
“Tuan.... aku harus segera menemukannya sebelum Rapalochera itu melakukan hal buruk padanya.” Peter terus mencari dan melacak keberadaan Vaska melalui aromanya di Tengah kegelapan di mana tak ada penerangan sama sekali di sana.
Di ruangan tempat Vaska dan Rapalochera berada terlihat vampir itu masih terkunci selama beberapa detik oleh kekuatan Vaska.
“crack !” tak sampai satu menit Rapalochera pun bisa membebaskan dirinya dari kekuatan es milik Vaska. “Sialan ! Hahaha.... !” Vampir tersebut mengumpat sekaligus tertawa bersamaan menatap Vaska yang terlihat waspada menatapnya.
Rapalochera berjalan maju menghampiri Vaska setelah melihat dadanya yang tersayat namun tidak dalam melukai nya.
“Bocah ini bagaimana bisa dia menyerang ku dan melukai ku seperti ini di usianya yang masih seumur jagung ?” diam-diam sosok vampir itu mengakui kekuatan Vaska dalam hatinya.
“ha-ha-ha... menarik.” Rapalochera kembali tersenyum lebar sambil menyentuh dadanya yang tersayat dan terlihat luka sayatan itu sembuh hanya dalam waktu beberapa detik saja.
__ADS_1
“Kau akan mengingkari janjimu padaku, bukan ?” Vaska menagih janji vampir tersebut. “Ya-ya-ya tentu saja aku akan menepati janjiku padamu sekarang.” Rapalochera menyentuh dagingnya dan menatap tajam pada Vaska.
“Kemarilah maka aku akan merubah mu menjadi manusia. Ingat, sekali kau menjadi manusia maka selamanya kau tak akan bisa kembali menjadi vampir. Dan jangan sampai kau menyesalinya.” ucap Rapalochera sebelum ia benar-benar memulai Ritual. “Ya, aku sudah tahu dan mengerti apa konsekuensinya. Jadi tolong rubah aku sekarang menjadi manusia.” Vaska maju mendekat menghampiri Rapalochera dan menyatakan diri benar-benar yakin pada keputusan yang ia ambil.
Vaska kemudian masuk ke peti mati tempat Rapalochera tadi bersemayam lalu berbaring di sana.
“Tuan ! Jangan hentikan ! Keluar dari sana sekarang juga !” Peter tiba di tempat mereka berdua berada, berteriak kembali melarang Vaska untuk mengikuti ritual perubahan diri menjadi manusia kali ini.
“Rupanya kita bertemu lagi sekarang !” Rapalochera beralih menatap Peter dengan tatapan tajam. “Jadi bocah, dia adalah pelayan mu ?” beralih menatap Vaska dan bertanya padanya.
Vaska hanya diam dan tak menjawabnya karena tak mau salah bicara. Tapi Rapalochera bisa mengerti jawaban itu yang berarti adalah benar.
__ADS_1
“Ha-ha-ha semakin menarik sekali... rupanya kau ada hubungannya dengan Ernesto, bocah.” kembali menatap Vaska dengan tajam dan terlihat tersenyum menyeringai. “ Kebetulan sekali jika begitu aku bertemu dengan famili Ernesto. Mungkin saja dia adalah anaknya. Dan jika begitu aku bisa membalaskan dendam semua keluarga ku yang mati di tangan mu beberapa ratus ribu tahun yang lalu.” Rapalochera tersenyum dalam hati merasa mendapatkan jackpot kali ini.
“Semua rasa sakit yang diderita oleh istri dan anakku akhirnya bisa di rasakan oleh keturunan mu.” kembali menatap Vaska dengan tersenyum menyeringai penuh dengan niat balas dendam.
“Bocah, bagaimana apa kau jadi ingin mengikuti ritual menjadi manusia ?” Rapalochera terlihat bersemangat sekali dan segera memulai ritual nya, sebelum Vaska berubah pikiran.
“Tuan... jangan dengarkan dia ! Jangan ikuti apa perkataannya, bisa saja dia melakukan suatu hal padamu.” Peter mendekati peti tempat Vaska bersemayam.
“Peter kau tunggu aku saja. Aku akan tetap mengikuti ritual ini.” Vaska duduk di peti mati kemudian menatap ke arah Peter. “Tapi tuan... tuan tidak tahu apa rencana busuk vampir itu.” Peter berusaha terus meyakinkan Vaska. “Tidak Peter, dekatku sudah bulat kau jangan menghalangiku terus menerus.”
Vaska menolak dengan tegas desakan dari Peter lalu kembali berbaring di peti mati.
__ADS_1