi ke rumah Judith seperti penyusup.
“Hari ini kau berdandan cantik siapa yang baru kau temui ?” Vaska menghampiri Judith yang tengah tertidur dan mengira gadis itu menemui lelaki lain. “Hmm... tak ada bau manusia lain di tubuhnya.” membau tubuh Judith. “Apa mungkin kau ingin menemui ku ?” menyentuh pipi Judith.
__ADS_1
Vaska yang matanya berubah menjadi merah segera menghisap leher Judith. Melihat Judith yang berpakaian seksi membuatnya tergoda untuk menyentuhnya.