
Vaska yang sedari tadi diam dan mendengarkan pembicaraan mereka, menyela pembicaraan mereka.
“Tolong kami. Aku harap kau bersedia merubah kekasihku yang manusia ini menjadi sosok vampir.” Vaska menarik Judith lebih mendekat padanya karena ia khawatir sosok wanita tadi akan berbuat macam-macam pada gadisnya.
“Vampir muda... aku salut kau berani membawa gadismu kemari dan menyerahkannya padaku.” wanita tadi bergeser dan beralih menatap Vaska. “Apa kau yakin ingin merubah gadisku ini menjadi vampir ?” menatap dengan tajam.
“Ya, aku yakin. Tolong bantu kami.” jawab Vaska dengan mantap dan penuh keyakinan. “Ck... ck... apa kau tahu konsekuensinya ?” menegaskan kembali sebelum bersedia membantunya. “Jika ritual ini berhasil maka gadis ini akan menjadi seorang vampir. Tapi jika gagal gadis mu ini akan mati.” menatap Judith dan Vaska secara bergantian.
Vaska beralih menatap Judith dan gadis itu mengangguk menatapnya.
“Baiklah jika kalian sudah yakin dan memutuskannya demikian maka aku akan meluluskan permintaan kalian.” wanita tadi terlihat kembali tersenyum lebar. Ikuti aku sekarang.” berbalik dan berenang.
Vaska dan Judith mengikuti Selachimorpha.
__ADS_1
“Kenapa menuju ke permukaan ?” Vaska merasa aneh saja namun tak berani bertanya dan terus mengikutinya.
Setibanya di permukaan, Selachimorpha tadi kemudian berubah wujud menjadi manusia seutuhnya yang terlihat cantik menawan seperti seorang putri sebuah kerajaan.
“Apa kau sudah siap ?” Selachimorpha menghampiri Judith yang berdiri di samping Vaska. “Ya, aku siap.” jawabnya mantab. “Semoga saja kau tahan saat aku menghisap darahmu sampai kering.” wanita tadi yang tampak kehausan juga tak sabar ingin segera melakukan ritual bersama Judith
Judith pun berjalan mengikuti Selachimorpha menuju ke tengah altar yang ada di luar Laut Tisza.
“Kenapa langit berubah warna ?” Vaska yang juga menemani Judith melakukan ritual menatap langit yang kini berubah menjadi gelap seperti malam hari. “jder !” kilat tiba-tiba menyambar dan saling bersahutan diiringi dengan angin yang berhembus kencang.
“Gran Dios, ayúdame a convertir a este humano en un vampiro. Ofrezco su sangre por ti.” Selachimorpha kembali merapal sebuah mantra sebelum ritual di mulai dan terlihat cahaya terang memancar dari bulan purnama tadi ke segala arah penjuru bumi.
“Mendekatlah.” Selachimorpha Melambaikan tangannya memanggil Judith.
__ADS_1
Gadis itu pun tanpa ragu melepaskan tangan Vaska dan menghampiri sosok wanita tadi.
“cleb.” segera setelah Judith mendekat padanya, Selachimorpha tadi langsung menancapkan talinya yang tajam pada leher mulus Judith.
“Hiss....” Judith merintih karena merasakan sakit yang teramat luar biasa bahkan rasa sakitnya 10 kali lipat lebih sakit daripada saat Vaska menghisap darahnya.
Vaska mendekat dan berdiri menunggu di dekat Judith. Selama ritual berlangsung kilat terus menyambar dan bersahutan tanpa henti.
“Argh... !” Judith merasakan sakit yang teramat sangat seperti di tusuk oleh sebuah pedang yang menyayat tubuhnya.
“Apa itu ?” Vaska melihat sebuah huruf roma berwarna hitam mulai muncul di leher Judith dan makin lama jumlah huruf itu semakin bertambah banyak yang menyebar hingga ke seluruh tubuh bahkan sampai ke ujung jarinya sekalipun.
“Hmmh... darah mu manis sekali. Aku benar-benar tak menyangka nya sama sekali.” Selachimorpha merasakan darah Judith teramat manis bahkan baru pertama kali ini ia rasakan yang membuatnya semakin rakus untuk menghisap nya.
__ADS_1
“Argh...” Judith kembali merintih kesakitan dan terlihat warna iris matanya yang coklat kini berubah warna menjadi putih.
“Judith...” Vaska terlihat sangat khawatir melihat kondisi kekasihnya saat ini.